Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Des 2018 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Sisi Lain Wayag yang Orang Jarang Tahu

Keiko Silalahi
d'travelers
Foto 1 dari 4
Sisi lain Wayag
Sisi lain Wayag
detikTravel Community - Liburan ke Raja Ampat, tentunya tak lengkap tanpa mampir ke Wayag. Selain yang sering dipotret traveler, Wayag juga punya sisi lain yang jarang diketahui.

Terbius dengan pesona Raja Ampat. Ketika pemerintah mengumumkan untuk menambah jumlah hari cuti Bersama, aku tergoda tawaran teman untuk menjelajahi destinasi yang paling fenomenal di Indonesia itu.

Awalnya aku sempat ciut karena pasti pergi ke Raja Ampat itu mahal dalam segala akomodasinya. Ternyata, aku salah sama sekali. Untuk tiket pulang pergi ke Sorong, ibukota Papua Barat, aku mengeluarkan sekitar 6 juta rupiah. Sebenarnya hanya sekitar 4 juta rupiah saja karena 2 juta itu merupakan tiket yang hangus karena aku dan teman salah waktu penerbangan.

Ini bisa jadi pengalaman teman-teman sekalian, karena penerbangan ke daerah timur Indonesia itu seramai penerbangan ke barat Indonesia. Teman-teman wajib benar-benar memperhatikan waktu terbang.

Waktu itu saya mengambil tanggal 10 juni tengah malam. Saya mengira kalau penerbangan itu adalah tanggal 10 Juni pukul 24.00 atau tanggal 11 Juni dini, hari padahal itu sebenarnya itu berarti tanggal 10 Juni dini hari. Ini penting sekali untuk dicermati, teman.

The show must go on. Apapun yang terjadi, harus tetap pergi ke Raja Ampat karena semua persiapan sudah lengkap.

Sebagai informasi saja, kepulauan Raja Ampat ini memiliki 610 pulau dan memiliki 4 kepulauan yang besar yaitu Waigeo, Salawati, Misool dan Batanta yang masuk dalam kabupaten Raja Ampat dengan ibukotanya Waisai.

Jadi, setelah dijemput oleh tim pemandu wisata, mereka membawa kami menuju Waisai menggunakan kapal cepat. Dari Waisai, kami masih harus berpindah ke kapal cepat lainnya menuju penginapan pinggir pantai.

Memang biasanya paket wisata memasukkan penginapan pinggir pantai ke dalam list mereka. Tapi jika teman-teman ingin menginap sesuai pilihan sendiri pun bisa kok. Harga penginapan pinggir pantai sekitar harga Rp300.000-jutaan rupiah, semua tergantung fasilitas yang didapatkan.

Cuaca terbaik berwisata ke Raja Ampat sekitar November hingga Februari, waktu saya dan teman pergi pada bulan Juni yang masih mengalami musim hujan. Cuaca ini hal yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan pergi ke Raja Ampat.

Saya hanya mengeksplor wilayah Kepulauan Waigeo saja di mana Piaynemo, Wayag, Teluk Kabui dan beberapa destinasi mainstream Raja Ampat lainnya berada.

Menurut saya, pengalaman paling berkesan adalah mendaki pulau Wayag karena Wayag adalah ikon Raja Ampat. Namun untuk menggapai momen terbaik di Raja Ampat itu tidaklah semudah yang saya bayangkan.

Kala itu, hujan gerimis masih mengguyur wilayah pulau Wayag. Berbekal dengan tangga kayu yang tipis dan ringkih, kami harus menyeberangi perahu menuju pijakan pertama bukit itu.

Awalnya nyali saya sangat ciut karena selain kuatir licinnya medan pendakian akibat hujan juga karena ternyata bukit tersebut memiliki kemiringan hampir 45 derajat, kira-kira segitu.

Namun, karena semangat dari teman-teman yang lain dan keinginan untuk mendapatkan momen berharga selama di Raja Ampat, adrenalin saya bergejolak. Harus bisa dan pasti bisa, saya selalu membatin seperti itu.

Pendakian ini seperti pendakian gunung tinggi, bukan hanya peralatan yang lengkap saja yang dibutuhkan tetapi mental dan stamina yang kuat juga. Karena baru setengah jalan, saya sudah ngos-ngosan mendaki bukit Wayag tersebut.

Momen pendakian Wayag ini tidak akan pernah saya lupakan. Bayangkan saja, di saat-saat gerimis, kami harus tetap mendaki, memilih batu-batu koral yang tajam untuk dijadikan pijakan, mental untuk tetap maju melangkah ( karena jika sudah ke atas, tidak boleh berpikir untuk turun ), menahan sakit akibat tergores batu koral.

Sungguh adrenalin inilah yang menjadi pemacu diri saya untuk tetap melangkah walaupun napas sudah terengah-engah. Perjuangan terbayarkan. Pemandangan super menakjubkan dilihat dari puncak Wayag. Rasanya sudah terlupakan proses pendakian tadi.

Namun, perjuangan belum berakhir. Ada naik, ada turun. Setelah menaiki bukit sudah memberikan persoalan sendiri, menuruni bukit lebih memberikan persoalan. Karena bukit tersebut langsung menuju laut di pulau Wayag tersebut, maka kami disarankan untuk membalikkan badan saat menuruni bukit.

Saya katakan, proses penurunan ini jauh lebih memberikan PR karena jauh lebih susah untuk memilih-milih batu koral untuk dijadikan pijakan. Resiko saat menuruni bukit lebih besar ketimbang saat menaiki bukit.

Jujurnya, saya sangat bersyukur bisa menuruni bukit Wayag tersebut dengan minor goretan dari batu-batu koral itu. Bayangkan saja, selama menaiki dan menuruni bukit, gerimis senantiasa menemani kami. Itulah yang menjadi sedikit kekuatiran, takut licin, takut jatuh.

Namun, saya tidak pernah takut akan basahnya tubuh akibat hujan gerimis itu karena saya sudah menyediakan dan membawa Tolak Angin cair dalam tas saya.

Saya selalu mempercayakan Tolak Angin dalam mengatasi masuk angin karena memang khasiatnya yang tidak diragukan lagi. Saya membawa sekitar 10 sachet Tolak Angin cair sebagai persediaan selama lima hari di Raja Ampat.

Jadi begitu, sampai di bawah, di kapal, saya langsung meminum Tolak Angin cair tersebut supaya stamina tetap terjaga sampai perjalanan berakhir.

Ada pelajaran berharga yang saya dapatkan dari Wayag ini, bahwa jika sesudah memulai sesuatu maka teruskanlah hingga selesai. Hasil terbaik (pemandangan indah Wayag) itu membutuhkan perjuangan keras dan percayalah kepada diri sendiri serta jangan takut kepada tantangan.

Buat kalian yang merasa ragu untuk berwisata ke Raja Ampat. Jangan ragu untuk menabung dan mencari paket-paket wisata yang sesuai dengan kemampuan kantong kalian.

Karena saat ini saja sudah banyak paket banyak paket wisata Raja Ampat yang menyediakan harga dan paket bagus, jadi mimpi ke Raja Ampat bukanlah mimpi belaka.

Namun, teman-teman juga harus pintar-pintar membaca dan memilih paket wisata dari agen-agen wisata tersebut. Prinsip ada harga, ada rupa berlaku dalam hal ini.

Selamat berlibur!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED