Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 29 Mar 2020 11:14 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wujud Patung Joko Dolog yang Terkenal di Surabaya

arief kas
d'travelers
Foto 5 dari 5
Relief dari Singosari
Relief dari Singosari
detikTravel Community -

Akhirnya terkabul juga keinginan melihat patung Joko Dolog yang terkenal itu. Sosok ini dipercaya sebagai perwujudan Raja Kertanegara yang dibuat tahun 1289.

Terletak di pusat kota Surabaya, yang hanya selemparan batu dari taman Apsari. Taman Apsari sendiri terletak di seberang kantor Gubernuran Jawa Timur dan terdapat sebuah patung pak Suryo, Gubernur Jawa Timur yang pertama.

Dua buah pohon beringin yang besar dan rindang ini berada di dalam sebuah taman kecil yang dipagari dengan plang tertera "Patung Joko Dolog - Perwujudan Raja Kertanegara".

Taman kecil ini menjadi oase tersendiri di tengah teriknya kota Surabaya di musim kemarau. Tidak banyak orang yang tahu dan tidak banyak wisatawan yang datang ke lokasi yang berada di tengah kota ini. Padahal lokasi ini begitu bersejarah karena banyak menyimpan relik dari era peradaban kerajaan Singosari di abad ke 12.

Patung ini dibuat tahun 1211 Saka atau 1289 Masehi di makam Wurarare yang merupakan rumah Mpu Baradah di desa Kedungwulan, Jawa Timur. Patung tersebut dibuat untuk menghormati Raja Kertanegara Putra Wisnu Wardhana - raja terkenal dari Singosari.

Beliau terkenal akan kebijakasanaannya dalam memimpin kerajaan di tahun 1176 Saka atau 1254 M. Keinginan Kertanegara untuk mempersatukan nusantara di zamannya, serta pengetahuan yang luas terhadap hukum dan ketaatannya pada agama Budha, dianggap sudah berada di titik Jina Mahasobya (Budha Agung).

Sehingga, dibuatlah patung tersebut untuk mengenang Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara Wikrama Dharmatunggadewa. Bahkan konon pembuatan patung tersebut untuk mengakhiri kutukan dari Mpu Baradadah akibat perbuatan keji Ken Arok (Sri Rajasa Sang Amurwabhumi) - pendiri dinasti Rajasa yang tidak lain masih keturunan langsung dari Kertanegara.

Hingga di suatu masa, patung Budha tersebut terkubur oleh tanah dan debu akibat faktor alam dijamannya. Dan ditemukan didaerah Kandang Gajah wilayah desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto - Jawa Timur pada tahun 1817 M serta diangkat dan diletakan dihalaman rumah residen Belanda, Baron A.M. Th. De Salls di kota Surabaya. Ketika pengangkatan dilakukan dijaman Belanda, juga ditemukan sejumlah patung Siwa.

Hingga suatu saat patung tersebut hendak dibawa ke Belanda melalui pelabuhan Tanjung Perak, tetapI arca tersebut tidak dapat diangkut dengan berbagai macam cara telah dilakukan dan hasilnya tetap nihil. Akhirnya diputuskan untuk tidak jadi di  bawa kekapal menuju Belanda dan ditempatkan di sebErang rumah karesidenan Belanda di Surabaya.

Patung tersebut awalnya hanya ditempatkan di tanah tanpa alas, tetapi pada tahun 1957 diberikan alas duduk dari batu. Dan pada tahun 1998, diberikan atap joglo untuk melindungi patung Joko Dolog.

Nama Joko Dolog diberikan masyarakat setempat kepada arca tersebut sesuai legenda terkenal. Jadi ketika berkunjung ke kota Surabaya, sempatkanlah mengunjungi lokasi bersejarah yang terletak di tengah kota ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA