Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Nov 2018 15:53 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bekas Pabrik Gula yang Instagenik di Kartasura

Foto 1 dari 5
Tolak Angin, everywhere, everytime!! Love Love.
Tolak Angin, everywhere, everytime!! Love Love.
detikTravel Community - Bangunan tua seperti bekas pabrik umumnya terkesan seram atau mistis. Tapi di Kartasura, ada bekas pabrik gula yang disulap jadi menarik, The Heritage Palace.

Banyak sekali bangunan tua di Indonesia menjadi salah satu detinasi wisata yang diminati karena akan menimbulkan rasa seperti sedang berada di luar negeri. Salah satunya adalah tempat wisata baru yang terletak di Kartasura, Jawa Tengah.

Bangunan yang didirikan pada era zaman Belanda tahun 1892 ini dulunya merupakan sebuah pabrik gula yang sudah lama terbengkalai. Pada tahun 2018, pengelola mengembangkan tempat ini sebagai tempat wisata dengan melihat potensi pariwisata di Indonesia yang sedang berkembang sangat pesat.

Bangunan klasik nan megah ini memang menjadi ikon dari tempat wisata yg bernama The Heritage Palace. Tapi, tidak hanya menyajikan bangunan megah saja, ada beberapa wahana seperti Museum 3D Tricks Art, Museum Transportasi, Omah Kwalik, Museum Industri, Garden Retro Paradise, Convention Hall, Kid's Town, Pusat Oleh-Oleh dan Souvenir, dan Food Street.

Saat pertama kali datang saya disuguhkan dengan Food Street yang ada di pinggir parkiran sebelum masuk ke loket, ada makanan ringan, minuman dingin, angkringan, dan lain sebagainya. Saya tak mencobanya karena mengingat waktu yang semakin sore dan agak mendung kala itu. Saya mengantri di loket dan harus membayar dengan 45.000 rupiah untuk satu orang sudah free untuk masuk wahana lainnya. Saya masuk dengan melewati lorong dan taraaaaaaa, mata saya langsung disuguhkan dengan bangunan megah bertuliskan The Heritage Palace, beberapa old car, dan bendera dari negeri lain, satu kesan yang saat itu saya dapatkan yaitu menakjubkan.

Saya berkeliling sebentar menikmati bangunan itu sembari duduk di kursi bermodel klasik yang disediakan di area taman kecil di tengah bangunan. Setelah itu, saya masuk ke dalam Museum Omah Kwalik, tentu saja ini menjadi pengalaman yang luar biasa untuk mengambil gambar. Ada enam kamar dengan nuansa berbeda-beda, ada yang bertema dapur, kamar tidur, angkringan, dll.

Foto yang kita ambil tinggal diputar saja, jadi akan menimbulkan kesan kita terjungkir balik. Suasana saat itu gerah sekali, karena mungkin cuaca sedang akan hujan dan atap bngunan itu sepertinya dari asbes, maklumlah bekas pabrik gula.

Puas brfoto di dalam Omah Kwalik, saya keluar untuk mengambil foto di area gedung, dan kala itu sudah sangat mendung. Cuaca yang berubah-ubah membuat badan saya sedikit drop, untung saja saya selalu sedia Tolak Angin di tas saya, produk ini selalu bisa Mengatasi Masuk Angin dan saya bisa melanjutkan traveling dengan badan fit.

Benar sekali perkiraan saya, setelah itu turun hujan, memang tidak begitu lebat, tetapi cukup membuat wistawan berlarian mencari tempat untuk berteduh. Saya juga memutuskan untuk berteduh, tetapi berteduh yang bermanfaat, hehehe. Masuklah saya ke Museum Transportasi. Di dalam museum ini terdapat banyak sekali koleksi mobil tua yang tentu saja sudah tidak dapat dioperasikan. Tempat ini cocok sekali untuk berswafoto.

Waktu menunjukkan semakin sore dan hujan masih turun membasahi Kota Kartasura. Saya pun memutuskan untuk menyudahi penjelajahan saya di The Heritage Palace ini, saya menunaikan sholat ashar di Mushola yang disediakan oleh pengelola.

Sampai di rumah, Alhamdulillah badan saya tetap fit, semua ini karena Tolak Angin yang mengatasi masuk angin. Selalu cinta sama produk ini dan selalu menjadi andalan saat traveling kemana saja. Paling suka sama produk Permen Tolak Angin nya karena praktis dibawa kemana aja dalam ukuran mini tetapi banyak manfaatnya. Trimakasih Tolak Angin, selalu menemani kemana pun aku pergi.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED