Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 05 Nov 2018 18:39 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Museum Tekstil, Bikin Indonesia Jadi Pesona di Asia

Foto 1 dari 5
Contoh kain dalam proses tahapan membatik
Contoh kain dalam proses tahapan membatik
detikTravel Community - Jakarta Barat punya Museum Tekstil yang menyimpan koleksi batik dan kain dari berbagai daerah di Nusantara. Kita bisa belajar membatik di sana.

Di dunia, khususnya Asia, Indonesia memiliki kelebihan dibanding beberapa negara lainnya di bidang wisata. Selain alamnya yang indah untuk dikunjungi, budaya dari beragam suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke sangat menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Salah satunya adalah batik, warisan budaya asli Indonesia yang akhirnya pada tanggal 2 Oktober 2009 oleh Badan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa, UNESCO, ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non bendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity).

Nah traveler kan juga ketika melakukan perjalanan, pasti bertemu dengan traveler dari negara lain, sebagai bangsa Indonesia, pemilik warisan itu, jangan sampai kita tidak tahu sama sekali lho tentang batik. Kita harus menjadi duta yang baik tentang Indonesia dengan cara yang sederhana.

Di Ibukota Jakarta, tepatnya di wilayah Jakarta Barat, ada sebuah museum yang menyimpan berbagi koleksi batik dan kain dari berbagai daerah di Nusantara. Namanya Museum Tekstil. Museum ini diresmikan pada tahun 1976, oleh Ibu Tien Suharto, pada masa Bapak Ali Sadikin menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Terdiri dari beberapa gedung terpisah, seperti Gedung Pameran Utama, Galeri Batik, dan Pendopo Batik yang terletak dibagian belakang yang digunakan sebagai tempat belajar membatik.

Di situ kita bisa mengenal banyak jenis kain Nusantara termasuk batik. Bisa menambah pengetahuan tentang bagaimana proses pembuatan sehelai kain polos menjadi sehelai kain batik yang indah. Traveler bisa belajar tahap-tahap membatik. Mulai dari mengoleskan malam, semacam lilin yang dipanaskan, menggunakan alat yang dinamakan canting, kemudian tahap perwarnaan serta melorot, proses meluruhkan malam.

Pada waktu saya berkunjung ke Museum Tekstil, saya bertemu dan sempat berbincang dengan sepasang suami istri yang berasal dari Kanada. Mereka sangat kagum akan keindahan kain-kain Nusantara, khususnya Batik. Di Pendopo Batik, ada 2 traveler Jepang dan 3 traveler Malaysia yang sedang belajar membatik.

Untuk berkunjung ke Museum Tekstil tidak perlu repot kok, traveler cukup membawa uang untuk tiket masuknya Rp 5.000, dan jika Traveler hendak belajar membatik, traveler hanya harus mebayar Rp 40.000 sebagai pengganti bahan kain dan pewarna yang disediakan. Serta yang penting sebelum jalan-jalan, apalagi sekarang mulai masuk musim penghujan, traveler jangan lupa minum dan bawa Tolak Angin untuk mencegah dan mengatasi masuk angin ya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA