Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Mei 2018 08:27 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ngabuburit Antimainstream Keliling Jakarta

sayyid khairunas
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Museum Nasional
Museum Nasional
detikTravel Community - Ngabuburit bukan artinya cuma pergi ke satu tempat saja. Ayo coba mengisi waktu buka puasa dengan pergi keliling Jakarta.

Ini pengalaman saya ngabuburit antimainstream keliling Jakarta seharian. Mulai dari wisata sejarah, budaya, religi, hingga wisata takjil.

Memasuki hari ketiga bulan Ramadan, beberapa wilayah Ibu Kota nampak lengang. Mungkin masyarakat lebih memilih untuk menghabiskan akhir pekan di rumah, untuk berbuka bersama keluarga. Iya, minggu pertama puasa memang biasanya dihabiskan bersama keluarga. Minggu kedua bersama kolega, minggu ketiga saat berbelanja, sementara minggu ke empat saatnya untuk mudik. Suatu hal yang belakangan ini menjadi tradisi di masyarakat kita.

Namun bagi saya, hal itu merupakan kesempatan yang bagus untuk berwisata. Puasa bukanlah halangan untuk jalan-jalan. Kapan lagi keliling kota Jakarta sambil ngabuburit tanpa kena macet? Ini dia rutenya:

1. Museum Nasional

Saya memilih moda transportasi Transjakarta untuk keliling ke beberapa spot yang saya kunjungi. Selain murah, dengan Transjakarta juga sangat nyaman bagi orang yang berpuasa karena tidak perlu panas-panasan menghadapapi teriknya matahari. Spot pertama yang saya kunjungi adalah Museum Nasional, ya memang agak antimainstream ngabuburit kali ini. Ngabuburit kok ke museum? Tapi justru di situ letak keseruannya. Tidak banyak orang yang berpikir untuk mengunjungi museum di kala bulan puasa. Nampak hanya beberapa pengunjung saja saat itu yang ada, beberapa di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

Museum Nasional yang dulu diberi nama Museum Gajah, memiliki kurang lebih 100.000 koleksi yang terbagi ke dalam 7 jenis: geografi, etnografi, sejarah, numismatik dan heraldik, keramik, arkeologi, dan prasejarah. Kita bisa melihat Indonesia dari berbagai sudut, serta berbagai zaman.

Terdapat pula ratusan arca peninggalan sejak ratusan tahun silam. Pada weekend, Museum Nasional buka pada pukul 08.00 sampai 17.00 WIB dengan harga tiket yang sangat murah yaitu untuk Dewasa sebesar Rp 5.000, anak-anak Rp 2.000, sementara wisatawan asing dikenakan Rp 10.000 saja. Murah kan?

2. Kota Tua

Menjelang siang hari, saya menuju ke destinasi sejarah lainnya yang lokasinya tidak jauh dari Museum Nasional. Dari Museum saya naik Transjakarta koridor 1 sampai halte Kota. Dikarenakan kondisi cuaca yang agak terik, saya hanya sekedar keliling area Kota Tua sambil mengambil beberapa gambar saja.

3. Masjid Istiqlal

Dari Kota Tua, saya meluncur ke masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal, untuk beristirahat sekaligus salat dzuhur di sana. Sekadar informasi, masjid ini justru dirancang oleh seorang penganut Protestan yaitu Frederich Silaban. Bangunan megah 5 lantai tersebut mampu untuk menampung hingga 150.000 jamaah. Presiden serta pejabat pemerintahan sering kali salat di masjid ini ketika Idul Fitri maupun Idul Adha. Masjid Istiqlal sungguhlah megah, dinding serta lantainya dilapisi marmer serta kubah utama yang ditopang 12 tiang besar.

4. Pasar Benhil

Selepas salat Dzuhur dan Ashar di Masjid Istiqlal, saya menuju ke Pasar Benhil. Untuk lebih menyingkat waktu, akhirnya saya memutuskan untuk memesan moda transportasi online saja. Pasar Benhil terletak di Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Berdasarkan info yang saya dapat dari salah seorang kawan yang tinggal di sekitar sana, sepanjang Ramadan, Pasar Benhil akan dipenuhi tenda penjual makanan. Benar saja, sesampainya di sana sekira pukul 17.00 WIB sore, sudah banyak orang untuk melaksanakan ritual sakral menjelang berbuka yaitu berburu takjil!

Sudah sejak tahun lalu, Pasar Benhil sudah dipindahkan di dalam lapangan yang luas, jadi sudah tidak di pinggir jalan lagi sehingga tidak menyebabkan macet. Di sana pun sudah tersedia area parkir sehingga membuat para pengunjung lebih nyaman untuk berburu makanan. Menu yang ada di sana sangat beragam, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat pun ada seperti ayam bakar, gudeg, nasi padang, sate, roti cane, gorengan, lontong, kolak, jus buah, Thai Tea, sampai makanan yang saat ini lagi hits yaitu es kepal juga tidak ketinggalan.

Usai azan maghrib berkumandang, usai pula wisata sejarah, religi, serta wisata takjil pada hari itu. Masih banyak sisi lain di Jakarta yang sangat layak untuk dikunjungi ketika bulan puasa ini. Selain karena moda transportasi yang sudah terkoneksi dengan baik antara tempat wisata satu dengan yang lain, wisata ke tempat-tempat yang antimainstream juga sangat direkomendasikan untuk menghabiskan waktu akhir pekan sambil menunggu bedug maghrib. Apalagi dilakukan bersama dengan orang terdekat.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED