Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Des 2018 10:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Serunya Menantang Adrenalin di Gunung Merapi

Mariana Malau
d'travelers
Foto 1 dari 5
Awan putih menutupi Gunung Merapi, bagai lukisan nyata.
Awan putih menutupi Gunung Merapi, bagai lukisan nyata.
detikTravel Community - Wisata Lava Tour Merapi jadi pilihan bag traveler saat liburan ke Yogyakarta. Seperti ini serunya menantang adrenalin di sana.

Setibanya di kawasan Gunung Merapi, hawa sejuk dan terik menghembus bersamaan. Sejauh mata memandang, rerumputan hijau telah tumbuh dan bersemi kembali seperti sedia kala, tapi tidak pada area-area tertentu di kawasan Gunung Merapi.

Perjalanan kami dimulai dengan menaiki bus ke Kawasan Gunung Merapi dan turun di sebuah rumah tempat penyewaan Jeep yang khusus membawa wisatawan berkeliling kawasan Gunung Merapi.

Beberapa pilihan perjalanan atau ziarah Merapi tersedia. Dari berkeliling kawasan Merapi saja, atau dapat ditambah dengan rumah saksi meletusnya Gunung Merapi, sampai plus dengan menyambangi rumah Mbah Marijan, Sang Juru Kunci Gunung Merapi yang telah meninggal dalam kejadian erupsi Gunung Merapi.

Semakin banyak tempat singgah yang disambangi, semakin mahal harga sewa Jeep tersebut. Maka, saya memilih rute perjalanan Kawasan Gunung Merapi dan Rumah Saksi meletusnya gunung tersebut.

Seperti biasa, karena Jeep yang dikendarai adalah kendaraan terbuka maka sebelum mulai bertualang, saya wajib minum Tolak Angin yang akan menjaga stamina tubuh saya yang akan tergoncang-goncang selama di perjalanan.

Selain menjaga stamina, Tolak Angin juga akan mengatasi masuk angin karena saya orangnya mudah masuk angin tapi selalu ingin bertualang.

Jeep dinyalakan, satu rombongan yang terdiri atas 6-7 orang pun mulai berangkat. Lanskap tanah di kawan Gunung Merapi yang berbatu dan terjal membuat Jeep bergoyang dan berguncang ke sana kemari.

Wah, seperti ikut perlombaan Off Road dengan lahan kering. Lanskap yang semua tanah dan batu, berganti menjadi bebatuan yang terjal dan kami diminta berpegangan. Makin menambah keseruan perjalanan kali ini.

Tibalah kami di salah satu sisi merapi yang bebatuannya dikeruk oleh alat pengeruk. Mungkin beberapa tambang resmi diberikan hak untuk melakukan pertambangan. Pantas saja karena ketika erupsi, Gunung Merapi juga memuntahkan bebatuan dan tanah bermineral tinggi.

Tak hanya sampai di sana, setelah selesai dengan sesi foto di dekat pertambangan, perjalan dilanjutkan ke Rumah Saksi yang berisi benda-benda sebagai bukti kedigdayaan erupsi Gunung Merapi.

Gelas kaca yang meleleh, termos auminium yang meleleh, TV yang meleleh, sepeda motor yang gosong serta beberapa tulang hewan yang ikut menjadi korban eruspsi Gunung Merapi. Di Rumah tersebut juga terdapat jam sebagai penanda kira-kira pukul berapa kejadian erupsi tersebut.

Tak hanya Rumah Saksi yang seperti Museum Saksi Erupsi, di sana terdapat juga banker bersejarah yang konon dijadikan tempat perlindungan oleh beberapa orang dari erupsi Gunung Merapi. Namun, karena suhu ketika erupsi itu berlangsung sangat panas maka orang yang bersembunyi di dalamnya ikut tewas.

Terkadang, masih terlihat awan yang menutupi Gunung Merapi mengingatkan kita bagaimana awan panas juga meluncur dari Gunung Merapi namun karena pemandu wisata selalu mengingatkan bahwa gunung ini telah aman maka kami tetap merasa nyaman.

Bila lelah dalam trip, beberapa warung makanan telah tersedia di seputaran banker. Kita dapat menikmati pisang goreng dan teh manis dengan harga Yogyakarta yang sangat bersahabat sambil dikipas angin sepoi-sepoi yang sejuk. Ah, Indonesia. Indahnya dirimu.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED