Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Okt 2018 13:25 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pantai-pantai di Ujung Kulon yang Bikin Betah Liburan

Amelia Febrina
d'travelers
Foto 1 dari 5
Bersantai menikmati pantai bersama teman-teman dapat mengurangi kepenatan
Bersantai menikmati pantai bersama teman-teman dapat mengurangi kepenatan
detikTravel Community - Tak jauh dari Jakarta, ada Ujung Kulon yang bisa jadi pilihan destinasi wisata pantai. Beragam pantai cantik siap menyambut traveler di sana.

Setelah menikmati sibuknya pekerjaan selama berminggu-minggu, akhirnya kami mendapatkan kesempatan untuk melepaskan penat ke salah satu destinasi wisata di Provinsi Banten. Kami berangkat dari Jakarta di hari Jumat, dan menuju ke Desa Sumur.

Ya, kami akan berwisata ke area Taman Nasional Ujung Kulon, untuk menikmati keindahan alamnya, terutama pantai dan lautnya. Menempuh waktu lebih dari 7 jam, akhirnya kami tiba di Desa Sumur. Dari desa ini kami akan melanjutkan perjalanan mengunjungi beberapa destinasi wisata yang dimiliki oleh Ujung Kulon. Tak sabar rasanya..

Pemandangan pantai-pantai di Ujung Kulon benar-benar memanjakan mata. Perpaduan birunya langit dan laut rasanya menghilangkan kepenatan yang dialami sepanjang minggu. Pantai-pantai Pulau Handeuleum, Pulau Badul, dan Pulau Peucang memiliki ciri khas dan keelokan masing-masing. Tidak dapat disamakan.

Kami mengunjungi pantai di Pulau Handeuleum saat tengah hari. Rasanya udara panas menyengat kulit. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk eksplor sepanjang pantai. Pantainya berpasir putih, dan cenderung memiliki karang-karang kecil.

Traveler harus berhati-hati agar tidak lecet. Pantai kedua yang kami singgahi adalah di Pulau Badul. Pulau kecil ini dikelilingi oleh laut yang sangat indah. Di bawah laut tersebut terdapat beberapa terumbu karang buatan yang sengaja diletakkan untuk melestarikan ekosistem lautnya.

Pantainya juga indah, berpasir putih, dan memiliki tumbuhan hijau ditengahnya. Warna hijaunya seperti menyeimbangkan warna langit serta laut yang ada di sekitarnya. Sempurna.

Kami kemudian menginap di Pulau Peucang. Keesokan harinya, saat matahari mulai menampakan sinarnya, kami berjalan di sepanjang pantai. Pasirnya putih bersih, dengan sedikit rumput laut yang terbawa ombak ke tepi pantai.

Namun, tak jauh dari situ kamipun menemukan beberapa sampah yang mungkin saja lupa diambil oleh para pengunjung untuk dibuang di tempatnya, sayang sekali. Mengingat di sana ada beberapa makhluk hidup lain seperti monyet, rusa, babi hutan, bahkan biawak hidup bebas, bisa jadi sampah tersebut akan merugikan mereka.

Memang masih banyak wisatawan yang mungkin belum sadar akan hal ini, tapi hal positif ini dapat dimulai dari diri kita sendiri. Minimal kita dapat memungut sampah dan menyimpannya hingga menemukan tempat sampah terdekat.

Ujung Kulon merupakan salah satu destinasi tepat untuk kami para pekerja yang membutuhkan penyegaran di sela-sela kesibukan. Selain tidak jauh dari ibu kota, akses menuju Ujung Kulon juga mudah. Alamnya pun memberikan perasaan nyaman tersendiri saat kami menjelajahinya. Dan Ujung Kulon berhasil menjadi destinasi terbaik bagi kami.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED