Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Okt 2018 10:08 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pantai Pulau Lengkuas, Destinasi Wajib di Belitung

KHAIRULLEON
d'travelers
Foto 1 dari 5
Mercusuar Pulau Lengkuas
Mercusuar Pulau Lengkuas
detikTravel Community - Pulau Lengkuas wajib dikunjungi saat liburan ke Belitung. Di sini kita menikmati pantai, snorkeling dan melihat mercusuar yang ikonik.

Pulau lengkuas, salah satu pulau yang wajib dikunjungi jika berada di Pulau Belitung. Pulau Lengkuas berada di Kecamatan Sijuk, Kab Belitung. Sehingga untuk sampai ke pulau ini kita harus menggunakan perahu dari Pantai Tanjung Kelayang.

Saat menuju Pulau Lengkuas kita akan melewati beberapa pulau mungil dan cantik seperti Pulau Batu Berlayar dan Pulau Pasir. Jika ada waktu, mampirlah ke pulau-pulau tersebut, keindahanya sangat sayang jika dilewatkan.

Sekitar setengah jam perjalanan akhirnya saya sampai di Pulau Lengkuas. Batu granit yang berserakan dan mercusurar yang masih berdiri kokoh seakan menyambut dari kejauhan.

Sampai di Pulau Lengkuas saya langsung lompat dari perahu dan berlari-lari kecil di atas pasir yang putih. Berjalan di atas pasir dengan bertelanjang kaki menjadi ritual wajib yang sering dilakukan. Jam menunjukan pukul 12.00 siang, matahari berada tepat di ubun-ubun. Cuaca panas tidak menyulutkanku untuk menjelajah setiap sudut Pulau Lengkuas.

Sebetulnya tidak butuh waktu lama untuk berkeliling di Pulau Lengkuas, hanya sekitar 20 menit saja kita sudah bisa putar-putar Pulau Lengkuas. Saat di Pulau Lengkuas ada satu aktifitas wajib yang harus dilakukan yaitu naik ke atas mercusuar dan melihat pesona Pulau Lengkuas dari ketinggian. Dari dulu saya selalu membayangkan bagaimana rasanya masuk ke dalam mercusuar.

Mercusuar di Pulau Lengkuas merupakan daya tarik utama yang wajib dikunjungi. Selain cantik mercusuar ini juga memiliki nilai historis. Dulu pada tahun 1882 kolonial Belanda membangun mercusuar ini untuk menuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.

Sampai saat ini mercusuar dengan ketinggian 70 meter dengan jumlah 18 lantai ini masih berfungsi dengan baik sebagai navigasi laut bagi nelayan di Belitung. Meskipun sekarang peralatan kapal sudah sangat canggih, namun beberapa nelayan di Belitung masih banyak yang menggunakan perahu tradisional. Sehingga mercusuar ini dapat membantu mereka ketika ingin kembali dari laut pada malam hari.

Selain sebagai alat bantu navigasi, mercusuar ini juga dijadikan sebagai tempat wisata. Siapapun bisa masuk kedalam mercusuar dan menikmati pemandangan Pulau Lengkuas dari segala sisi, 360 derajat.

Ketika ingin masuk kedalam Mercusuar, saya mendapatkan info bahwa bangunanya sedang ditutup untuk umum, sepertinya sedang ada perbaikan. Sehingga impian naik ke atas mercusuar harus tertunda.

Semoga suatu saat saya punya kesempatan lagi untuk ke Belitung dan naik ke atas mercusuar sambil melihat pemandangan pantai berpasir putih berpadu harmonis dengan batu-batu granit raksasa berwarna putih dibalut air laut yang jernih berwarna hijau disekelilingnya.

Merasa sedih tidak bisa masuk kedalam mercusuar akhirnya saya lampiaskan kesedihan untuk main-main diatas batu granit yang banyak berserakan di sekitar pulau Lengkuas. Batu granit di sini ada berbagai macam bentuk dari ukuran yang paling kecil sampai ukuran yang sangat besar. sayapun segera mencari spot yang instagramable untuk mengambil foto.

Puas bermain di atas bebatuan kami beristirahat sejenak di salah satu warung kecil untuk menikmati es kelapa segar. Setelah itu perjalanan kami lanjutkan menuju spot snorkeling yang berada tidak jauh dari Pulau Lengkuas.

Sebelum berenang kedalam air, saya mengenakan alat snorkling dan menyiapkan kamera underwater untuk merekam keindahan bawah laut Pulau Belitung. Semoga kosistem dan terumbu karangnya masih bagus dan terawat.

Beruntungnya, surga bawah laut di Pulau lengkuas memang masih bagus dan terawat. Terumbu karangnya juga masih kokoh. Sehingga banyak biota laut yang hidup di sini. Satu pengalaman yang tidak bisa kulupakan saat snorkeling disini adalah saya bisa melihat ribuan ikan mungil dan cantik berenang disekitarku.

Biasanya untuk memancing ikan-ikan agar mendekat yaitu dengan menggunakan biskuit atau roti. Terbukti saat saya memasukkan remahan biskuit kedalam air ikan-ikan langsung megerubungi tanganku.

Namun sayang, baru-baru ini saya mendapat informasi bahwa memberi makan ikan dilaut sama artinya kita membunuhnya. Lho kok bisa? Memberi makan ikan dapat merusak kesimbangan ekosistemnya karena akan mengalihkan ikan dari sumber makanan alaminya.

Padahal secara alamiah, ikan yang hidup di laut bisa mencari makananannya sendiri tanpa harus diberi makan karena laut penuh dengan sumber nutrisi.

Selain itu kita tak pernah tahu apa kandungan yang ada di dalam makanan ikan yang kita berikan pada ikan. Roti mengandung ragi dapat merusak terumbu karang. Sedangkan terumbu karang yang rusak butuh berpuluh-puluh tahun lamanya untuk kembali pulih.

Atau umpan pelet yang kita berikan pada ikan di laut juga mengandung senyawa kimia yang tidak cocok bagi ikan yang mencari makan secara alami. Nah mulai sekarang ayo kita snorkeling secara bijak.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED