Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 01 Sep 2018 13:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menyusuri Indahnya Kota Klasik Praha

Foto 1 dari 5
Charles Bridge (Karlv most)
Charles Bridge (Karlv most)
detikTravel Community - Jalan-jalan ke Eropa Timur, ada Republik Ceko dengan kota cantik bernama Praha. Begini asyiknya jalan-jalan di sana.

Hari pertama di kota cantik Praha, saya rencanakan untuk menjelajahi pusat kota klasiknya (old town) yang terletak di seberang sungai Vltava dari distrik Mala Strana tempat saya menginap. Hotel Ibis tempat saya menginap ini letaknya sangat strategis, sebelah hotel terdapat Novy Smichov mall, di seberangnya adalah H&MDan yang paling penting adalah dekat dengan stasiun metro yang hanya berjarak sekitar 200m dari hotel. Oiya di dalam mall, terdapat resto halal Safir yang terletak di foodcourtnya jadi tidak perlu bingung mencari makanan halal. Pokonya hotel ini recommended banget

Penjelajahan saya pagi ini dimulai dari hotel menuju ke stasiun terdekat dengan Charles Bridge (Baca: Karlv most) di distrik old town, yaitu Stratomestka. Cukup dengan naik metro jalur kuning dari Stasiun Andel (sekitar 200m dari hotel) jurusan Cerny Most dan transit di Mustek untuk kemudian berganti jalur hijau jurusan Nemocnice Motol. Hanya memerlukan waktu kurang lebih 15-20 menit untuk sampai di stasiun Stratomestka. Keluar stasiun, saya berjalan ke arah sungai Vltava dan bertemu dengan jembatan besar yang menghubungkan distrik Mala Strana dan Old Town. Tampak Charles Bridge berada di sebelah kiri dari jembatan ini. Bentuk bangunan yang khas dan berwarna hitam membuat Charles Bridge sangat mudah dikenali

Karena masih pagi, Charles Bridge masih relatif sepi pengunjung jadi moment-nya sangat pas untuk berfoto ria. Namun karena disibukkan oleh pencarian tempat makan halal, maka destinasi ini terpaksa di-skip dulu dan berubah haluan ke Praha Castle (Baca: Praský hrad) sebagai titik awal penjelajahan. Stasiun terdekat dengan Praha Castle adalah Malostranska. Ikuti saja petunjuk arah menuju ke kastil ini, namun jangan heran kalau tidak akan menemui papan petunjuk bertuliskan Praha Castle karena istilah di papan petunjuknya menggunakan bahasa lokal. Jadi harus cari tahu dulu istilah lokal tempat-tempat yang akan dikunjungi di area ini seperti Karlv most (Charles Bridge), Praský hrad (Praha Castle), dll

Menuju ke Praha Castle, kita harus menapaki jalan menanjak yang lumayan tinggi dan sesampainya di gerbang kastil, terdapat pemeriksaan barang bawaan oleh polisi setempat. Ramainya pengunjung kastil ini mengharuskan kita bersabar agar dapat berfoto dengan latar belakang kota Praha. Maklumlah kastil ini merupakan salah satu tempat favorit untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian. Dari balik tembok kastil akan tampak sungai Danube, Charles bridge, dan bangunan klasik kota Praha.

Turun dari kastil, saya menuju ke Charles bridge dengan mengikuti petunjuk arah dan mampir di spot-spot bagus (sepertinya seluruh penjuru kota ini bagus untuk disinggahi J). Searah dengan Charles bridge, kita dapat terlebih dahulu menyusuri pulau Kampa yang terletak di pinggir sungai Danube sebelum naik ke jembatan. Sebenarnya tempat ini bukan pulau dalam arti sebenarnya, tapi berupa komplek bangunan klasik berjejer rapi yang berada di pinggir sungai.

Puas meng-explore pulau Kampa, saya pun naik ke jembatan yang merupakan ikon wisata kota ini yang selalu ramai pengunjung sehingga banyak yang menyarankan untuk datang pagi-pagi kesini. Dan benar saja, hampir tidak ada ruang untuk mendapatkan foto jembatan secara penuh. Selain pejalan kaki, banyak seniman-seniman yang beraksi mulai dari pelukis sketsa, fotografer, hingga musisi jalanan. Asik ya!

Setelah berjalan kaki menyeberangi jembatan dan melewati jalanan paving batu di antara bangunan pertokoan, sampailah saya di alun-alun (baca: Old Town Square) yang merupakan jantung kota Praha. Didominasi oleh arsitektur bangunan-bangunan yang bersejarah, tempat ini bagaikan sebuah negeri dongeng klasik. Tinggal pilih cara menikmati keindahannya, bisa dengan menyewa kereta kuda untuk berkeliling atau cukup dengan duduk di kursi-kursi kayunya. Jangan lupa untuk mengunjungi astronomical clock yang bernilai history tinggi karena konon jam ini merupakan jam astronomi pertama di dunia yang dibuat pada abad ke-14 dan masih beroperasi sampai saat ini. Setiap jamnya, jam astronomi ini akan berbunyi dan loncengnya dapat terdengar ke seluruh penjuru kota. Oiya bagi kolektor pernak pernik hardrock, bisa mampir di hardrock cafe yang terletak di kawasan alun-alun ini juga

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED