Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 23 Nov 2018 12:54 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Indahnya Keberagaman di Tachileik, Perbatasan Thailand & Myanmar

Novi Kusumayanti
d'travelers
Foto 2 dari 5
Tanda terima penitipan passport dari kantor imigrasi Myanmar
Tanda terima penitipan passport dari kantor imigrasi Myanmar
detikTravel Community - Mae Sai & Tachileik adalah 2 kota batas negara Thailand dan Myanmar. Di sekitar pasar di Tachileik, pengunjung dan pedagang nya berasal dari berbagai ras.

Tujuan berikutnya selama saya di Chiang Rai adalah mengunjungi Tachileik; kota yang merupakan perbatasan darat antara Thailand & Myanmar. Tachieleik dapat ditempuh dengan menggunakan bus umum dari terminal bus di Chiang Rai menuju Mae Sai.

Perjalanan ditempuh hampir 2 jam dan melewati 2 kali pos pemeriksaan dokumen identitas. Polisi akan naik ke bus dan memeriksa dokumen penumpang satu per satu. Pengalaman saya, bagi warga negara asing cukup menunjukkan passport, tidak diperiksa secara mendetil. Namun bagi warga lokal, polisi akan memeriksa secara mendetil. Jika tidak sesuai, penumpang yang bersangkutan akan disuruh turun bahkan ada yang dilarang untuk meneruskan perjalanan. Sesampainya di terminal bus Mae Sai, harus berganti transportasi dengan menggunakan songthaew untuk melanjutkan perjalanan sampai ke Tachileik. Tempat yang ramai seperti pasar yang menjual aneka barang.

Saya pun langsung menuju kantor imigrasi Thailand untuk proses keluar dari wilayah Thailand. Setelah mendapat cap keluar, saya pun berjalan menuju kantor imigrasi Myanmar dengan melewati Friendship Bridge (jembatan persahabatan) yang menghubungkan 2 negara; Thailand dan Myanmar.

Di kantor imigrasi Myanmar, pengunjung yang akan akan masuk ke wilayah Myanmar dikenakan biaya 500 Thai Baht untuk kunjungan maksimal 1 hari. Di kantor imigrasi ini, passport akan ditahan dan akan diberikan selembar kertas tanda bukti penitipan passport yang nantinya digunakan untuk mengambil passport saat akan keluar dati Myanmar.

Tips dari saya; tentukan apakah ingin masuk ke Myanmar atau tidak. Karena setelah passport dicap keluar dari wilayah Thailand, tidak dapat masuk ke wilayah Thailand kembali tanpa ada cap masuk dan keluar negara lain. Sebagai pertimbangan lainnya juga, di imigrasi Myanmar akan diminta biaya masuk Myanmar (bukan visa) sebesar 500 Thai Baht. Setelah menerima kertas berwarna hijau dari kantor imigrasi Myanmar, saya telah sah masuk Tachileik di wilayah Myanmar.

Tidak jauh dari kantor imigrasi Myanmar terdapat pasar. Berkeliling Tachileik tidak banyak yang dapat saya eksplor di Tachileik ini, mungkin karena saya juga tidak berniat berlama2 disini sehingga saya hanya berjalan di sekitar pasar. Beragam barang dijual dipasar ini. Termasuk kain khas Myanmar yang biasa digunakan wanita Myanmar dan kudapan semacam jajan pasar. Terlihat juga beberapa kios dengan tulisan duty free yang salah satu barang yang dijual adalah minuman beralkohol produk dan bermerk internasional.

Di pasar ini juga terlihat pengunjung dan pedagang dari berbagai ras dan agama. Saya mengamati dari kedai kopi yang ada di tengah pasar. Terlihat beberapa bhiksu melintas, Ibu penjual kue yang memakai hijab, beberapa pedagang yang saya tebak dari ras Asia Selatan, Asia Timur juga Asia Tenggara bahkan Arab. Saya pun melihat beberapa wanita yang memakai Tenaka, bedak khas Myanmar yang digunakan di muka mereka untuk melindungi dari panas matahari.

Hari menjelang sore ketika saya meninggalkan Tachileik untuk kembali ke Chiang Rai. Tak lupa saya harus melewati imigrasi Myanmar untuk mengambil passport saya dengan menukarkan kertas berwarna hijau dan memasuki wilayah Thailand.

Sampai di Chiang Rai hari sudah menjelang malam. Dalam perjalanan ke penginapan, saya melewati pasar malam. Singgah sejenak untuk makan malam dan melihat-lihat aneka suvenir yang dijual di pasar malam tersebut. Perjalanan hari ini penuh kesan walaupun nyaris seharian saya di luar bahkan sebagian besar waktu dihabiskan di jalan menuju dan dari Tachileik. Tentunya saya harus waspada akan kesehatan. Untuk mengatasi masuk angin, saya selalu membawa Tolak Angin. Tak lupa saya juga menyelipkan Tolak Angin yang saya bawa setiap saya keluar dari penginapan. Juka saya terlupa untuk mengkonsumsi Tolak Angin di penginapan, saya dapat meminumnya di perjalanan karena kemasan sachetnya yang ringkas. Tolak Angin mengatasi masuk angin dan perjalanan mengeksplor Chiang Rai pun lancar tanpa gangguan gejala masuk angin

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED