Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Agu 2019 13:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

7 Aktivitas Menarik di Jam Gadang Bukittinggi

Foto 1 dari 5
Air Mancur Menari diiringi Lagu Minang
Air Mancur Menari diiringi Lagu Minang
detikTravel Community - Bukittinggi di Sumatera Barat dikenal akan jam gadangnya yang ikonik. Kalau kamu mampir ke sana, ini 7 aktivitas menariknya. 

Jam Gadang merupakan salah satu icon wisata kota bukitinggi yang sudah terkenal di mancanegara. Jam Gadang,Big Ben nya Indonesia. Rasanya kurang afdhol Travelling ke Sumatera Barat tapi belum mengunjungi Jam Gadang. Bagi perantauan Minang seperti saya, Jam Gadang adalah tempat yang wajib kami kunjungi untuk memperkenalkan budaya Minang ke generasi selanjutnya.

Jam Gadang, adalah menara jam yang mempunyai empat sisi penunjuk waktu dan terletak di pusat kota Bukitinggi. Jam Gadang di bangun tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada HR Rookmaaker, sebagai sekretaris Fort De Kock (sekarang kota Bukitinggi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Setelah didirikan, Jam Gadang mengalami 3 kali perubahan bentuk atapnya mengikuti masa pemerintahan saat itu. Saat di bangun pertama kali berbentuk bulat seperti bangunan Eropa lainnya (masa Hindia Belanda), saat penjajahan Jepang, atap Jam Gadang berbentuk pagoda, terakhir setelah Indonesia merdeka, atap Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau seperti atapnya Rumah Gadang, rumah adat Minangkabau.

Jam Gadang berdiri sekitar 26 meter di tengah taman Sabai Nan Aluih. Konstruksinya tidak menggunakan rangka logam dan Semen, tetapi menggunakan campuran batu kapur, putih telur dan pasir. Sampai sekarang masih kokoh menjulang. Bangunan Jam Gadang memmiliki 4 tingkat. Dan tingkat paling atas adalah lonceng Jam Gadang.

Mesin Jam yang di gunakan Jam Gadang adalah barang langka yang diproduksi hanya dua unit saja dengan satu tipe oleh pabrik Vortmann Recklinghausen, Jerman. Satu Jam Gadang, satu unit lagi yang sekarang masih di gunakan dalam menara jam terkenal dan legendaris di kota London, Inggris yaitu Big Ben.

Tahun 2018, area Jam Gadang, taman Sabai Nan Aluih mengalami revitalisasi menjadi taman yang kekinian namun unsur budaya nya tetap ada. Hal itu membuat, para wisatawan dan perantauan Minang semakin menyukai untuk berkunjung ke Jam Gadang, termasuk saya.

Setiap tahun, setiap mudik ke ranah Minang, selalu berkunjung ke Jam Gadang, dan kali ini sengaja saya menginap di dekat Jam Gadang, agar bisa menikmati suasana Jam Gadang terutama saat malam hari.

Ada 7 hal aktivitas yang menyenangkan dan mengenyangkan yang bisa kamu lakukan di Jam Gadang Bukitinggi

1. Makan Nasi Kapau di Pasar Lereng

Nasi Kapau, nasi khas Minangkabau yang di jual oleh orang Kapau dengan menu khas gulai Kapau, gulai kol,nangka dan kacang panjang dengan rasa sedikit asam. Selain itu, khas nasi Kapau adalah gulai Tambusu, gulai usus sapi yang diisi telur dan tahu. Di Pasar Lereng, sentranya Nasi Kapau. Ke Jam Gadang Tampa makan nasi Kapau, seperti sayur Tampa garam. Dulu, saya sering beli nasi Kapau di bungkus, lalu makan di sekitar taman Jam Gadang. Nikmat. Setelah makan nasi Kapau, bisa menyusuri pasar Lereng, yang jalannya miring.

2. Minum Es Ampiang Dadiah di Pasar Atas, Jam Gadang.

Es Ampiang Dadiah di Pasar Atas, Jam Gadang, Bukitinggi sangat terkenal dengan rasanya yang berbeda. Ampiang, bahasa Indonesia adalah emping beras yang kecil-kecil, biasanya di buat dari beras merah.
Dadiah adalah yogurt khas Minangkabau yang terbuat dari fermentasi susu kerbau dalam potongan bambu yang ditutup oleh daun pisang.

Es Ampiang Dadiah terdiri dari ampiang, gula merah yang kental, Dadiah dan di campur dengan es serut, rasanya asam dan manis di lidah. Sekilas mirip bubur sumsum namun berbeda. Dulu, es Ampiang Dadih hanya ada di Bukittinggi, sekarang sudah ada di rumah makan Minang. Namun, menurut saya yang terenak itu hanya ada di daerah Jam Gadang Bukitinggi.

4. Icip Pisang Kapiak dan beli Oleh-oleh khas Minangkabau

Di sekitar Jam Gadang, ada sentra oleh-oleh dan souvenir khas daerah Bukitinggi. Setelah menikmati Jam Gadang, kita bisa langsung beli oleh-oleh di sentra oleh-oleh Pasar Atas. Jam 7 malam, pasar oleh-oleh sudah tutup, yang buka hanya pasar souvenir khas Bukittinggi di sekitar taman Sabai Nan Aluih.

Salah satu makanan khas Minangkabau lainnya dan hanya ada di Jam Gadang yaitu Pisang Kapiak. Pisang Raja yang dibakar di atas arang batok kelapa, Tampa bumbu, dan setelah masak di Kapiak (kepit), dan dimakan dengan kelapa parut gula merah. Paling enak sore hari, duduk manis di sekitar Jam Gadang sambil makan Pisang Kapiak.

5. Keliling Jam Gadang, Pasar Atas dan Pasar Bawah dan kebun Binatang dengan Bendi

Bendi, adalah bahasa Minangkabau dari delman. Di sekitar Jam Gadang, ada Bendi yang bisa mengantar kita untuk menikmati suasana kota Bukitinggi. Kita bisa sewa bendi untuk menikmati area Jam Gadang, pasar atas, dan Pasar Bawah. Biasanya saya, suka naik Bendi dari Kebun Binatang ke Jam Gadang. Anak-anak suka sekali, dan saya selalu cari kuda yang besar dan pemiliknya tidak sering melucuti kudanya.

6. Mengunjungi Taman Monumen Bung Hatta

Ketika di Jam Gadang, jangan lupa kunjungi Istana Bung Hatta dan Taman Monumen Bung Hatta sebagai penghormatan dan pengingat sejarah bahwa Bung Hatta, bapak proklamator Indonesia merupakan putera daerah Bukitinggi.

Di sini ada 4 relief perjalanan hidup Bung Hatta dari beliau lahir hingga merayakan ulang tahunnya ke 70. Relief pertama melukiskan tanah kelahiran Bung Hatta, yang saat itu bernama Fort De Kock (sekarang Bukitinggi). Relief ke dua melukiskan perjuangan Bung Hatta dalam mperhimpunan Indonesia yang di gerakkan di negeri Belanda.

Relief ke 3, menggambarkan tentang perjuangan Bung Hatta bersama Bung Karno dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dan relief ke 4, menceritakan kisah pensiun nya bapak proklamator Indonesia, Bung Hatta dari dunia politik dan di sana juga ada lukisan Bung Hatta dan istri mendapatkan penghargaan jasa dari presiden Suharto.

7. Menikmati Air Mancur Menari dan Lampu Warna Warni

Taman Jam Gadang sudah direvitalisasi dengan konsep kekinian namun budaya minangkabaunya tetap terjaga. Paling asyik menikmati Jam Gadang, adalah saat malam hari. Saya sengaja menginap di sekitar Jam Gadang, karena setelah mengunjungi jam Gadang pagi sampai sore hari, pulang dulu ke hotel hanya untuk meletakkan barang belanjaan.

Malamnya balik lagi ke Jam Gadang untuk menikmati Jam Gadang di malam hari. Saat malam, ada pertunjukkan air mancur menari dengan diiringi lagu-lagu khas Minangkabau, dari lagu zaman dulu sampai lagu minangkabau terbaru. Suasana Jam Gadang pun semakin ramai, ada yang menjual balon serta maianan, ada yang menjual kerupuk kuah dengan mie, pensi, kacang rebus dan sate. Malam hari, saat weekend dan liburan, Jam Gadang terasa festival budaya Minangkabau.

Itulah 7 aktivitas yang menarik dan mengenyangkan yang bisa kita lakukan bersama teman dan keluarga di sekitar Jam Gadang, Bukitinggi. Perpaduan antara unsur budaya, sejarah, kuliner khas Minangkabau dan kekinian ada semua di Jam Gadang Bukitinggi.

Hal ini lah yang membuat saya ingin mengunjungi Dubai, karena di sana ada perpaduan antara sejarah, budaya dan modernisasi. Saya ingin mengunjungi Dubai, merasakan aktivitas sarat kebudayaan dan kuliner khas Dubai, seperti ke tempat bersejarah Al Fahidi, museum Etihad, Soul Naif, mencoba traditional Dubai, Abaya, melihat konservasi Elang, mengunjungi pusat kebudayaan Hatta, dan masih banyak lagi. Melihat semua destinasi dari sesuatu yang baru sehingga mendapatkan pengalaman dan inspirasi yang baru.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA