Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Apr 2018 14:31 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Srinagar, 'Wajah' Cantik India di Balik Himalaya

Novi Kusumayanti
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Pegunungan Himalaya dengan salju dilihat dari atas wilayah Kashmir
Pegunungan Himalaya dengan salju dilihat dari atas wilayah Kashmir
detikTravel Community - India punya banyak wajah, salah satunya yang mempesona adalah Kota Srinagar. Kota berada di balik Himalaya dengan atraksi menarik untuk dijelajahi.

Setelah beberapa kali perubahan jadwal keberangkatan, akhirnya pesawat Air India yang saya dan teman-teman tumpangi berangkat dari Delhi menuju Srinagar di wilayah Kashmir selama 1 jam 30 menit. Memasuki wilayah Kashmir nampak pemandangan yang sangat indah. Hamparan pegunungan Himalaya berhias salju dibagian atasnya.

Udara sejuk cenderung dingin langsung menerpa begitu sampai di bandara internasional Sheikh ul-Alam di Srinagar. Walaupun penerbangan kami adalah penerbangan domestik namun untuk semua warga negara asing diharuskan untuk mengisi formulir kedatangan dan diperiksa passport beserta visa masuk India.

Kami langsung menuju tempat menginap yang berupa rumah terapung berbentuk kapal (houseboat) yang berada diatas danau Dal. Untuk mencapai houseboat kami harus menyeberangi danau dengan menggunakan perahu tradisional yang disebut shikara. Houseboat tempat kami menginap terdiri dari 3 kamar tidur masing-masing dilengkapi dengan 1 kamar mandi. Terdapat ruang makan dan ruang tamu yang merangkap ruang keluarga.

Setelah meletakkan koper dan barang lainnya di houseboat kembali kami menyeberangi danau Dal dengan shikara untuk melanjutkan wisata di sekitar kota Srinagar dengan menggunakan minibus yang kami sewa untuk mengantar ke beberapa tempat wisata.

Tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah Nishat Bagh yang disebut juga Mughal garden, berupa taman peninggalan Mughal yang sangat luas dan dilengkapi air mancur yang bertingkat dengan pemandangan menghadap danau Dal dan pegunungan.

Sayangnya saya datang disaat pergantian dari musin salju ke musim semi sehingga taman ini masih terlihat gersang. Walaupun cuaca cerah, namun dingin masih terasa dan untuk saya yang tidak tahan udara dingin tepaksa harus memakai jaket tebal.

Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi masjid Hazratbal yang merupakan salah satu masjid bersejarah di Kashmir. Mesjid ini terletak di belakang terminal bus dan melewati pasar tradisional yang menjual berbagai macam barang. Selain aneka makanan, sayur dan buah juga dijual berbagai macam barang untuk oleh-oleh.

Setelah puas berkeliling di bagian luar mesjid dan berbelanja beberapa macam barang untuk oleh-oleh, kami pun berpindah tempat. Kali ini tujuan utama adalah membeli beberapa sayuran segar.

Saat menunggu teman-teman selesai berbelanja, mata saya tertuju ke sebuah bangunan di tengah pasar yang berbentuk seperti pagoda atau istana yang pernah saya lihat di Nepal. Ketika saya tanyakan ke pemandu wisata yang menemani, dia menjawab bahwa bangunan tersebut adalah mesjid Jamia, yang merupakan mesjid terbesar yang juga salah satu mesjid tertua di Kashmir.

Di Masjid Jamia ini pengunjung dapat masuk dan melihat keindahan bangunan mesjid dengan melepas alas kaki dan bagi wanita diharuskan menggunakan penutup kepala. Beruntungnya saya yang tidak sengaja melihat masjid ini dan dapat masuk ke dalamnya.

Di wilayah Kashmir pengamanan sangat ketat. Dari mulai kami tiba di bandar udara sampai ke tempat-tempat umum lainnya bahkan di sekitar mesjid terlihat beberapa tentara berjaga-jaga dengan dilengkapi senjata laras panjang.

Hari semakin sore dan sudah waktunya kami kembali ke houseboat. Sebelum kembali ke houseboat, dengan menggunakan shikara kami menuyusuri danau Dal dan mampir di beberapa toko terapung untuk melihat dan membeli beberapa hasil kerajinan dari Kashmir yang berupa aneka pashmina dan kerajinan dari dari kayu lainnya.

Dan sesampainya kami di houseboat, telah tersaji makanan dengan menu tradisional Kashmir yang sangat lezat yang disiapkan di ruang keluarga yang sudah dilengkapi dengan pemanas ruangan. Tanpa pemanas ruangan, sepertinya saya akan perlahan membeku karena kedinginan. Perjalanan hari ini ditutup dengan menyantap makanan hangat sehangat kebersamaan saya dan teman-teman di Srinagar.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED