Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Agu 2019 15:05 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Asyiknya Jelajah Gurun Sahara di Maroko

Imam Sunarko
d'travelers
Foto 1 dari 5
Riding the Camel
Riding the Camel
detikTravel Community - Naik mobil off road dan naik unta di Gurun Sahara, Maroko, adalah pengalaman traveling yang luar biasa.

Mendengar kata Afrika, apa yang akan terlintas di pikiran Anda seketika itu. Cuaca yang sangat panas? Pemandangan gurun yang indah atau lokasi yang sangat jauh?

Yap betul sekali, saya pun akan berpikiran hal yang sama dengan Anda untuk mendeskripsikan benua hitam tersebut. Namun ada satu hal lain yang ada di pikiran saya yaitu unta, hewan yang hanya dapat ditemui di wilayah kering dan gurun. Oleh karena itu, salah satu cara untuk bertemu dengan hewan tesebut yaitu dengan mengunjungi salah satu negara di Afrika.

Saya berkesempatan mengunjungi salah satu negara di Afrika Utara yaitu negara Maroko. Ini merupakan salah satu bucket list atau destinasi impian yang ingin saya kunjungi dalam hidup saya. Negara ini berjarak sekitar 12.946 km dari Indonesia, dan dibutuhkan waktu tempuh penerbangan minimal 14 jam 30 menit. Untuk berkunjung ke Maroko, kita tidak memerlukan visa. Warga Negara Indonesia (WNI) akan mendapat izin tinggal di negara tersebut selama 90 hari, enak bukan?

Ada banyak tempat yang ramai diserbu oleh wisatawan seperti Masjid Hasan II, Fes, Chefchaouen, Moulay Idris, Volubilis, Merzouga, Jemaa El Fna, Ait Ben Haddou, dan masih banyak lagi. Mata uang yang digunakan di negara ini yaitu Dirham Maroko, dan bahasa resmi yang digunakan yaitu bahasa Arab, namun tak jarang pula anda akan menemukan orang yang berbicara dengan bahasa Perancis.

Salah satu tujuan kebanyakan orang berkunjung ke Maroko adalah untuk menikmati padang Gurun Sahara yang sangat luas. Untuk menuju Gurun Sahara, Anda bisa memulai petualangan dari Kota Marrakesh. Akan ada banyak pilihan tour travel yang menawarkan paket mengunjungi Gurun Sahara dengan berbagai macam pilihan durasi seperti tur 2D1N atau 3D2N. Jika memiliki waktu yang lama, saya sarankan mengambil tour dengan durasi 3 hari 2 malam (3D2N), karena tur ini akan menawarkan pengalaman yang jauh lebih menantang.

Biaya tur sudah termasuk biaya transportasi dengan mini bus, biaya menginap di penginapan hotel 1 malam, dan biaya menginap ditenda, jamuan malam di tenda dan pertunjukan musik lokal. Perjalanan akan dimulai di pagi hari diawali menyusuri Pegunungan Atlas yang membentang luas, jalanan yang berkelok kelok dengan pemandangan yang sangat sangat jarang ditemui di negara kita. Tak jarang, pengemudi akan menghentikan kendaraan, untuk sekedar memberikan waktu kepada wisatawan untuk berfoto atau mengambil panorama alam di sekitar.

Dalam perjalanan, ada beberapa tempat wisata yang akan dikunjungi yang pertama adalah Ait Ben Haddou. Tempat ini merupakan desa kuno atau sebutan lainnya yaitu Kasbah yang berisikan rumah rumah yang terbuat dari tanah merah (tanah liat). Desa ini masih ditempati oleh penduduk asli suku Berber, yaitu suku asli Maroko yang memang tinggal di Pegunungan Atlas.

Desa ini menjadi sangat terkenal dikarenakan, beberapa film Holywood terkenal mengambil latar pengambilan film di tempat ini seperti Marco Polo (1982), Gladiator (2000), King of Persia (2010), dll. Selanjutnya anda akan diajak mengunjungi museum cinema yang terletak di Ourzazate sekaligus memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Setelah menempuh perjalanan seharian, wisatawan akan diajak menginap di salah satu hotel di tengah perjalanan untuk bermalam dan mengembalikan energi kembali karena perjalanan menuju gurun masih panjang.

Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan, selanjutnya wisatawan diajak mengunjungi Kasbah Lalla Zahra. Di sini wisatawan diajak mengunjungi salah satu rumah penduduk sekaligus bertemu dan melakukan interaksi secara langsung dengan mereka. Jamuan teh hangat menemani perbincangan kami seputar kehidupan mereka. Menariknya, pemilik rumah merupakan pengrajin karpet asli dan merupakan mata pencaharian kehidupan mereka, dan uniknya lagi proses pembuatannya dilakukan secara traditional. Jika tertarik, Anda dapat membelinya sebagai buah tangan untuk keluarga maupun orang terdekat di rumah.

Setelah beristirahat cukup lama perjalananpun dilanjutkan kembali, tanah gersang dan kering yang biasanya menemani kami sepanjang perjalanan. Kala itu berubah menjadi sebuah gumukan pasir coklat yang mengkilat dari kejauhan. Sontak para wisatawan pun berdecak kagum disuguhi pemandangan tersebut.

Kendaraan pun berhenti tepat di sebuah basecamp, dimana starting point jelajah gurun diawali. Pertama penumpang diajak mengendarai jeep 4WD menyusuri gurun, gumukan pasir yang tidak rata menjadi rute yang harus kami lalui. Tidak segan segan, pengemudi akan menginjak gas lebih dalam dan membelok belokan kemudi mengarungi gurun, hal ini agar wisatawan benar benar merasakan sensasi offroad yang sebenarnya. Di tengah perjalanan, penumpang diajak turun kembali dari kendaraan jeep dan berganti dengan menggunakan unta.

Ini merupakan momen yang saya tunggu-tunggu sedari awal, bayangan saya untuk merasakan pengalaman terbaru ini, membuat saya tidak sabar untuk segera menaiki hewan yang sering dijuluki King of The Desert. Sensasi pun dimulai, hewan ini memiliki postur yang terbilang cukup tinggi, meskipun berjalan tidak cepat namun setiap saat ada bahaya jatuh yang menghantui saya. Hal ini dikarenakan langkah kaki unta membuat dudukan saya selalu bergoyang sepanjang perjalanan, sehingga saya harus waspada dan terus berpegangan tangan. Kala itu, matahari sudah bersiap untuk kembali ke peraduan, cahaya hangat matahari membentuk bayangan indah para barisan unta di tengah gurun. That was epic!

Malam harinya, kami menikmati Couscous sajian masakan khas dari Maroko yang sangat terkenal. Selanjutnya semua wisatawan diajak berkumpul di luar tenda melingkari cahaya api unggun yang sudah menyala serta ditemani pementasan musik tradisional dari para tour guide kami. Wisatawan diajak berjoget bersama sama, tak khayal tingkah konyol para wisatawan yang berjoget membuat kami tersenyum bahkan tertawa terbahak bahak. Suasana malam yang hening di gurun berubah menjadi sangat pecah, riang dan membahana. Wisatawan yang kala itu dikumpulkan dari berbagai negara di penjuru dunia, masuk dalam alunan musik dan kebersamaan yang sangat akrab satu sama lain. Jujur, malam itu sangat berbeda dari malam malam saya sebelumnya. Di tengah keriuhan dan keceriaan, saya sejenak berpikir akan indahnya ciptaan Tuhan yang harus saya syukuri. Beruntungnya saya dapat merasakan pengalaman yang sungguh berharga ini. Terima Kasih Ya Rabb.

Tiga tahun sudah pengalaman ini berlalu, membuat saya tertantang untuk melakukannya kembali. Banyak negara yang menawarkan wisata dengan kegiatan yang serupa, salah satunya yaitu Dubai. Kota maju di negara Uni Emirat Arab ini menawarkan wisata dengan konsep yang sama. Aktivitas padang pasir Dubai dapat menjadi salah satu Dream Destination saya tahun ini yang layak untuk dikunjungi dengan berbagai aktivitas menarik yang patut dirasakan. Ah rasanya, saya sudah tidak sabar untuk mengulangi pengalaman serupa tiga tahun lalu, akankah jauh lebih menarik?

BERITA TERKAIT
BACA JUGA