Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 01 Jun 2018 11:24 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jacuzzi Alami Gunung Peyek yang Kini Tinggal Kenangan

Jetrani Reza Dias
d'travelers
Foto 1 dari 5
Menyusuri pematang sawah menuju Gunung Peyek
Menyusuri pematang sawah menuju Gunung Peyek
detikTravel Community - Di daerah Ciseeng, Bogor ada satu pemandian air panas jacuzzi alami yang sempat hits di dunia maya. Namun sayang, tempat itu kini tinggal kenangan.

Dari artikel yang pernah kubaca, ada tempat wisata sekaligus tempat pemandian air panas di perbatasan Bogor dan Tangerang Selatan, tepatnya di kawasan Gunung Kapur Ciseeng Bogor. Berbentuk lubang-lubang alami berisi air panas, tempat tersebut dijuluki jacuzi alami Gunung Peyek. Karena penasaran, beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk ke sana.

Dari rumahku di Pamulang, aku menuju Bojong Gede-Jalur Billabong-Jalan Raya Parung-Ciseeng. Kesabaranku sempat diuji di area Pasar Parung karena selain banyak angkot yang "ngetem" seenaknya, bau sampah dan bau ikan tercium di beberapa titik sehingga membuat pembeli dan juga pengendara yang lewat kurang nyaman.

Sampai di Pasar Parung, aku mengikuti jalan hingga sampai di pemandian air panas Tirta Sanita Ciseeng ( ada di sisi kanan). Kemudian lurus sedikit sampai bertemu pertigaan kecil, belok kanan dan ikuti jalan hingga menuju markas TNI. Gunung Peyek ini memang berada di belakang area komplek Nubika (Nuklir Biologi dan Kimia) TNI. Nanti tanya saja pada warga sekitar, mereka akan menunjukkan jalan melewati waduk dan juga pemukiman.

Oh ya, akses jalan kesini tidak memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan roda empat jadi lebih baik naik sepeda motor saja.

Sebenarnya kita juga bisa kesini dari wisata Tirta Sanita Ciseeng dengan membayar Rp 15.000,00. Namun jika mengikuti ruteku ini, masuknya gratis, cukup bayar parkir di rumah warga Rp 5.000,00 saja. Setelah itu tinggal jalan kaki menyusuri pematang sawah.

Dari kejauhan, Gunung Peyek sudah terlihat dengan jelas. Daripada gunung, aku rasa tempat wisata ini lebih cocok disebut bukit, atau malah gundukan kapur di tengah sawah.

Setibanya di sana, tak ada satupun pengunjung dan jacuzzi alam seperti yang pernah kulihat di internet. Kolam di atas bukit sudah berubah menjadi kubangan air dengan warna hijau bercampur buih berwarna putih pekat yang mengerikan. Tak hanya itu, demi menjaga keselamatan, kubangan ini ditutupi dengan teralis besi.

Terlihat pengelola sedang membangun kolam buatan baru di bagian bawah bukit yang berbentuk persegi empat besar juga sejumlah kolam kecil berbentuk bulat untuk berendam.

Setelah puas melihat-lihat, akhirnya aku duduk di bawah pepohonan dan ternyata ada taman bunga berukuran kecil di dekatnya. Tak lama, akupun kembali ke rumah setelah gagal berendam air panas. Yah, memang kadang kenyataan tak sesuai dengan harapan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA