Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Feb 2020 10:28 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Planetarium Jadikan Langit dan Isinya Seolah Ada di Genggaman

Foto 1 dari 5
Gedung Planetarium di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Gedung Planetarium di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
detikTravel Community - Kalau ke Cikini, singgahlah ke Planetarium. Kita bisa melihat lebih jelas aktivitas di atas sana.

Bgai warga Jakarta yang terdaftar sebagai siswa sekolah dasar di tahun 90-an, Planetarium bukanlah tempat baru. Planetarium salah satu tujuan study tour siswa-siswa SD waktu itu.

Planetarium berada di Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat dan dalam Kawasan Taman Ismail Marzuki (TMI). Hingga kini, Planetarium menjadi salah satu wisata edukasi yang ada di Jakarta. Planetarium juga menjadi tempat terbaik untuk mengintim fenomena langka di tata surya, seperti gerhana.

Di Planetarium itu, traveler bisa belajar mengenai Tata Surya, Simulasi perbintangan dan/atau benda langit lainnya. Di sana kita akan diajak untuk mengarungi jagad raya untuk memahami alam semesta ini.

Selain berkeliling di ruang pameran, kita juga dapat menonton pertunjukan Teater Bintang. Observatorium digunakan sebagai ruang pengamatan baik secara visual maupun fotografi.

Sebagai anak SD kala itu, sangat menyenangkan untuk mengunjungi Planetarium, tempat kita bisa melihat dengan lebih dekat alam semesta ini. Berbagai alat-alat canggih pada masanya juga turut dipamerkan, replika-replika pesawat luar angkasa dan lainnya sangat menarik.

Januari 2019, tiba-tiba kangen sama Planetarium dan memutuskan untuk mencoba mengunjungi kembali kenangan ketika SD itu. Berbekal informasi yang didapatkan dari website https://planetarium.jakarta.go.id/Â akhirnya Sabtu jam 10.00 WIB saya sampai di Planetarium. Tidak ada perbedan yang terlalu mencolok yang berbeda dari ingatan ketika SD. Rasanya senang sekali bisa menginjakkan kaki kembali ke Planetarium.

Masuk ke dalam Planetarium, ternyata masih banyak rombongan anak SD yang berkunjung di hari Sabtu itu. Setelah antri sebentar di loket, ternyata pertunjukan Bintang hanya ada di jam 8 pagi-sesi 1, 11 siang-sesi 2 dan 3 sore-sesi 3. Dan tiket pertunjukan untuk sesi 1 dan 2 sudah habis terjual, sehingga mau tidak mau membeli 1 tiket untuk sesi 3 yang kebetulan hanya tersisa 18 tiket.

Sambil menunggu waktu, saya mengelilingi ruang pameran Planetarium tetap membuat saya merasa senang untuk mengeksplorasi keseruan alam semesta dan tata surya.

Tapi, juga merasa sedih karena benda-benda yang ada dipameran terlihat kurang terawat dengan baik dan cukup tua. Banyak benda-benda tersebut yang sepertinya sudah dipamerkan selama kurang lebih 20 tahun. Selain itu sudah ada beberpa benda yang terlihat rusak dan kotor. Termasuk baju Astronot yang ada di ruang tunggu dibalik loket.

Selain ruang pameran yang terlihat kurang terawat, fasilitas lainnya pun terlihat kurang terawat. Fasilitas seperti toilet terlihat kurang terawat dan kurang bersih, mungkin karena banyaknya pengunjung.

Di ruang tunggu, sudah cukup banyak kursi namun jaraknya cukup jauh dari tangga ke Ruang Pertunjukan. Pengeras suara pun kurang terdengar dengan baik, sehingga banyak pengunjung yang lebih memilih untuk duduk-duduk di lantai dekat dengan tangga, supaya pengumuman pertunjukan terdengar.

Sambil menunggu dan mengantri untuk Pertunjukan Bintang, saya mengamati anak-anak SD yang dengan semangat dan antusias untuk melihat Bintang yang ada di Tata Surya. Melihat antusias mereka saya berharap bahwa fasilitas di Planetarium lebih baik lagi.

Setelah menunggu dan antri selama kurang lebih 1 jam, akhirnya tangga ke Ruang Pertunjukan dibuka. Kurang jelasnya alur antrian cukup membuat antrian tidak teratur dan membuat beberapa orang mulai menyerobot.

Tidak adanya pengeras suara juga menambah antrian kurang teratur. Melewati pintuk cek tiket, saya langsung naik ke atas dan bebas memilih tempat duduk.

Tempat duduk di dalam ruang pertunjukan mirip dengan kursi di bioskop namun ada beberapa ang sudah dalam kondisi yang kurang baik, nuansa di dalam ruang pertunjukan pun sangat terasa tua. Oh ya, di dalam ruang pertunjukan sangat dilarang membawa makanan dan minuman. Jadi lebih baik dihabiskan atau dibuang, karena tidak ada tempat penitipan barang. Juga, kita dilarang mengambil foto saat pertunjukan karena flashlight akan mengganggu pertunjukan.

Pertunjukan dimulai pukul 3 sore, dengan perkenalan dari narator. Seru banget di dalam, adanya anak-anak SD membuat ruang pertunjukan cukup ramai.

Antusias mereka saat melihat setiap pergantian pertunjukan dilayar bulat membuat saya seperti kembali menjadi anak SD yang "norak". Senang rasanya bisa mengetahui kalau langit Kota Jakarta, langit Indonesia bisa sebersih itu dan menaburkan bintang-bintang.

Selesai menonton pertunjukan, saya meninggalkan Planetarium dengan harapan bahwa tempat ini akan tetap bertahan sampai nanti saya juga bisa membawa anak, keponakan saya ke sini.

Planetarium adalah salah satu wisata edukasi terbaik yang ada tentang alam semesta dan tata surya. Banyak hal yang dapat kita pelajari disini. Coba deh satu hari libur kamu pergi ke Planetarium, atau tempat wisata edukasi lainnya.

Seru!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA