Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 05 Jul 2018 13:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Begini Meriahnya Ritual Bakar Tongkang di Riau

Ivonesuryani
d'travelers
Foto 1 dari 5
Ritual Bakar Tongkang (30/06/2018) di Bagansiapiapi.
Ritual Bakar Tongkang (30/06/2018) di Bagansiapiapi.
detikTravel Community -

Sabtu pekan lalu (30/7), etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menggelar puncak ritual Bakar Tongkang. Seperti ini kemeriahannya.

Tongkang yang dibakar berupa replika yang dibuat oleh Etnis Tionghoa yang tinggal di Bagansiapiapi. Bakar Tongkang dikenal juga dengan sebutan Go Ge Cap Lak, yang menunjuk pada waktu pelaksanaannya, yaitu setiap tanggal 16 pada bulan kelima dalam penanggalan tradisional Tiongkok.

Bakar tongkang merupakan ritual tahunan yang dilakukan sejak 134 tahun lampau. Ritual ini bertujuan untuk mengenang nenek moyang Etnis Tionghoa yang tinggal di Bagansiapiapi dan sebagai bentuk rasa syukur karena para dewa telah melindungi nenek moyang mereka selama dalam perjalanan dan selamat sampai di Bagansiapiapi.

Pada tahun 1820, sekelompok masyarakat Etnis Tionghoa dari Provinsi Fujian, Tiongkok, berlayar untuk mencari kehidupan baru yang lebih baik.

Setibanya di daratan yang kini dikenal dengan Bagansiapiapi, sebuah kota yang berada di muara Sungai Rokan, para perantau ini sepakat bahwa mereka tidak akan kembali ke daerah asalnya.

Kesepakatan untuk tidak kembali ini ditandai dengan membakar tongkang kayu sederhana yang mereka tumpangi sebelumnya.

Saat ritual Bakar Tongkang kemarin, sebelum dibakar replika tongkang diarak mengelilingi Kota Bagansiapiapi. Arak-arakan ini sangat menarik perhatian, sehingga ribuan masyarakat dan wisatawan menyemut di tepi jalan yang akan dilalui arak-arakan.

Diperkirakan 69.000 wisatawan nusantara dan mancanegara menyaksikan perhelatan ini. Saat replika tongkang melintas, masyarakat Etnis Tionghoa akan berdoa meminta keberkahan kepada para dewa. Selesai diarak, replika tongkang diletakkan di atas tumpukan kertas kuning, disebuah lapangan di Jalan Perniagaan, Bagansiapiapi.

Pada pukul 4 sore, replika tongkang mulai dibakar. Masyarakat Tionghoa menyaksikan dengan seksama proses pembakaran ini sambil terus berdoa.

Mereka percaya dengan ramalan bahwa peruntungan mereka setahun ke depan sesuai arah jatuhnya tonggak kayu yang dipasang pada tongkang.

Peruntungan ditentukan dua arah, yaitu utara dan selatan atau laut dan darat. Pada proses bakar tongkang kemarin, tonggak jatuh ke arah selatan, maka diyakini rezeki tahun ini akan lebih banyak di darat.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA