Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 17 Feb 2019 11:24 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Berwisata Sambil Belajar di Museum Bea Cukai Taiwan

Rita Pawestri
d'travelers
Foto 1 dari 5
Binatang yang diawetkan hasil sitaan kantor Bea Cukai Taiwan
Binatang yang diawetkan hasil sitaan kantor Bea Cukai Taiwan
detikTravel Community - Taiwan punya banyak tempat seru untuk dieksplor. Salah satunya adalah museum bea dan cukai, seperti apa?

Taiwan sangat perhatian terhadap masuknya barang dan jasa dari Negara lain. Sebuah museum bea cukai memberikan pengetahuan tentang peralatan, mekanisme dalam bea cukai, termasuk barang-barang hasil sitaan. Yang menarik, anjing pelacaknya. Seperti apa sih isi di dalam museum? Yuk kita intip!

Di masa Dinasti Ching, pasport tidak dipakai orang untuk bepergian ke luar negeri, melainkan untuk bukti mengimpor barang. Namun setelah 1944, paspor baru digunakan untuk orang bepergian ke luar negeri. Sementara untuk impor dan export barang, digunakan ijin ekspor dan impor.

Informasi semacam ini dapat dijumpai di custom museum atau museum beacukai, Taiwan.

Bea cukai sendiri telah didirikan sejak 1854 di masa Dinasti Ching sebagai upaya untuk mencegah penyelundupan namun juga untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional. Untuk transfer ilmu pengetahuan tentang kebeacukaian, didirikanlah Museum Bea Cukai.

Museum ini didirikan tahun 1987 letaknya di Taipei. Di bawah manajemen kantor bea cukai Taiwan, Museum ini didirikan sebagai tempat menimba ilmu mengenai kebeacukaian dan seluk beluknya.

Di museum ini kita bisa menjumpai berbagai macam barang selundupan ke Taiwan, seperti obat-obatan terlarang, barang terbuat dari bagian tubuh hewan, hewan langka, senjata, dll. 

Selain itu, pengunjung juga ditunjukkan perkembangan kebeacukaian Taiwan dari masa ke masa. Ini bisa dilihat dari berbagai peralatan yang digunakan dalam kebeacukaian, termasuk seragam karyawan, teknologi perkantoran, kapal patrol, mercusuar, dll. Dari barang-barang yang dipamerkan, terlihat berbagai mata uang dari Negara lain sebagai alat melakukan perdagangan dengan negara lain. Salah satunya adalah dari Indonesia. Lembaran uang kertas lima puluh ribu bergambar Presiden Suharto, dua puluh ribuan bergambar burung cendrawasih dan lima ratusan bergambar monyet terpajang di antara mata uang negara-negara lain.

Selain itu, di sini kita juga dapat menyaksikan miniatur mercusuar di beberapa pelabuhan di Taiwan. Ternyata bentuknya beda-beda lo! Mercusuar ini digunakan untuk mengontrol aliran masuk kapan asing. Taiwan memang sangat memperhatikan arus keluar masuk barang. Posisi Taiwan yang dikelilingi laut membuat pintu masuk orang asing dapat dari berbagai arah.

Hal menarik lainnya sekaligus menjadi kebanggaan Taiwan adalah adanya detector dog atau anjing pelacak. Maraknya penyelundupan barang di Taiwan mendorong otoritas Taiwan untuk menggunakan anjing pelacak. Anjing-anjing jenis Labrador ini beserta pelatihnya didatangkan dari Australian lho! Mereka dipekejakan untuk mendeteksi ada tidaknya barang yang dilarang pihak imigrasi. Maka jangan heran jika suatu saat Anda sedang di bandara internasional Taiwan, koper maupun Anda sendiri didekati oleh anjing.

Museum bea cukai ini tidak hanya memberikan informasi tentang sejarah kebeacukaian masa lalu di Taiwan tetapi mengenai sejarah kontemporer bea cukai.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Labuan Bajo dan Nomadic Tourism

Senin, 25 Mar 2019 20:35 WIB

Labuan Bajo masuk 4 destinasi super prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah. Nomadic Tourism pun dipilih untuk pengembangan pariwisata di sana.

MRT Jakarta Bikin Bangga

Senin, 25 Mar 2019 19:10 WIB

MRT Jakarta baru saja diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada Minggu (24/3), kemarin. Hari ini, masih antusias para penumpangnya dengan rasa bangga.