Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 29 Agu 2019 15:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Nusa Penida yang Selalu Mempesona

Junike M Polla
d'travelers
Foto 1 dari 5
Keindahan Broken Beach dibalik kisah asal muasalnya.
Keindahan Broken Beach dibalik kisah asal muasalnya.
detikTravel Community -

Bali tak cuma Kuta atau Ubud saja. Ada Nusa Penida yang selalu mempesona untuk dikunjungi traveler kalau liburan ke Bali.

Melihat ada promo tiket pesawat dan hotel yang murah ke Pulau Dewata, saya dan teman-temanpun tak berpikir panjang. Sikat gengs, gayaku saat menggoda mereka.

Tibalah saya dan teman-teman di Bandara Ngurah Rai, Bali pada malam hari dan kami memutuskan untuk istirahat di bandara dalam beberapa jam saja. Menjelang subuh berangkatlah kami menuju Pelabuhan Sanur menggunakan mobil pesan online.

Jalanan masih sepi kami pun tiba lebih cepat dari waktu yang sudah kami prediksikan. Langit masih gelap loket tiket pun belum ada satu pun yang buka. Sambil menunggu, kami pun mengecek kembali semua perlengkapan bawaan kami.

Jam menunjukkan pukul 07.00 disertai matahari yang baru kelihatan. Saya pun memutuskan untuk sarapan sebelum menuju loket tiket. Nasi Jinggo pilihan menu sarapan lokal yang murah meriah cuma 7.000 rupiah saja di sini.

Melihat para wisatawan mulai ramai berdatangan bergegaslah saya mencari tiket untuk kami berempat. Sebelum membeli tanya-tanya dulu harga tiketnya kadang suka ada yang beda. Dapatlah saya tiket PP Sanur - Nusa Penida - Sanur dengan kapal Idola express seharga 150rb rupiah/orang.

Ahh aman, dengan menyusuri pasir pantai para penumpang mulai memenuhi kapal yang siap berangkat. Kurang lebih satu jam tibalah kapal kami di Pelabuhan Sampalan, salah satu pelabuhan di Nusa Penida selain Toyapakeh.

Karena di sini pulau jadi udara panasnya lebih terasa, kami pun bersantai sejenak dan kembali memburu nasi jinggo yang kebetulan ada di salah satu warung di situ. Kami pun tak mau menyia-nyiakan waktu saat itu, sambil menikmati makanan kami mencari informasi tempat-tempat yang akan kami kunjungi ke warga lokal yang duduk bersama-sama kami. Tidak perlu malu karena warga lokal di sini ramah-ramah.

Berbekal semua info yang kami dapatkan siaplah kami untuk eksplore pulau cantik ini. Dari sini kami memilih menyewa motor untuk memulai perjalanan kami, masih lumayan murah Rp 150 ribu untuk 2 hari jadi kami sewa 2 unit motor.

Sesuai arahan beberapa warga, meluncurlah kami dengan motor ke arah barat nuspen. Kelingking Beach tempat pertama yang kami pilih.

Walaupun berpanas-panasan mengelilingi tempat ini saya tak habis-habisnya memuji alam yang diciptakan Sang Pencipta. Bentuk unik yang dimiliki pantai kelingking beach ini menjadikan pantai ini sangat dikagumi para pengunjung terlebih turis mancanegara.

Beruntunglah kita bertemu sapa dengan sang guide lokal yang sedang membawa tamunya itu dan beliau tidak keberatan mengabadikan foto untuk saya, hehe senangnya.

Puas menikmati area ini kamipun berpindah ke area pantai yang lain. Broken Beach yang juga berdampingan dengan Angel Billabong. Sejak dari area parkir motor saya mulai terpana dengan suasana dan pemandangan pantai ini.

Lokasi pantai ini memang tidak cocok bagi pengunjung untuk datang berenang karena debit ombak yang cukup deras. Sayapun mengurungkan niat turun ke lagoon karena air laut sedang pasang saat itu. Namun pesona pantai ini serasa membuat saya tidak ingin pergi dari sini.

Saya berencana untuk camping di lokasi ini namun hari makin sore dan kamipun belum mengeksplore Crystal Beach. Dengan musyawarah bersama maka kami memutuskan melanjutkan sisa hari kami ke Crystal beach dan camping di sana.

Namun sayang sore itu pengunjung tidak diijinkan untuk camping berhubung status waspada dari pemerintah karena kondisi pulau Lombok yang sering dilanda gempa susulan. Alhasil, kamipun hanya bermain sejenak dan berfoto menikmati senja sampai malam tiba membawa langkah kami ke sebuah homestay yang asri bergaya khas Bali.

Kembali kami pun siap mengeksplore bagian timur pulau ini. Pagi itu berat rasanya meninggalkan homestay karena tempatnya begitu nyaman , pemiliknya ramah dan baik, berada di area alam jauh dari pusat keramaian,sangat tenang sehingga tidak terlihat turis lokal satupun yang ada hanya turis mancanegara.

Namun ini hari terakhir kami,mau tidak mau harus bergegas berangkat pagi mengingat perjalanan ke arah timur lumayan jauh. Jarak yang kami tempuh menggunakan motor kira-kira sejam lebih dari titik homestay ke spot pertama Atuh Beach. Yang mau coba menggunakan kendaraan bermotor perlu hati-hati dan waspada ya, karena medan perjalanan yang sedikit ekstrim dengan tanjakan yang berkelok-kelok sempat membuat kami kaget loh.

Beruntung spot wisata disini sangat berdekatan jaraknya. Jadi sekali eksplore anda sudah bisa mengunjungi Atuh Beach, Atuh Cliff, Bukit teletubbies dan terakhir Rumah Pohon Molenteng dengan view pulau seribunya.

Jam menunjukkan hampir pukul 1 siang, kami harus bergegas kembali ke dermaga mengingat tiket balik ke Sanur jam 2 siang. Kamipun tiba di dermaga sebelum jam 2 dan menyerbu warung nasi setelah mengembalikan dan membayar motor sewaan di parkiran. Kenyang dengan nasi jinggo dan mie goreng, beranjaklah kami para penumpang menaiki kapal dan kembali ke pelabuhan sanur. Pantas saja pulau kecil ini begitu tersohor, keindahannya mampu memikat hati para wisatawan.

Mimpi destinasi selanjutnya adalah berkunjung ke Dubai salah satu kota tersohor di Uni Emirat Arab. Dengan memiliki destinasi-destinasi wisata yang nyentrik membuat Dubai menjadi salah satu tempat yang diimpikan banyak orang.

Yang ingin saya lakukan saat ada di Dubai adalah ingin merasakan menginap mewah di hotel Burj Al Arab, menikmati pemandangan kota Dubai dari gedung tertinggi Burj Khalifa, merasakan sensasi land tour safari naik Unta sambil mencicipi makanan khas, berfoto cantik di Love Lake Dubai, berjemur ria di Jumeirah Beach.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA