Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Jul 2019 14:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melihat Si Naga Purba Lebih Dekat

A. Maulana Nugraha
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pintu masuk di kawasan Komodo National Park
Pintu masuk di kawasan Komodo National Park
detikTravel Community - Inilah Naga Purba alias komodo. Mari melihat dan mengenalinya lebih dekat di Taman Nasional Komodo.

Pulau Komodo merupakan kepulauan yang letaknya berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara administratif termasuk kedalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Pulau komodo ini memiliki luas sekitar 390 kilo meter persegi, yang dihuni sekitar 1.500 ekor komodo.

Nah, selain di Pulau Komodo ini, hewan reptil tersebut bisa dijumpai di Pulau Rinca. Pulau Rinca ini mungkin lebih populer dibanding Pulau Komodonya sendiri dikarenakan luas pulau tidak begitu besar, sehingga kelihatannya hewan komodonya lebih banyak dan pemandangan pulaunya pun lebih indah.

Sedikit berbicara dari perjalanan saya saat mengunjungi Pulau Komodo lalu, saat perahu mulai bersandar di dermaga, kita melihat begitu indahnya pulau ini. Pulau yang ditutupi oleh pohon pohon yang rindang sehingga menjadi hutan tropis yang berudara sejuk.

Waktu itu saat saya sampai di Pulau Komodo, waktu menunjukan pukul sebelas siang di mana matahari sedang terik dan berada hampir di atas kepala. Setelah turun dari kapal, kurang lebih 100 meter dari dermaga terlihat gapura selamat datang di Taman Nasional Komodo, nah dari situ semua yang datang di Taman National Komodo diberi arahan dan dijelaskan peraturan yang ada demi keselamatan bersama. Karena sini, semua kadal besar ini dilepas secara bebas, jadi kita yang mengunjunginya mesti hati-hati.

Setelah diberikan arahan, semua pengunjung di bagi menjadi beberapa klompok yang dipimpin oleh satu orang pawang (tour leder) yang dibekali satu tongkat yang terbuat dari kayu, di mana memiliki fungsi untuk menghalau jika ada komodo datang.

Berbicara komodo, hewan yang menyerupai kadal ini selain memiliki badan besar, komodo juga memiliki air liur yang sangat berbahaya melebihi dari racun ular kobra, dimana sekali gigit aja air liur itu akan membekukan peredaran darah mangsanya yang menyebabkan terjadinya badan akan terasa membeku atau mati sehingga tidak bisa digerakan. Setelah mangsanya terkujur kaku, baru kadal besar ini mulai memangsanya, ngeri ya.

Saat berjalan tiba-tiba sang pemandu melihat seekor komodo yang sedang diam, walaupun dikatagorikan masih anakan, saya tetap perlu waspada karna takutnya yang lainnya berada tidak jauh dari saya yang siap menerkam.

Setelah itu saya dan rombongan berjalan kembali mencari hewan ini lagi yang lebih besar dari yang ini, dan tidak jauh dari tempat yang tadi, saya menemukan satu ekor rusa yang sedang makan rumput, ternyata selain ada komodo yang menghuni tempat ini, ada juga rusa yang mungkin menjadi makanan sang komodo, tapi tidak menutup kemungkinan ada hewan lain juga yang menghuni pulau komodo ini.

Nah, beberapa meter dari rusa tadi, saya melihat sebuah bangunan yang lumayan mewah jika dilihat di kawasan pulau ini, dan ternyata bangunan ini merupakan restaurant atau semacam tempat ngopi, wow keren ya!

Sambil makan atau minum melihat hutan yang rindang dan melihat komodo jika sedang kebetulan lewat sana. Tapi tetap ngerasa ngeri saja atau parno, kalau sewaktu-waktu sedang ngopi eh ada kadal besar ini di samping kita.

Tepat di samping dari sana terdapat dua ekor komodo yang sedang tidur, ukuran badanya yang lebih besar dari sebelumnya, kemungkinan komodo ini termasuk komodo dewasa. Selagi lagi diam, saya dan teman yang lain bergantian mengambil foto kece, ternyata pemandu yang mandu saya di pulau komodo ini cukup handal ambil gambar, walaupun jarak yang agak terlalu jauh tapi dia bisa ambil gambar seolah olah saya bisa memegang kadal besar ini.

Oh ya, bagi yang memiliki luka yang menimbulkan darah keluar atau wanita yang sedang datang bulan mungkin saat berkunjung mesti ektra hati hati. Sebab, penciuman komodo sangat bagus, kalau memungkinkan bisa ikut tapi mesti didampingi sama pemandu atau tidak ikut berjelajah.

Soalnya waktu saya berkunjung saat itu salah satu teman saya kebetulan sedang datang bulan tapi tidak bilang ke pemandu jadi saat pengambilan foto dia tidak sengaja lewat komodo yang sedang tidur. Alhasil komodo itu bangun dan berjalan mengikuti teman saya.

Kemudian setelah itu pemandu menyuruhnya teman saya itu berdiri menjauh dari komodo dan posisinya mesti di belakang komodo, supaya angin yang bertiup tidak membawa aroma darah ke depan komodo. Setelah kejadian itu saya paham bagaimana peraturan itu dibuat untuk keselamatan bersama. Waktu pun menujukan pukul satu siang, dan foto yang diambil pun sudah lumayan banyak yang diambil dan kita bergegas kembali keluar dan balik ke kapal.

Perjalanan di Pulau Komodo ini akan menjadi suatu pengalaman yang berharga dan bisa mengetahui bagaimana ganasnya kadal besar ini, jadi tidak hanya bisa melihat dari TV atau media lainnya melainkan sudah pernah melihat langsung ke habitanya asli, akhirnya saya bisa berkunjung juga dimana Pulau Komodo ini menjadi salah satu tempat yang saya ingin kunjungi.

Seperti Dubai, berawal kota yang berada di daerah gurun pasir dan sekarang menjadi kota metropolitan dengan berbagai keindahan yang luarbiasa disetiap sudut kota, mulai dari gedung-gedung pencakar langit, hotel di tanah reklamsi yang berbentuk pohon palem, serta fasilitas-fasilitas publik yang dibangun membuat kagum setiap mata memandang, siapa yang tidak mau merasakan hal tersebut, seperti saya mungkin itu salah satu alasan mengapa saya ingin sekali bisa berkunjung ke Dubai.

Andai jika saya mendapatkan kesempatan bisa berkunjung ke Dubai, saya akan mencoba keberanian saya dengan bermain skydiving dari atas Palm Jumeirah, atau mencoba bermain ski di negara yang mayoritas gurun pasir, dan semoga saja ada kesempatan bisa berkunjung dan mewujudkannya di Dream Destination.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA