Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Nov 2018 14:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tak Bosan-bosan Liburan di Gunung Bromo

A. Maulana Nugraha
d'travelers
Foto 1 dari 5
Matahari terbit di puncak Bromo
Matahari terbit di puncak Bromo
detikTravel Community - Gunung Bromo memang terkenal dengan sunrisenya yang menawan. Siapapun tidak akan bosan berkunjung ke sini. Kamu sudah ke sini?

Berwisata ke Kota Malang, sangat identik dengan berbagai olahan dari buah apel, nah selain buah apel kota malang pun banyak destinasi menarik yang sering di kunjungi oleh berbagai wisatawan lokal maupun luar.

Malang terkenal dengan wisata kota batu serta kawasan Taman Nasional Bromo Tangger Semeru atau bisa disebut juga Gunung Bromo. Gunung Bromo memiliki keistimewaan dibanding gunung-gunung lainnya, karena di Bromo traveler tidak harus mendaki dengan beberapa tas gendong nan besar. Serta traveler pun tidak harus mendaki dengan medan yang sulit yang ditempuh dalam waktu beberapa jam.

Selain dari waktu pendakian, akses dan fasilitas lainnya Gunung Bromo pun memiliki destinasi yang sangat komplit. Seperti pemandangan sunrise di Gunung Bromo, padang pasir berbisik, kawah gunung bromo serta padang rumput teletubies, komplit bukan seperti istilah satu kali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Gunung Bromo merupakan Gunung berapi aktif di daerah jawa timur, Indonesia. Gunung bromo tersebut memiliki ketinggian 2.329 mdpl yang sekaligus berada dalam empat wilayah kabupaten, seperti Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tangger Semeru, bentuk tubuh dari Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Itupun belum termasuk Padang Savana atau Bukit Teletubis, jadi traveler bisa dimanjakan oleh beberapa tempat eksotis di Gunung Bromo, wisata komplit yang wajib dicoba ketika mampir ke Jawa Timur.

Pada tanggal 23 November kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Gunung Bromo, karena saya sebelumnya belum pernah mengunjungi Bromo ketika berada di Jawa Timur. Perjalanan saya berangkat dari jakarta selama kurang lebih 12 jam perjalanan menggunakan moda transfortasi kereta api, perjalanan yang cukup melelahkan, karena saya datang sore saya memutuskan untuk istirahat di bescamp supaya badan fit kembali untuk menjelajahi kawasan Gunung Bromo.

Perjalanan ke kawasan Gunung Bromo dimulai pada pukul 1 dini hari supaya saya bisa merasakan dan melihat sunrise di puncak Bromo. Perjalanan pun ditempuh dari bescamp mengunakan mobil jeep selama kurang lebih 3 jam perjalanan.

Moda transportasi sampai di tempat melihatnya sunrise Gunung Bromo pada umumnya menggunakan mobil jeep, tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat lainnya. Setelah sampai di tempat pemberhentian mobil jeep traveler pun harus trakking ke puncak selama 30 menit.

Untuk sampai ke tempat dimana traveler bisa melihat matahari terbit sekaligus Melihat puncak Gunung Bromo yang separunya ditutupi oleh lautan awan, traveler harus melewati jalanan menanjak dari tempat parkiran mobil jeep. T api bagi traveler yang tidak kuat untuk bejalan menanjak tidak usah khawatir, karena disini banyak yang menjualkan jasa transfortasi berupa menaiki kuda untuk tarifnya traveler bisa menego saja dengan orang yang penyedia jasa.

Traking naik pun belu m sampai disini saja. Setelah menaiki kuda, traveler pun harus menaiki beberapa anak tangga untuk sampai di atas, dan diusahakan jam 4 pagi harus sudah sampai di atas, supaya momen matahari terbit tidak ketinggalan.

Setelah melihat matahari terbit, traveler bisa kembali ke mobil jeep untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan Gunung Bromo. Di sini pengunjung bisa menaiki puncak Gunung Bromo dan bisa melihat kawah Bromo. Selain itu di sini juga traveler bisa menaiki kuda untuk sampai di puncak Gunung Bromo atau sekedar jalan jalan sekitar Gunung Bromo. Untuk tarif traveler harus pintar pintar menawar saja, untuk traveler yang tidak membawa makanan di kawasan bromo pun banyak pedangang yang menjajakan berbagai macam kuliner yang harganya sangat ekonomis.

Haripun beranjak siang, karena waktu yang tersedia sangat terbatas, saya dan rombongan pun setelah melihat kawah Bromo saya bergegas ke kawasan pasir berbisik. Tempatnya  tidak terlalu jauh dan satu arah dengan jalur pulang sehingga saya mencoba untuk duduk diatas jeep, rasanya seperti diblender (rerombang ambing) bagian pantat sangat berasa karna permukaan atap mobil jeep tidak rata berupa beberapa besi yang diperuntukan sebagai penyimpanan tas atau barang.

Sakit tapi rasanya luar biasa dan mengesankan. Setelah sampai lokasi pasir berbisik, traveler disuguhkan dengan hamparan pasir yang sangat luas dan teksturnya yang lembut, sehingga sekali kena angin langsung berhamburan. Untuk take foto sangat bagus seperti ala-ala di gurun pasir yang membedakan warnanya saja, pasir di Gunung Bromo berwana gelap berbeda dengan di gurun tapi tidak mengurangi nilai keindahannya.

Setelah dari lokasinpasir berbisik, saya melanjutkan perjalanan ke lokasi bukit teletubis, yang tadi dihadapkan dengan hamparan pasir sekarang dihadapkan dengan padang savana yang hijau serta berbukit yang di belakangnya banyak pegunungan yang berbaris, mantap.

Walaupun kemarin kemarin sempat dilanda musibah kebakaran di lokasi ini, sekarang rumput rumputnya beranjak tumbuh kembali dan warna hijau pun mendominasi. R asanya ingin berbaring dibawah teriknya matahari, dan mengambil video seperti di film film India.  Nah bagi traveler yang mau mengunjungi kawasan Gunung Bromo alangkah baiknya melihat musim dahulu, karena kalau memasuki musim penghujan semuanya tidak bisa dinikmati secara optimal.

Sebagai traveler sejati dan warga negara yang baik, kita sepatutnya menjaga kelestarian alam dan kebersihan kawasan wisata. Jadi bagi traveler yang mengujungi kawasan wisata bawalah kembai sampahnya atau uang pada tempatnya. Dan jangan membuang puntung rokok di sembarang tempat.

Kalau sudah terjadi kebakaran siapa yang dirugikan? Jadi sebagai traveler yang baik harus dan wajib menaati peraturan yang berlaku, selain dari permasalahan tersebut, saya punya beberapa tips yang wajib traveler ketahui.

Pertama, traveler wajib mebawa baju hangat dan sarung tangan supaya tidak kedinginan saat mengunjungi kawasan Bromo. Kedua memakai masker mulut dan hidung karna di sana lokasinya kebanyakan padang pasir sehingga debunya tidak menutup kemungkinan terhirup. Ketiga pada musim hujan seperti ini traveler harus membawa obat pereda atau pencegah masuk angin, seperti saya.

Saya ketika berpergian sering membawa Tolak Angin untuk mengatasi masuk angin yang praktis, obat masuk angin yang memiliki beberapa varian rasa dan bentuk. Ada berbentuk permen atau obat cair, kalau saya lebih menyukai yang cair karna cepat meresap ke dalam tubuh dan cepat menghangatkan tengorokan. Dan jika sudah merasakan gejala masuk angin yang ditandai dengan, kepala pusing, bersin bersin, perut kembung dan hidung tersumbat langsung saja minum Tolak Angin. Masuk angin orang pintar ya tolak angin obatnya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED