Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Mar 2020 17:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Begini Suasana Taman Balekambang Sebelum Tutup karena Corona

Brigida Emi Lilia
d'travelers
Foto 1 dari 5
Begitu memasuki pintu gerbang , pengunjung akan disambut tulisan taman balekambang yang besar.
Begitu memasuki pintu gerbang , pengunjung akan disambut tulisan taman balekambang yang besar.
detikTravel Community - Pemkot Solo menutup Taman Balekambang gara-gara merebaknya virus Corona. Begini suasana taman ini sebelum ditutup.

Taman yang berlokasi di Jalan Balekambang No 1, Manahan, Banjarsari, kota Surakarta ini menjadi salah satu wisata keluarga yang murah meriah. Tak ada biaya masuk ke taman, hanya untuk beberapa wahana yang ada di dalam yang pengunjung harus bayar. Misalnya menikmati perahu berkeliling, masuk ke taman kelinci maupun taman reptil.

Taman ini memiliki beberapa fasilitas antara lain open stage, gedung kesenian, taman air Partini, hutan kota Partinah, danau, bale apung, musholla, taman reptil, lokasi outbond, batu asmara, kebun pembibitan dan masih banyak lagi.

Ada sejarah di balik taman Balekambang yaitu awalnya taman ini bernama Partini Tuin dan Partinah Bosch dibangun oelh KGPAA mangkunegoro VII pada 26 Oktober 1921 sebagai tanda cinta kepada kedua putri beliau. Itulah sebabnya di awal taman ini dibagi menjadi 2 area.

Area pertama diberi nama Partini Tuin yang berarti taman air Partini. Partini adalah nama putri tertua KGPAA Mangkunegoro VII. Area kedua diberinama Partinah Bosch yang berarti hutan kota Partinah. Kedua taman inilah yang kemudian dikenal sebagai Taman Balekambang.

Memasuki taman ini, pengunjung akan menemukan suasana hijau dan segar yang berasal dari pepohonan dan rerumputan yang tumbuh subur di sekitar taman. Banyak warga beraktivitas di sini, baik bersama keluarga maupun komunitas. Yang menarik, di taman ini adalah adanya rusa yang berkeliaran bebas.

Rusa-rusa nampak jinak sehingga banyak pengunjung yang memberi makan. Ada penjual sayuran yang bisa dibeli oleh pengunjung untuk memberi makan rusa tersebut. Selain rusa, juga terdapat kera di dekat taman air. Keberadaan kera ini juga tak sebanyak rusa.

Menikmati taman ini biasanya dilakukan warga sekitar saat sore hari. Di tempat ini juga terdapat penjual makanan dan minuman sehingga pengunjung yang haus atau lapar bisa duduk sambil beristirahat. Pada saat-saat tertentu di gedung kesenian maupun panggung terbuka diadakan pementasan seni, tentu menarik ya!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA