Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Mei 2019 17:57 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melihat dari Dekat Konservasi Penyu di Pulau Pahat, Anambas

Atmaja Suhendra
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pekerja Hulu migas  melepas ratusan tukik Penyu Sisik dan penyu hijau
Pekerja Hulu migas melepas ratusan tukik Penyu Sisik dan penyu hijau
detikTravel Community - Pulau pahat adalah pulau yang tidak berpenghuni dengan gugusan pantai pasir putih nan bersih. Ada konservasi penyu yang menarik untuk dikunjungi lho.

Jika Anda melalukan traveling atau berwisata ke Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, jangan lupa untuk singgah ke Pulau Pahat, salah satu Pulau dari 299 pulau yang dimiliki kabupaten Anambas. Untuk menuju Pulau Pahat, memerlukan perjalanan sekitar 45 Menit dari Tarempa, Ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas, dengan menggunakan boat.

Jangan lupa membawa kamera, makanan secukupnya, peralatan  renang dan snorkling karena lokasi ini sangat bagus untuk pengambilan spot bawah laut, dengan terumbu karang dan biota laut yang masih alami. Pulau pahat adalah pulau yang tidak berpenghuni dengan gugusan pantai pasir putih nan bersih.

Pulau pahat merupakan kawasan konservasi Penyu dan menjadi salah satu pulau terluas di kabupaten Kepulauan Anambas. Selain wisata bawah laut yang indah dan melihat pemandangan yang alami, Di pulau ini juga kita bisa melihat konservasi Penyu Hijau dan Penyu Sisik yang dilakukan oleh SKK Migas dan Premier Oil Natuna dengan tujuan menjaga ekosistem laut dan menjaga kelestarian Penyu.

Menurut Kepala Perwakilan Sumbagut, Avicenia Darwis, konservasi Penyu ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian industri hulu migas terhadap lingkungan dan bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat. "Kita bersama masyarat terus menjaga lingkungan di wilayah yang bersentuhan langsung dengan industri migas," ujar Avi. Di Pulau Pahat, secara alamiah puluhan Penyu Sisik dan Penyu Hijau bertelur pada malam hari, hingga menjelang pagi, biasanya bertelur di hamparan pasir putih pada Januari - April atau Mei-Agustus.

Dalam satu hari ada ratusan telur penyu yang dihasilkan, yang kemudian dirawat oleh warga, dibantu SKK Migas dan Premier Oil Natuna, agar menghasilkan anak-anak penyu (tukik) yang bisa hidup dan berkembang, sehingga ekosistem laut tetap terjaga. Untuk melihat proses bertelurnya penyu-penyu pada malam hari, ada baiknya Anda mendirikan tenda, sehingga proses bertelur penyu bisa kita lihat lebih dekat.

Ukuran Penyu Sisik atau Penyu Hijau di kawasan ini sangat besar, dengan diameter sekitar 60 sentimeter, penyu ini terlihat sangat kuat dan gagah. Di pulau ini juga Anda bisa menikmati kelapa hijau untuk menghilangkan dahaga usai melakukan snorkling. Namun, air bersih masih menjadi kendala utama di pulau ini untuk membilas atau mandi seusai melakukan snorkling. Selain pulau Pahat, pulau lain yang layak Anda kunjungi adalah pulau Durai, lokasi yang juga dijadikan tempat penangkaran Penyu dan ekosistem laut.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA