Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Agu 2019 13:32 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pertama Kali ke Jepang, Wajib Kunjungi Osaka

Foto 1 dari 5
Dotonburi river night view
Dotonburi river night view
detikTravel Community - Buat traveler yang baru pertama kali pergi ke Jepang, rasanya wajib mengunjungi Osaka. Kota ini punya banyak destinasi, dari belanja sampai kuliner. Sugoi!

Ketika menentukan negara destinasi tujuan untuk traveling, tentu kita juga menentukan tempat mana saja yang akan kita kunjungi. Bagi saya sendiri yang juga baru pertama kali mengunjungi 'Negeri Matahari Terbit, atau yang lebih akrab disapa Jepang, daftar prioritas untuk destinasi yang akan dikunjungi sudah wajib hukumnya.

Di antara sekian banyak tempat, Osaka menjadi salah satu prioritas, terutama untuk traveller yang baru pertama kali akan menginjakan kakinya di sini. Kenapa Osaka?

Well, selain sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Jepang setelah Tokyo, Osaka yang terletak di Kansai ini juga dijuluki sebagai 'dapur nasional' yang menawarkan kuliner khas Jepang yang unik dan juga enak, seperti kushikatsu, okonomiyaki, takoyaki, udon, kepiting (kanidoraku), bahkan sampai makanan ekstrim seperti fugu fish sashimi atau ikan buntal.

Selain itu, salah satu theme park yang ramai dikunjungi turis lokal maupun mancanegara pun ada disini. Ya, Universal Studios Japan. Selain itu, Osaka juga merupakan salah satu surga belanja yang menjadikannya salah satu destinasi yang tidak bisa saya lewatkan begitu saja.

Tempat seperti Shinsaibashi-suji Shopping Street, Tenjibashisuji, Amerika-mura adalah beberapa area shopping street yang menawarkan pengalaman belanja dari yang bersifat tradisional sampai outlet-outlet barang bermerek. Masih banyak lagi yang bisa ditawarkan Osaka bagi para traveler sehingga sayang apabila kota ini terlewatkan begitu saja.

Saya dan teman-teman traveling saya mengunjungi Osaka saat musim semi tahun ini untuk melihat sakura bermekaran. Namun sayangnya, tidak semua sakura di area Osaka sudah bermekaran. Padahal menurut perkiraan, di akhir Maret sampai awal April, sakura akan mulai bermekaran di daerah Osaka.

Untuk teman-teman yang ingin merencanakan bepergian di musim sakura, ada baiknya terlebih dahulu mengecek perkiraan tanggal "cherry blossom", sehingga bisa memaksimalkan pengalaman menikmati bunga sakura.

Jadi, kemana saja saya selama di Osaka? Untuk generasi milenial seperti saya (hehehe), tentu saja theme park andalan di Osaka ini menjadi salah satu destinasi 'wajib'. Menikmati ride attraction seperti roller coaster, theater show, stage show, dan parade selama satu hari penuh di Universal Studio Japan ini menjadi tantangan tersendiri, karena jumlah pengunjungnya pun tidak main-main.

Untuk wahana yang paling populer seperti Harry Potter and The Forbidden Journey, Spider-Man-The Ride 4K3D, dan Despicable Me Minion Mayhem, estimasi waiting time-nya bisa sampai 2-2,5 jam. Jadi untuk teman-teman yang berkunjung untuk benar-benar 'mencicipi' setiap ride attraction yang ada di sini siap-siap untuk berdiri cukup lama sepanjang antrean ya.

Akan tetapi, untuk yang siap merogoh kantung lebih dalam, bisa membeli express ticket untuk bisa masuk ke beberapa atraksi lebih cepat daripada antrian normal, atau ada juga VIP ticket untuk bisa masuk setengah jam lebih dahulu sebelum gerbang masuk utama dibuka.

Well, di sini saya terus terang tidak sanggup bersaing dengan pengunjung lainnya dan lebih memilih atraksi yang waiting time nya tidak terlalu lama, hahaha.

Thematic store dapat ditemukan di masing-masing area, dan untuk yang rela mengeluarkan uang atau menggesek credit card lebih, kostum penyihir masing-masing asrama seperti di film Harry Potter, gelas spesial butterbeer, Bertie Boot's Jelly Bean, aksesoris Minion, atau boneka Sesame Street bisa menjadi pilihan souvenir untuk dibawa pulang (kecuali butterbeer-nya ya). Benar-benar pengalaman yang melelahkan sekaligus menantang!

Setelah menghabiskan waktu hampir seharian di USJ, destinasi selanjutnya adalah tempat dimana kita dapat berjalan-jalan mencari makanan sambil berburu foto, Shinsekai. Area yang memiliki menara Tsutenkaku sebagai ikonnya ini menjadi salah satu area yang semakin hidup di malam hari dengan ramainya pengunjung dan restoran yang seolah-olah memamerkan lampu-lampu neon dan ikon raksasa unik yang terpajang di depan restorannya.

Penuh dengan konter makanan di sepanjang jalannya, rasanya sulit jika hanya menikmati satu hidangan saja saat disajikan begitu banyak hidangan disini. Di Shinsekai, saya merekomendasikan untuk mencoba kushikatsu, semacam sate (bisa berupa udang, ayam, sayuran, dan yang lainnya) tetapi digoreng dengan tepung.

Untuk kushikatsu, restoran Kushikatsu Daruma merupakan restoran yang paling sering direkomendasikan. Untuk takoyaki sendiri, Aji no Daimaru adalah salah satu stand takoyaki yang cukup eye-catching, dari penampilan gurita raksasa yang menjadi ikon di depan restorannya. Sedangkan untuk okonomiyaki, Tsuruhashi Fugetsu Shinseka menjadi tempat yang populer dan banyak diminati penduduk lokal maupun wisatawan asing.

Sebenarnya banyak stand untuk mencoba makanan khas Jepang tersebut di sekitar area Shinsekai, jadi apabila waktu yang dimiliki terbatas dan tidak mau menunggu terlalu lama, mungkin bisa mencoba di tempat lain yang tidak terlalu ramai.

Area lainnya yang menjadi semakin hidup di malam hari karena lampu neon dan menjadi surga bagi pemburu makanan dan pemburu foto selain Shinsekai adalah Dotonburi. Ya, menjadi salah satu tempat favorit bagi pengunjung dari berbagai negara bahkan oleh pengunjung lokalnya sendiri Dotonburi menjadi semakin ramai di malam hari.

Salah satu surganya pecinta makanan dan shopaholic, dan dengan ikon populernya Glico Sign, Dotonburi menjadi tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Osaka. Untuk para pecinta makanan yang lebih memilih untuk menghabiskan waktunya mencicipi segala macam kuliner yang ditawarkan, kalian akan kesulitan memilih, karena hampir semua makanan yang ditawarkan unik dan menggoda. Sebut saja dango, grilled crab, takoyaki dan okonomiyaki (lagi), mochi, gyoza, taiyaki, ice cream, dan masih banyak lagi seperti seolah-olah 'memanggil' dari kejauhan. Bahkan saya dan teman-teman travelling saya mudah tergoda dengan panggilan makanan tersebut.

Selain itu, banyaknya toko yang menjual oleh-oleh makanan akan membuat bagasi teman-teman cepat terisi penuh. Salah satu oleh-oleh yang menurut saya wajib dibeli adalah Cui-daore taro pudding, bisa dibilang seperti 'instant' caramel pudding, yang benar-benar membuat ketagihan bagi yang menyukai "sweet dessert". Disini juga dapat ditemukan Dotonburi River Cruise yang ditawarkan di sekitar Dotonburi river dekat Glico sign untuk menikmati pemandangan dari kanal Dotonburi.

Shinsekai dan Dotonburi menjadi tempat dimana kami banyak menghabiskan uang dan waktu untuk menjelajah dan menaklukan "dapur nasional" Jepang ini dengan mencoba berbagai macam makanan yang kami temukan di sepanjang jalan. Luar biasa!

Selain sebagai surganya makanan, Osaka juga menjadi surganya tempat wisata, sebut saja kuil yang dapat dengan mudah ditemukan di sudut kota Osaka. Salah satu kuil yang menarik yang kami kunjungi adalah Namba Yasaka Shrine. Lokasinya dekat dengan tempat kami menginap dan ikon uniknya berupa bangunan berbentuk kepala singa yang sangat besar dan pohon sakura yang tersebar di sekitar kuil menjadi daya tarik tersendiri.

Alam di negeri sakura ini juga tidak kalah hebatnya dengan bangunan-bangunan modern di kotanya. Sedikit berangkat ke utara Osaka, Minoh Park adalah salah satu spot wisata alam, hidden gem bagi para traveller yang ingin menikmati pemandangan alam di Jepang. Minoh Park adalah kawasan wisata alam dengan Minoh Waterfall sebagai ikon utamanya.

Perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai ikon utamanya sekitar 3 kilometer, tapi perjalanan jauh tersebut tidak terasa sulit karena pemandangan yang disajikan di sepanjang jalan, ditemani dengan suasana sejuk pegunungan, dan kuil-kuil, restoran, pertokoan, dan insektarium yang ada disini. Musim gugur adalah waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini, tapi saat musim semi pun tidak kalah hebatnya karena pohon sakura pun dapat ditemui disini. Disini kami juga mencoba snack wajib atau khas yang hanya bisa ditemukan di pertokoan lokal di sekitar Minoh Park, momiji tempura, yang adalah gorengan adonan daun maple yang mempunyai rasa dan tekstur yang unik. Sugoi!

Spot wisata lainnya yang terkenal di Osaka adalah Osaka Castle, Kema-Sakuranomiya Park, Mint Museum, merupakan spot sakura yang paling terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan. Sayangnya momen untuk mengunjungi tempat ini harus terlewatkan karena satu dan lain hal, dan karena ternyata sakura di tempat ini masih belum mekar dan masih berupa kuncup.

Untuk menikmati malam hari yang tersisa di Osaka, kami mengunjungi Umeda Sky Building. Pemandangan dari observatory di atas gedung sangat menakjubkan karena lampu-lampu kota Osaka yang bersinar di malam hari. Angin yang kencang dan dingin menjadi tantangan untuk tetap bertahan di observatory terbuka untuk berburu foto.

Masih banyak tempat-tempat lain yang ingin saya kunjungi di Osaka, tapi karena keterbatasan waktu dan tujuan lain, tidak semua tempat itu dapat saya kunjungi, dan akan menjadi list saya untuk kunjungan berikutnya. Bahkan saya dan teman-teman travelling saya merencanakan perjalanan ini tanpa menggunakan travel agent, sehingga lebih fleksibel dan bisa menentukan spot-spot yang ingin dikunjungi, terutama untuk saya yang ingin melakukan photo hunting dan membuat video travelling. Pengalaman ini benar-benar luar biasa menyenangkan, dan tentu saja saya ingin melakukannya lagi.

Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan saya untuk ke Dubai, karena Dubai merupakan salah satu tempat yang masuk dalam list travelling saya. Dubai memiliki banyak tempat wisata unik yang menarik, indah, berkelas, serba mewah dan megah, dan tidak dapat ditemukan di belahan dunia lainnya, sehingga menjadi target wisata dengan 'kelas' berbeda yang sangat saya nantikan.

Mengunjungi menara tertinggi di dunia, Burj Khalifa, menikmati pemandangan air mancur terbesar di dunia, Dubai Fountain, menikmati pemandangan di Miracle Garden, mengunjungi landmark kota Dubai, Burj Al Arab, eksplor bangunan dengan arsitektur kuno di Bastakia Quarter, memanjakan mata di Dubai Aquarium atau Underwater Zoo, menyusuri pantai Jumeirah dan Palm Jumeirah, melakukan sesuatu yang menantang seperti sand-boarding di Big Red, sky diving, atau ski di Dubai, dan tentunya berburu dan menikmati makanan otentik adalah hal yang ingin saya lakukan di Dubai.

Ada hal lainnya yang belum saya sebutkan dan harus saya lakukan di Dubai? Well, hit me!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA