Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 16 Nov 2018 15:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Liburan Murah ke 3 Nusa di Bali

Novi Kariani
d'travelers
Foto 1 dari 5
Namanya Devi, si gadis pantai asli Pula Nusa Penida. Oiya, sudah diberi izin orang tuanya untuk mengambil gambar
Namanya Devi, si gadis pantai asli Pula Nusa Penida. Oiya, sudah diberi izin orang tuanya untuk mengambil gambar
detikTravel Community - Bali tak melulu Pantai Kuta. Kunjungi juga tiga pulau-pulau indah di Bali, mulai dari Nusa Penida sampai Nusa Lembongan.

Tema perjalan kali ini blusukan. Berarti pantang hujan, becek, maupun panas dengan budget pas-pasan. Angin di pagi ini berhembus seperti biasa, sepoi-sepoi. Langit biru terlihat indah dengan awan-awan putihnya.

Air embun masih terlihat jelas di ujung helai daun hijau. Saya memulai untuk pemanasan. Kali ini bukan pemanasan biasa. Perlengakapan sudah disiapkan dari kemarin. Cuaca yang mendukng seperti ini menambah semangat saya melakukan petualangan selama 4 hari ke depan. Petualanggan ini dimulai dari rumah saya di Buleleng, Bali Utara.

Kebanyakan orang kenal Bali karena Kuta, Ubud, Tabanan (lengkap dengan wisata Uluwatu), Seminyak, Nusa Dua, dan baru-baru ini orang asyik mengunjungi Nusa Penida, Kelingking Beach, Atuh Beach dan Batu Bolong. Nah Kali ini saya akan memperlihatkan Bali melalui ragam budaya dan aktivitas orang lokal di pulau tersebut.

Dari Buleleng ke Denpasar menghabiskan waktu 3 jam menggunakan sepeda motor. Selanjutnya saya menyeberang dari Sanur ke Nusa Penida selama kurang lebih 55 menit menggunakan transportasi laut. Saya memang suka berinteraksi dengan masyarakat lokal. Karenanya, saya mudah beradaptasi dengan bahasa lokal mereka yang notabene berbeda dengan Bahasa Bali pada umumnya.

Beruntung, kali ini saya tidak perlu menyewa sepeda motor untuk berkeliling di Nusa Penida. Saya mendapat tumpangan mobil KOL sampai untuk sampai di pedalaman. Karena perjalanan amat panjang dan melelahkan di hari pertama, saya memutuskan untuk menginap di rumah penduduk untuk beristirahat.

Besok sore saya akan menyeberang ke pulau sebelah, Pulau Nusa Lembongan. Sebelum tidur saya meminum satu saset Tolak Angin, selain mengatasi masuk angin, Tolak Angin juga menghangatkan tenggorokan saya.

Blusukan pertama, saya pergi ke mol, sebutan kebun bagi orang lokal. Kebunnya tidak ada sayur-sayuran seperti layaknya kebun, kebanyakan kebun mereka berisi pondok-pondok kecil dengan alat tenun. Wah, unik!

Alasan mereka tidak berkebun sayur mayur karena di sini sangat gersang dan airnya susah. Untuk mandi saja mengandalkan air hujan dan air tampungan hujan. Saya juga baru sadar kalau saya belum mandi sejak semalam.

Blusukan kedua, cukup dengan dua puluh ribu rupiah saya bisa menyeberang ke Pulau Nusa Lembongan. Sebelum menyeberang, saya mengunjungi teluk laut dekat penyeberangan, yang membuat saya heran bukan lautnya yang indah. Tapi petani rumput laut yang gigih sedang bercengkerama dengan petani lainnya. Saya mengobrol dengan mereka, mengesankan sekali saat mereka mengatakan bahwa pekerjaan ini bukan pilihan tapi sebuah mata pencaharian utama.

Blusukan berikutnya, sudah hari ketiga. Besok saya harus kembali ke Buleleng. Kondisi masih sangat fit! Berkat Tolak Angin. Ampuh banget mengatasi masuk angin. Kali ini saya akan menyeberang ke pulau sebelah, Nusa Ceningan.

Di pulau ini, banyak yang saya belum tahu, apalagi orang lokal sangat berbeda. Mereka sangat pemalu, kesannya tak ramah dengan orang baru. Namun, blusukan ke Pulau Nusa Ceningan, saya ditemani pendidik asli, jadinya saya sangat mudah menemukan tempat baru dengan bantuannya.

Semakin lama Semakin saya menyoroti daerah pelosok, semakin meningkat pula kecintaan saya akan rasa lokal. Ayo Berkunjung!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED