Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 28 Jul 2019 08:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tak Perlu Waktu Lama Liburan ke Pulau Tunda

Foto 1 dari 5
Gardu Selamat Datang di Pulau Tunda
Gardu Selamat Datang di Pulau Tunda
detikTravel Community - Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memutuskan pergi liburan ke Pulau Tunda. Pulau cantik di Serang ini sungguh menarik untuk dikunjungi.

Siapa sih yang tidak pernah melihat di social media yang menawarkan open trip untuk berkunjung ke suatu pulau? Mengunjungi pulau sudah menjadi kegiatan yang sangat kekinian untuk pergi berlibur.

Selain melihat keindahan di pulau tersebut, pasti ada kegiatan snorkeling untuk melihat kehidupan ikan di bawah dasar laut. Apalagi dapat melihat ikan badut atau yang kerap dikenal sebagai ikan nemo dari salah satu film animasi yang terkenal merupakan kesempatan yang jarang didapatkan.

Tidak bisa berenang? tidak perlu khawatir, kegiatan snorkeling dapat menggunakan life jacket atau pelampung, jadi tidak akan tenggelam.

Salah satu tempat yang tidak boleh tunda untuk dikunjungi ketika ingin melakukan snorkeling adalah Pulau Tunda. Pulau Tunda terletak di pulau luar Jawa bagian timur dari provinsi Banten.

Untuk mencapai ke sana, kami harus berlabuh selama 2 jam menggunakan perahu dari pelabuhan Karangantu, Kabupaten Serang. Untuk masuk ke pelabuhan Karangantu cukup mengeluarkan Rp 1.000 sebagai tiket masuk ke pantai Gope yang juga terletak di pelabuhan Karangantu. Perahu yang digunakan merupakan perahu nelayan yang biasa digunakan untuk mencari ikan.

Keberangkatan dimulai pukul 09.30 WIB dari pelabuhan dan tiba di dermaga Timur Pulau Tunda pukul 11.30 WIB. Begitu sampai kami disambut dengan gardu 'Selamat Datang di Pulau Tunda' dan di sebelahnya ada kantor Desa Wargasara.

Ternyata di Pulau Tunda sendiri terdiri dari 2 desa, orang-orang di sana biasa menyebutnya Desa Barat dan Desa Timur. Satu setengah jam sebelum snorkeling kami manfaatkan untuk makan siang, shalat, dan mempersiapkan peralatan untuk snorkeling yang terdiri dari kacamata, kaki katak, dan life jacket.

Jangan heran, di sini kalian tidak akan mendapat signal untuk mengakses internet, apalagi untuk update di social media. Di siang hari pun tidak ada listrik,warga akan mendapatkan listrik di malam hari untuk lampu sebagai penerangan.

Spot 1 dan 2 untuk snorkeling terletak di pantai bagian barat, jadi kami perlu ke sana menggunakan perahu mengitari pulau. Yang pertama adalah spot Cemara 1, airnya sangat jernih dan tenang sekali, kedua hal tersebut menjadi keuntungan bagi yang ingin melakukan snorkeling. Ikan dan terumbu karang sangat terlihat jelas dari permukaan laut.

Di sini kami melihat ikan nemo dan ikan dori, temannya nemo. Warnanya yang sangat merah dari nemo sangat mencolok daripada warna biru laut, sehingga mudah ditemukan. Kalau ingin mencari ikan nemo, carilah di anemon, mereka memang tinggal di situ untuk menghindari dari bentuk ancaman, maka dari itulah disebut nemo.

Lalu, spot 2 yang letaknya tidak jauh dari spot 1, yaitu Cemara 2. Di sini gelombang laut masih sangat tenang. Pantulan cahaya sore matahari menyinari langsung ke bawah dasar laut. Di sini kami meilhat ikan buntal atau ikan nyonya puff yang ada di film animasi Spongebob Squarepants.

Setelah melakukan kegiatan snorkeling, pukul 16.00 WIB kami kembali ke penginapan untuk bersih-bersih dan melihat sunset di Jembatan Galau yang terletak di bagian Barat. Untuk menuju ke sana kami harus berjalan kaki kurang lebih selama 15 menit dari penginapan.

Jembatan ini dibangun pada tahun 2016, sayangnya sekarang jembatan ini sudah dalam keadaan miring atau tidak bagus, karena besarnya arus ombak yang menghantam kaki jembatan. Jadi, untuk kalian yang mau menaiki jembatannya harus berhati-hati melangkah.

Malam pun tiba, pukul 19.00 WIB, kami disuguhkan makan malam dengan ikan bakar dan gurita, itu merupakan perpaduan yang sangat cocok sekali untuk disantap di tengah pulau. Rasanya enak dan segar, karena sangat baru sekali diambil dari laut. Hari kedua pukul 08.00 WIB kami melakukan persiapan untuk snorkeling yang selanjutnya.

Spot yang ditawarkan ada 2, yaitu Batu Donat dan Labuan Baja. Spot 3 kami langsung menuju ke Batu Donat menggunakan perahu yang ternyata spotnya terletak tepat di depan Jembatan Galau. Kalau kalian sering melihat tulisan 'Wisata Bahari Pulau Tunda' di bawah dasar laut, di sini lah letak papan tersebut. Papannya sangat dalam sekali, jadi untuk kalian yang ingin foto bersama tulisan tersebut harus berani lepas life jacket, agar bisa menyelam ke bawah dasar laut.

Ombak yang sangat besar dan kegiatan snorkeling kemarin membuat badan terasa capek dan terpaksa harus memberhentikan kegiatan hari ini di sini, tanpa menuju ke Labuan Baja sebagai spot selanjutnya. Di perjalanan kembali menuju penginapan, Tuhan benar-benar menggantikan kegagalan kami ke snorkeling selanjutnya dengan memperlihatkan salah satu mamalia laut yang menggemaskan.

Iya benar, sekawanan lumba-lumba terlihat melompat-lompat di atas permukaan laut, mereka benar-benar melewati perahu kami. Sungguh hal yang sangat langka dalam perjalanan di atas laut, semua rasa capek ini terbayar sudah.

Setelah bersih-bersih dan makan siang, akhirnya kami pun kembali menuju pelabuhan Karangantu. Pukul 14.00 WIB kami mengucapkan selamat tinggal kepada indahnya Pulau Tunda. Melihat kehidupan dibawah dasar laut, melihat sunset di ujung jembatan, dan melihat sekawanan lumba-lumba merupakan liburan yang harus dibagikan kepada orang lain betapa indahnya seluruh isi dan cerita dari Pulau Tunda.

Bagi kamu yang ingin ke Pulau Tunda bisa mengikuti open trip yang suka diselenggarakan setiap weekend, cukup mengeluarkan uang Rp. 350.000,- bisa dihabiskan untuk bermalaman di Pulau Tunda. Jangan lupa, itu tidak termasuk perlengkapan snorkeling, 1x makan siang sebelum pulang, dan ongkos ke meeting point di Kabupaten Serang.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA