Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Agu 2018 13:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Kuliner Tak Biasa di Yogya: Waroeng Kopi Klotok Pakem

Ibnu Mahbubah
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Banner kecil pertama yang terlihat diujung jalan
Banner kecil pertama yang terlihat diujung jalan
detikTravel Community - Yogyakarta selalu kaya akan kenangan. Termasuk urusan wisata kulinernya, kamu harus coba mendatangi Waroeng Kopi Klotok Pakem dan ada kisah menarik di sana.

Tak dapat dipungkiri hampir semua orang yang pernah menjelajahi Yogyakarta pasti di kemudian harinya ingin selalu kembal lagi. Ketika bulan Maret lalu ke Yogya, sebenarnya masih menyimpan decak kagum terhadap suatu tempat yang mulai hits d isana. Walau tak memiliki akun Instagram resmi, tapi tempat ini sudah mengantongi tag-tagan dari para user Instagram dengan #kopiklotokpakem sebanyak 3.549 kiriman.

Nama tempatnya adalah Kopi Klotok yang terletak di Jl Kaliurang Km 16 Pakem Sleman, DI Yogyakarta. Berawal dari perjalanan kami ke lava tour Merapi untuk hunting sunrise, lalu setelah itu bingung mau sarapan di mana karena takut tempat makan enak belum ada yang buka sedangkan saat itu masih sekitar pukul 8 pagi.

Akhirnya, teman yang kebetulan asli Yogya merekomendasikan Kopi Klotok. Oh iya, banyak artis juga ternyata yang sudah menjajal cita rasa dari tempat makan ini, bahkan Ibu Sri Mulyani juga. Ketika mengunjungi tempat ini, aku beserta 5 orang teman membagi tugas karena suasana yang crowded dan harus berebutan tempat makan dengan pengunjung lain.

Untungnya masih ada tikar yang sengaja disediakan bila kursi sudah dipenuhi pengunjung. 3 Orang mengantri makanan, 2 orang mengantri minuman dan satu orang menjaga lapak supaya tidak diklaim pengunjung lain yang semakin banyak. Sekitar satu jam barulah kami terkumpul dan sudah memenuhi tugas masing-masing. Akirnya breakfast beserta lunch digabung menjadi satu karena setelah dari sini akan mengunjungi destinasi lain.

Usut punya usut, walaupun namanya warung kopi tapi tenang saja karena terdapat makanan berat sebagai menu utamanya. Belum lagi tempat yang nyaman dan luas dengan suasana pinggir sawah dan berada di kaki Gunung Merapi menjadikan tempat ini tak pernah sepi. Walau antre bagaimanapun panjangnya, para pengunjung tetap sabar mengantri loh!

Untuk harga sendiri, masih sangat rasional bahkan bisa puas dan kenyang mulai dari Rp 11.500. Bagi warga ibukota harga ini setara dengan harga warteg tapi menu pas-pasan, berbeda cerita kalau di sini karena kita akan dimanjakan dengan berbagai macam sayuran.

Wajar saja sih kalau tempat ini selalu ramai karena beberapa faktor tadi, juga rasa makanannya yang seperti masakan rumahan yang sederhana namun mengenyangkan. Percayalah, ketika traveling pasti ada saat di mana kita merindukan masakan mama, masakan khas rumah. Lalu, untuk kopi klotok khas pakem sendiri kental dan pahitnya lebih terasa karena racikan dari dapur sendiri, bukan menggunakan kopi instan.

Rasanya memang kopi hitam berkarakter karena kopinya direbus menjadi satu dengan air dipanci. Ada satu hal lagi yang sebenarnya membuatku kagum akan tempat ini. Jadi, setelah makan aku pergi k ekamar mandi untuk persiapan menuju destinasi selanjutnya. Setelah itu enggak sengaja ditunjukkin kamar mandi pemilik rumah oleh salah satu tukang parkir di situ. Kebetulan, lagi antre juga ketika itu.

Nah, di situ ada mbah yang lagi tirisin sayuran dan enggak sengaja juga aku ngobrol sama beliau. Aku nanya sama mbah tersebut 'apa mbah ini yang punya warung kopi klotok?'. Beliau langsung menjawab, "Bukan ndok, yang punya ini orang DPR. Orangnya baik, selalu ngasih rezeki ke anak yatim dan janda sekitar sini. Makanya ini rezeki semua orang" katanya.

Saat itu juga aku langsung lemes pengen nangis, betapa mulia hatinya makanya Allah ngebales dengan rezeki berkali lipat. Sedangkan aku masih jauh bagai rempahan rengginang yang belum bisa berbuat apa- apa. Pemilik kopi klotok sengaja memperkerjakan orang-orang sekitar yang aku rasa memang perlu dibantu.

Dan aku pikir inilah kenapa warung kopi klotok enggak pernah sepi dari pengunjung. Karena bukan hanya rezeki dari pemilik warung kopi aja, tapi di sini juga terdapat rezeki anak yatim dan janda yang sudah sepuh.

Dari setiap perjalanan yang aku lakukan, semakin membuka mata untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dan bermanfaat pastinya. Dampak traveling sangatlah positif menurutku, jadi aku pikir aku harus menempatkan posisi traveling ke dalam menu prioritasku walau destinasinya hanya yang dekat dengan rumah saja.

Nah, untuk mempermudah aktivitasku dalam melakukan traveling aku sengaja mengsubscribe, follow semua akun sosmednya dan juga download aplikasi dari @pegi_pegi supaya kalau ada promo aku jadi tahu lebih cepat dari orang lain. Dan menurutku, transportasi adalah faktor utama dalam menentukan destinasi, biasanya aku hunting promo berupa tiket kereta api atau pesawat baru setelah itu aku akan cari destinasi dari daerah yang aku udah beli tiket transportasinya.

Kadang, kalau belum menemukan ide aku cukup membaca travel tips dari Pegipegi karena di sana terdapat banyak ulasan mengenai tempat wisata ataupun tempat kuliner yang bagus dan lagi hits. Dan berita baiknya lagi, di @pegi_pegi juga terdapat pemesanan hotel jadi kita enggak perlu pusing memakai banyak aplikasi. Jadi semua tinggal satu genggaman, maka hidupmu akan sesimpel itu. #pegipegiyuk #jelajahiindonesiamu.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED