Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Feb 2020 12:41 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mendaki Puncak Tertinggi Indochina Hanya 20 Menit Saja

Foto 1 dari 5
Bukit-bukit indah yang dapat dilihat dari atas
Bukit-bukit indah yang dapat dilihat dari atas
detikTravel Community - Vietnam menjadi salah satu negara yang dipenuhi dengan pegunungan megah, pantai-pantai cantik dan destinasi menawan lainnya.

Banyak hal menarik yang dapat dilakukan di Vietnam, mulai dari wisata kota hingga alam, trekking ke desa suku minoritas seperti Cat Cat Village, Lao Chai Village dan Ta Van Village dan yang paling menarik perhatian yaitu mengunjungi Roof of Indochina atau yang biasa dikenal dengan Gunung Fansipan (Phan Xi Pang).

Gunung Fansipan merupakan Gunung tertinggi di semenanjung Asia Tenggara, tak heran jika Fansipan mendapat julukan Roof of Indochina atau Indochina Summit, ketinggian dari Gunung Fansipan ini mencapai 3.143 meter di atas permukaan laut.



Baca juga: Kisah Pendaki Wanita Indonesia Pertama di Atap Tertinggi Indochina



Fansipan dapat dikunjungi di semua musim, tapi kami sangat merekomendasikan tidak saat musim hujan, karena pada saat musim hujan awan akan lebih mendekati puncak gunung ini dan wisatawan tidak dapat melihat keindahan Indochina dari puncaknya.

Merasakan keindahan dan sensasi udara dingin di kaki gunung Himalaya bisa dilakukan dengan cara mendaki yang dapat memakan waktu hingga tiga hari untuk menyeberangi rute menantang mencapai puncak Fansipan.

Namun seiring perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi yang dapat memudahkan wisatawan yang sangat ingin berada di puncak tertinggi di Indochina ini tapi tidak memiliki waktu lebih untuk melakukan pendakian, kini Fansipan dapat ditaklukkan berkat keberadaan Kereta Gantung (Cable Car).

Kereta Gantung ini dapat membawa wisatawan dari lembah Muong Hoa hingga ke puncak Gunung Fansipan. Dalam waktu kurang lebih 20 menit wisatawan sudah bisa sampai di puncak tertinggi tersebut.

Untuk menuju ke Fansipan dari jantung Kota Hanoi memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam, kami memilih untuk menggunakan Night Sleeper Bus dari Old Quarter - Sapa dengan harga Rp 130.000.

Lalu, dari Sapa kami menggunakan taksi untuk sampai pada area Kereta Gantung Gunung Fansipan tersebut, Tarif taksi untuk sampai pada area Kereta Gantung yaitu kurang lebih 100.000 Vietnam Dong, bisa menggunakan GrabCar namun wisatawan akan tetap dikenakan tarif normal di kota Sapa, berbeda dengan tarif yang ada di aplikasi.

Area Kereta Gantung ini terlihat seperti Resort dengan kehadiran Clock Tower, Pagoda, Gedung yang megah dan yang paling menyita perhatian kami yaitu kehadiran Taman Bunga di depannya yang semakin mempercantik suasana sejuk Kota Sapa. Harga tiket Kereta Gantung itu sendiri sebesar 700.000 Vietnam Dong.

Baca juga: Naik Kereta Gantung Terpanjang Sedunia di Vietnam, Tembus ke Awan!



Konon katanya Kereta Gantung ini telah dinobatkan oleh Guinness World Records menjadi Kereta Gantung berkabel tiga terpanjang di dunia, dengan panjang 6.282 meter. Kereta Gantung ini mampu membawa 30 sampai 35 penumpang, jika ditotalkan dalam kurun waktu satu jam kereta gantung ini mampu mengangkut 2.000 orang.

Kereta gantung ini tahan terhadap cuaca ekstrem sekalipun, dengan kehadiran dari Kereta Gantung ini dapat menjamin anak-anak, serta orang tua agar tetap dapat mengeksplorasi puncak Fansipan. Kecanggihan teknologi ini membuat hal mustahil bisa menjadi nyata.

Takjub itulah yang menghiasi wajah para wisatawan saat menumpangi Kereta Gantung yang mengantar perjalanan kami untuk menuju puncak Gunung Fansipan.

Saat kereta gantung mulai bergerak naik wisatawan sangat antusias menyaksikan pemandangan indah yang dapat dilihat dari atas Kereta Gantung ini, mulai dari lembah Muong Hoa, puluhan sawah terasering yang kemudian berubah menjadi bukit-bukit hijau diselingi dengan sungai panjang yang terlihat dari atas seperti ular.

Lewat lintasan udara inilah tampak keindahan pemandangan alami, hingga akhirnya pemandangan ini berubah, Kereta Gantung inipun menembus awan, dan ini merupakan sebuah momen yang tak terlupakan kala menuju puncak gunung setinggi 3.143 meter dari permukaan laut.

Pemandangan yang terlihat berubah drastis, sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah kabut putih dan Kereta Gantung lain yang terkadang muncul dari arah berlawanan.

Setelah sampai di Stasiun Kereta Gantung di atas, wisatawan harus melanjutkan perjalanan hingga ke puncak dengan menaiki anak tangga, dan para wisatawan yang datang pun sangat antusias untuk melanjutkan perjalanannya hingga ke Puncak Fansipan dengan menaiki 600 anak tangga. Selain menaiki anak tangga, tersedia juga kereta kecil yang dapat mengantarkan wisatawan untuk sampai ke puncak sebagai alternatif dari menaiki anak tangga.

Bangunan yang telah dibangun sedemikian rupa agar mempermudah wisatawan untuk bisa sampai pada puncak Gunung Fansipan, hal yang mengagumkan adalah adanya beberapa pagoda dan patung yang dibangun diantara tangga-tangga menuju puncak yang membuat kami bak sedang berada di kerajaan langit. Setiap lapisannya memiliki cerita seperti patung Dewi Kwan Im yang dikenal sebagai dewi welas yang asih dan penyayang, juga ada patung Amitabha Buddha setinggi 21,5 m, namun karena kabut semakin ke atas semakin tebal, patung dan pagoda yang ada diselimuti oleh kabut dan awan sehingga kami hanya dapat melihat patung-patung itu dari jarak dekat.

Bukit-bukit dan sungai di bawah tak bisa lagi terlihat karena semuanya tertutup dengan kabut, karena semakin tinggi anak tangga yang kami naiki, selain semakin tebal kabut yang ada, juga semakin dingin udara di Fansipan namun semakin excited pula para wisatawan untuk menjejakkan kaki di puncaknya.

Meskipun begitu, banyak cara yang dapat dilakukan di atas puncak gunung fansipan, salah satunya dengan mengabadikan moment yang ada, maka tak heran meskipun cuaca di atas tertutup kabut tebal, tapi wisatawan tetap mengabadikan momen indah berada di Roof of Indochina.

Dari sebuah gunung yang kini bisa rasakan begitu khidmat untuk semua kalangan dengan adanya fasilitas yang luar biasa, begitu jelas terlihat bagaimana pemerintah Vietnam ingin memperkenalkan budaya mereka dan mengajak wisatawan mancanegara untuk mengunjungi dan merasakan hal yang mustahil kini dapat ditaklukan.

 

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA