Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 09 Des 2018 08:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Sunrise Bromo & Liburan yang Takkan Terlupa

maruhiru
d'travelers
Foto 1 dari 5
Matahari terbit Gunung Bromo
Matahari terbit Gunung Bromo
detikTravel Community - Menikmati sunrise di Penanjakan Bromo begitu memanjakan mata. Selain itu, banyak spot lainnya yang sayang dilewatkan.

Gunung Bromo di Jawa Timur setinggi 2.329 mdpl, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bagi penduduk sekitar Gunung Bromo, Suku Tengger, Gunung Bromo dipercaya sebagai gunung suci, kita dapat menjumpai pura di kaki gunung.

Nah, sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan ke Bromo, tiba-tiba teman dari Makassar tidak bisa ikut karena mendadak suaminya akan pindah tugas, ditambah lagi ada 1 anak yang batal ikut karena tidak dapat izin ortu.

Akhirnya tinggal kami berempat aku, 2 teman kerja, dan 1 saudara teman kerjaku. Sebenarnya aku sudah pernah ke Bromo skitar 6 tahun lalu bersama keluargaku, tapi kali ini aku pergi bersama teman-temanku. Jadi aku tetap antusias. Tibalah hari-H.

Perjalanan pun dimulai. Kebetulan supir sekaligus tour guide adalah temannya temanku masih muda, jadi seru perjalanan kami sambil ngobrol. Saat tiba di Pasar Tumpang kami berhenti sejenak dan bertemu dengan rombongan travel yang lain. Kemudian melanjutkan perjalanan melalui Poncokusumo.

Mulai memasuki kawasan Bromo kami berganti mobil jeep, dan saat kami keluar dari mobil, wow dinginnya benar-benar menusuk tulang dan Masya Allah saat melihat ke langit bintang-bintang sungguh indah sekali, sayangnya kamera kami tak dapat mengabadikan bintang malam itu.

Kami memasuki mobil jeep dan siap melanjutkan perjalanan menuju puncak Pananjakan, tempat untuk melihat matahari terbit. Puncak Pananjakan adalah tempat tertinggi untuk melihat matahari terbit di Bromo, sehingga jika kalian mau kemari setidaknya jam 03.00 atau 03.30 kalian sudah tiba di sini.

Jika sudah penuh maka kalian akan susah mendapatkan spot di sini. Tapi jangan khawatir masih ada 3 spot lagi untuk melihat matahari terbit, ada Bukit Kingkong, di bawahnya lagi ada Bukit Cinta, dan spot terakhir adalah Bukit Dingklik.

Dalam perjalanan menuju puncak Pananjakan, jalannya berliku-liku dan mambuat pusing. Saking lelahnya kami pun tertidur di jeep. Beberapa saat kemudian kami tiba di Penanjakan, turun dari mobil aku merasa agak mual dan segera mencari kamar mandi, matahari terbit sekitar pukul 05.00 pagi.

Di puncak Penanjakan banyak warung, tempat menjual pakaian hangat atau ada pula yang menyewakan, serta ada musala dan beberapa toilet. Tiba saatnya untuk melihat matahari terbit kami mendaki untuk menuju tempat yang lebih tinggi sehingga dapat melihat matahari terbit dengan baik, akan tetapi di tengah perjalanan aku mual kembali dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak lanjut dan menunggu di bawah saja.

Aku kembali ke warung dan membeli teh hangat. Kemudian aku mencari Tolak Angin dalam tasku. Setiap traveling aku selalu membawa Tolak Angin untuk mengatasi masuk angin saat sedang traveling.

Aku melihat matahari terbit di dekat warung, meskipun nggak lihat dari puncak tapi Masya Allah, ciptaan Allah sungguh indah. Melihat matahari terbit dan perlahan-perlahan naik. Masya Allah benar-benar indah meskipun sendirian liat di sini.

Selanjutnya saya dan teman-teman menuju tempat berikutnya, gurun pasir Bromo. Kami mengabadikan beberapa momen di sini sebelum lanjut untuk menuju kawah. Untuk menuju kawah ada 2 cara, jalan kaki atau menaiki kuda. Kami memilih untuk berjalan kaki, benar-benar melelahkan mendaki di gurun pasir. Setelah menaiki beberapa anak tangga kami tiba di puncak kawah.

Setelah puas melihat kawah kami turun dan mencari sesuatu untuk mengisi perut kami. Setelah makan bakso kami menuju rute berikutnya yaitu Pasir Berbisik. Di sini saat hembusan angin mengenai pasir akan menimbulkan suara seperti bisikan sehingga disebut Pasir Berbisik.

Setelah mengabadikan momen di sini kami lanjut ke Bukit Teletubbies, tempat spot foto hits di Bromo. Lalu kami mengakhiri perjalanan di Bromo dan kembali ke rumah temanku. Perjalanan yang saat malam gelap sekali ternyata saat pagi kami bisa melihat persawahan yang rapi dan indah, berbagai macam sayuran seperti kubis dan kentang.

Nah kalau mau ke Bromo yang perlu disiapkan:
1. Karena udara di sini dingin banget, jadi pakai baju tebal berlapis-lapis, jaket tebal, syal, sarung tangan
2. Pakai sepatu yang nyaman, seperti sepatu hiking
3. Bawa masker, saat mengunjungi kawah dan berjalan di padang pasir, angin tiba-tiba bisa menyambar pasir dan mengenai kita
4. Pakai sunblock, karena meskipun udara dingin mataharinya tetap mengenai kulit kita dan juga lipbalm untuk bibir kita biar tak pecah-pecah
5. Bawa obat-obatan pribadi, minyak angin dan Tolak Angin jangan lupa untuk mengatasi masuk angin
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED