Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Jul 2019 11:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Begini Wujud Situs Megalitikum Terbesar di Indonesia

Muchamad Irfan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Tumpukan Batu megalit Gunung Padang
Tumpukan Batu megalit Gunung Padang
detikTravel Community - Gunung Padang disebut-sebut sebagai Situs Megalitikum terbesar di Indonesia. Sampai sekarang, belum terungkap misteri di balik Gunung Padang.

Budaya Megalithikum adalah kebudayaan dengan ciri khas batu /susunan batu-batu tersebar di suatu kawasan yang luas. Walaupun kadang bentuknya seperti batu biasa, namun bila diperhatikan batu-batu tersebut telah dibentuk.

Walau bentuknya masih kasar, tapi lebih menyerupai hewan/manusia atau gabungan keduanya. Bentuknya bisa juga obyek yang belum bisa ditentukan. Ukurannya bisa sangat besar dan berat, bahkan relatif kecil. Terkadang batu-batu tersebut terserak begitu saja atau bisa juga memiliki pola yang khas.

Kebudayaan megalitikum di indonesia berhubungan erat dengan kepercayaan animisme dan dinamisme yang berkembang Di Indonesia. jauh sebelum masuknya agama Hindu, Budha, Islam dan Kristen Katolik dan Protestan ke Indonesia. Agama-agama itulah yang telah meninggalkan bangunan ibadah, tempat tinggal, istana dengan gaya arsitektur masing-masing yang telah memperkaya kebudayaan Indonesia.

Di Indonesia, terdapat banyak lokasi peninggalan kebudayaan megalitikum. Khusus di Jawa Barat, terdapat kawasan berisi peninggalan megalithikum yang dipercaya yang terbesar dan terluas di Asia Tenggara. Apalagi kalau bukan Gunung Padang.

Dari penelitian arkeologi, diperkirakan batu megalith yang berada di sini telah berumur lebih dari 3000 tahun. Gunung Padang terletak di daerah Warungkondang yang terletak antara Sukabumi dan Cianjur.

Rute Menuju Gunung Padang

Kami berkendara dari Jakarta menuju Gunung Padang rute yang kami tempuh jalan tol Jakarta-Bogor. Bila kita berangkat dari Jakarta menggunakan kendaraan pribadi dibutuhkan waktu sekitar 4,5 jam hingga sampai ke tempat tujuan.

Selepas dari pintu tol, kami menuju kawasan Sukabumi. Dalam perjalanan, kami melewati Monumen Palagan Bojong Kokosan yang menjadi saksi perjuangan bangsa dan rakyat Indonesia melawan tentara sekutu di tahun 1945.

Jalan di kawasan Sukabumi cukup bagus. Sepanjang perjalanan kita dapat menikmati hijaunya pepohonan dengan jalan berkelok-kelok di kawasan pegunungan dengan pemandangan yang indah. Saat memasuki daerah Warungkondang di perempatan Jl Cikancana, tepatnya di Jl Raya Negara, terdapat plang penunjuk kawasan Megalithikum Gunung Padang.

Setelah tiba di lokasi, pengunjung akan menaiki sebanyak 286 anak tangga setinggi 185 meter yang terbagi atas 5 tingkatan. Luas komplek bangunannya sendiri mencapai 900 meter persegi dan luas areal situs mencapai 3 hektar.

Gunung Padang dianggap sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat saat itu sesuai ajaran animisme, dinamisme dan kepercayaan leluhur yang sudah eksis jauh sebelum masuknya ajaran agama ke Indonesia. Diperkirakan situs ini berasal dari masa 2000 tahun SM. Ini diperoleh dari penelitian umur batu megalith yang ada di lokasi.

Gunung Padang memang telah menyita perhatian peneliti dari berbagai instansi sejak penemuannya tahun 1979 yang dimuat oleh N.J. Krom dalam bukunya 'rapporten van den oudhei kundingen dients in nederlandsch-indie 1914'. Namun sayang, riset tidak dilanjutkan dengan mendalam. Setelah itu, hingga akhirnya informasi tersebut terlupakan.

Legenda Gunung Padang

Suatu ketika, Prabu Siliwangi, Raja Terbesar Kerajaan Pajajaran, hendak membangun istana megah yang direncanakan berlokasi di dataran pegunungan yang terletak di kawasan yang disebut Cianjur sekarang.

Prabu Siliwangi hendak membangun istana tersebut hanya dalam 1 malam saja dengan bantuan tentara dari dunia gaib. Dalam waktu singkat, istana yang megah hampir terwujud. Sayang pagi terlalu cepat datang, yang mengakibatkan tentara gaib terpaksa meninggalkan istana yang belum jadi tersebut.

Dengan perasaan kecewa dan putus asa, Prabu Siliwangi mengobrak-abrik istana yang hampir selesai tersebut, sehingga yang tersisa dari istana megah tersebut adalah tumpukan-tumpukan batu yang berserakan di area yang luas.

Karena istana ini terletak di tempat tinggi, maka masyarakat sekitar menyebutnya Gunung. Istana tersebut tidak jadi karena terbitnya mentari pagi, sehingga alam menjadi terang benderang, maka disebut Padang. Situs ini kemudian terkenal dengan nama Gunung Padang.

Di Gunung Padang terdapat Batu Gendong. Dinamakan Batu Gendong karena ada kepercayaan, barangsiapa yang dapat mengangkat Batu Gendong maka segala cita-cita dan keinginannya akan terwujud. Ada juga Batu Tapak Macan, dimana ada cetakan mirip tapak kaki macan di batu tersebut. Ada pula Batu Musik karena bila kita pukul, akan timbul suara nyaring mirip nada musik.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED