Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Mar 2019 14:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Air Terjun Haratai, Harta Suku Dayak Meratus

linardy
d'travelers
Foto 1 dari 5
Air terjun Haratai. Keindahan alam di Loksado.
Air terjun Haratai. Keindahan alam di Loksado.
detikTravel Community - Bagi Suku Dayak Meratus di Kalimantan, harta materi tak senilai dengan alam mereka. Di sana ada air terjun yang begitu disakralkan oleh mereka.

Loksado adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Indonesia. Loksado terletak di pegunungan Meratus merupakan salah satu daerah wisata alam sungai, air terjun, bukit Langara dan gua stalaknit Ranuan. Penduduk setempat adalah suku Dayak Meratus.

Dengan jarak tempuh lumayan jauh dan memakan waktu dari kota Banjarmasin ke desa Lokasdo, sebaiknya sahabat pembaca menggunakan kendaraan roda empat. Jam keberangkatan dari kota Banjarmasin usahakan jangan terlalu sore. Karena bila gelap memasuki desa Loksado tidak banyak lampu penerangan dan jalan aspalnya walaupun bagus namun berliuk liuk dengan naikan dan turunan yang terjal.

Bila sampai di lokasi banyak penginapan yang cukup terjangkau tapi juga ada yang mahal. Saya menginap semalam dengan harga 150.000 per kamar tanpa AC tapi dijamin tidak kepanasan. Suhu udara cukup sejuk.

Bangun pagi pemandangan tidak kalah indah. Kabut embun pagi masih menyelimuti desa Loksado dengan hutannya yang masih cukup banyak dan berada di daratan tinggi menyembul kabut memnciptakan siluet diantara cahaya. Di seberang penginapan sudah langsung bisa melihat sungai Amandit dengan aliran airnya yang cukup deras tapi tidak begitu dalam.

Aliran sungai Amandit dari hulu melewati desa Loksado mulai mengalir deras dengan dasar sungai berbatuan kerikil besar dan kecil, airnya jernih dan sejuk. Rumah penduduk di sisi sungai berdiri cantik diatas panggung terkena sinar matahari pagi.

Pagi hari Sabtu dan Minggu warga setempat sudah mulai sibuk dengan merapihkan dan mempersiapkan rakit bambu. Karena biasanya pada weekend banyak pengujung wisataan yang bisa ditawarkan untuk melakukan arung jeram dengan rakit bambunya. Sahabat pembaca yang suka arung jeram bisa menyewa rakit bambu yang disewakan oleh penduduk lokal seharga 200.000.

Tiba saatnya untuk memasuki jantung alam di Loksado yaitu menuju air terjun Haratai sekitar 8km dari lokasi penginapan. Perjalanan ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, karena jalannya harus melalui jembatan yang hanya muat untuk pejalan kaki atau sepeda motor.

Untuk berjalan kaki pasti bisa puas melihat lihat alam, tetapi akan makan waktu lama yaitu sekitar 1 jam. Tetapi untuk berkendara sepeda motor lebih asyik dan cukup cepat 30 menit plus bisa memacu adrenaline, jalurnya meliuk liuk jalan setapak mengikuti aliran sungai dan beberapa kali harus menyebrangi jembatan.

Hati hati buat yang berkendara sepeda motor jangan ugal ugalan karena jalan licin dan ada jembatan yang kondisinya cukup rapuh. Selain itu harus menghormati penduduk. Untuk ongkos sewa sepeda motor cukup sekitar 60.000.

Sepanjang jalan kami mengikuti pinggiran sungai yang alami dan indah sekali. Airnya begitu bening dan mengundang kami untuk ingin merendamkan kaki di dalam air. Sayang kami tidak membawa baju ganti, karena rasanya ingin berenang dan berendam.

Saat tiba di lokasi, sepeda motor harus diparkirkan dan ada seorang warga yang menjaga. Ongkos jaganya masih ramah dengan kantonglah. Untuk menemui air terjun Haratai harus berjalan kaki sekitar 100m dan turun ke bawah sampai aliran sungai. Suara aliran sungai deras sudah terdengar sangat berisik. Dan akhirnya tibalah kami.

Air terjun Haratai sangat indah sekali dengan ketinggian 20M, vegetasi dan alam sekitarnya yang masih alami membuat air terjun ini menjadi begitu indah.

Puas dengan air terjun ini bila anda berasa lapar ada warung yang menjual makanan di dekat warung ini dengan menjual makanan instant. Jadi tidak usah khawatir kelaparan. Tapi ya jangan buang sampah sembarangan.

Bila belum puas dengan hanya air terjun saja. Masih ada wisata alam lainnya yaitu gua stalaknit Ranuan dan bukit Langara. Untuk mencapai lokasi wisata tersebut, mau tak mau harus berjalan kaki. Pastikan waktu, perlengkapan dan fisik yang harus dipersiapkan. Karena perjalanannya wow sungguh jauh hampir 1 jam jalan kaki melalui bukit dan hutan.

Akhirnya perjalanan menuju dua wisata itu pun kami putuskan untuk dihentikan, berhubung besok hari kerja jadi tidak bisa menginap satu hari lagi dan hari sudah kesorean. Sebenarnya yang paling tepatnya fisik saya tidak kuat dan ngos ngosan.

Tiba saatnya kami harus pulang karena sudah semakin sore. Dan sore pun semakin ramai dengan kehadiran anak anak Desa Loksado yang bermain air di Sungai Amandit.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA