Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Okt 2018 14:17 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulau-pulau Surga yang Dirindukan di Labuan Bajo

Ryan Febriyan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kapal Phinisi yang membawa Aku mengarungi Laut Flores
Kapal Phinisi yang membawa Aku mengarungi Laut Flores
detikTravel Community - Menikmati deburan ombak dari atas kapal, berbagi canda tawa, bermain di pantai, melihat biota bawah laut di pulau-pulau Labuan Bajo. Inilah surga yang selalu dirindukan.

Seperti inilah yang selalu saya rindukan. Waktu 24 jam tidaklah cukup untuk menikmati keanggunan Laut Flores, tetapi saya akan kembali bersama mimpi dan cerita yang lain untuk dibawa kembali di sini.

Saya sangat senang tentang cerita kali ini, karena mengulang kembali kenangan yang begitu indah, ditambah lagi karena perjalanan ini baru saja terjadi, dan tak sabar jari jemari ini berbagi cerita ke kalian. Hanya mimpi yang saya genggam untuk sampai di Labuan Bajo dan mimpi itulah yang membawa saya kala ini menikmati indahnya Laut Flores.

Untuk pertama kalinya dalam hidup kami, mengarungi lautan menggunakan kapal Pinisi. Beruntungnya kami menginap di hotel yang memiliki dermaga, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke Pelabuhan Labuan Bajo, karena kapal kami telah menunggu di dermaga Hotel Laprima Labuan Bajo.

Luapan bahagia yang tiada tara terkuak saat melihat langsung kapal yang begitu indah. Semua fasilitas di kapal ini sangat sempurna, mulai dari tempat tidur yang nyaman, toilet yang bersih, ruang dek yang nyaman, free flow kopi dan teh serta makanan yang enak. Sungguh menyenangkan hidup di kapal Pinisi selama kurang lebih 24 jam, ditambah lagi, kami berjumpa dengan  traveler lainnya dan bisa berbagi cerita dan ruang bersama.

Aktivitas yang saya lakukan pada hari masih terang hanya duduk di dek kapal, membaca buku, sambil menikmati secangkir kopi hangat, ditemani oleh angin yang mendayu manja menyentuh kulit. Dan mata seakan terus tergoda untuk mengagumi hamparan laut Flores dengan gugusan bukit-bukit di tanah Flores yang berwarna coklat. Begitu indah mata memandang saat itu, dan tak sabar ingin berbagi cerita dengan kalian tentang destinasi yang dituju kali ini.

Pulau Kelor

Tak diragukan lagi keindahan Pulau Kelor dari atas langit atapun dari bawah langit. Sesampainya di daratan Pulau Kelor, saya langsung menyematkan pelampung, memasang alat snorkeling, kemudian membenamkan diri dalam air yang memiliki warna gradiasi biru. Sungguh indah bukan main pesona bawah laut di Pulau Kelor. Aneka terumbu karang yang berdiri kokoh, berbagai jenis ikan warna warni yang menunjukan rumah mereka, serta kilauan koral yang menari manja seiring desiran ombak.

Pulau Rinca

Tak kalah dengan Pulau Komodo, bahkan di Pulau Rinca hidup lebih banyak Komodo. Menurut data terakhir, kurang lebih 1.500 Komodo hidup di Pulau Rinca. Campur aduk rasa ini antara takut, senang, penasaran dan ngeri, melihat komodo berjalan dengan santa nya melintas di depan kami. Mengitari Pulau Rinca kurang lebih selama 90 menit, membuat kami lebih mengenal sosok hewan purbakala ini. Komodo termasuk dalam spesies kadal terbesar di dunia, dengan ukuran 2-3 meter.

Di Pulau Rinca, terdapat ekosistem alam yang menunjang kehidupan komodo, terdapat hewan lain seperti rusa, kerbau, ular, serta hewan lainnya yang memang menjadi makanan komodo. Kami juga melihat langsung sarang komodo, dimana betina akan menjaga sarang tersebut kurang lebih selama 4 bulan dari berbagai serangan pemangsa. Kemudian telur-telur tersebut akan menetas pada bulan ke delapan, dan mulailah pertarungan komodo kecil dimulai. Dari sekitar 15 sampai 30 butir telur yang menetas, hanya sekitar 1 sampai 5 komodo kecil yang bertahan hidup sampai menjadi dewasa.

Pulau Kalong

Apalagi yang ditunggu waktu senja selain melihat sang surya tenggelam dalam malam. Kapal Pinisi yang kami tumpangi menepi kurang lebih 300 meter dari Pulau Kalong. Ada dua pemandangan kala itu, adalah melihat sunset dan juga melihat ribuan bahkan puluhan ribu kelelawar yang keluar dari pulau untuk mulai mengarungi kehidupan mereka di malam hari.

Pulau Padar

Membutuhkan waktu pelayaran sekitar 6-8 jam, destinasi ke Pulau Padar biasanya dilakukan pada tengah malam, sewaktu kita tidur di dalam kapal. Kesempatan kali ini, kami menikmati sunrise di Pulau Padar. Turun dari kapal pinisi menggunakan mini speed boat, menuju ke dermaga Pulau Padar. Jalan setapak menjuntai menuju ke atas bukit Pulau Padar. Takkan lelah kaki melangkah menapaki jalan setapak tersebut untuk menikmati sunrise yang indah dari atas bukit. Sekitar 30 menit, kami telah sampai di puncak Pulau Padar. Pesona alam yang mengagumkan dari atas Pulau Padar yang selalu menjadi primadona untuk menikmati Sang Surya terbit dan juga tenggelam.

Pulau Kanawa

Sesampainya di dermaga Pulau Kanawa, kami disuguhkan dengan pesona laut yang begitu memanjakan mata. Seperti melihat akuarium raksasa, kami bisa melihat dengan jelas, berbagai biota laut dari atas permukaan laut. Dan tak butuh waktu lama, saya langsung terjun bebas ke dalam air dan memercikan air ke tepi dermaga. Tak kalah indahnya dengan biota laut di Pulau Kelor, disini kami menikmati lebih banyak biota laut yang begitu berwarna warni. Ikan-ikan berenang bergerombolan di antara karang-karang yang berbaris rapi.

Waktu 24 jam tidak lah cukup untuk menikmati keanggunan Laut Flores, tetapi saya akan kembali bersama mimpi dan cerita yang lain untuk dibawa kembali di sini. Dan surga seperti ini yang selalu saya rindukan, saya pasti akan kembali lagi ke surga ini bersama para pemimpi lainnya. Sampai ketemu pada mimpi dan cerita berikutnya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED