Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Okt 2019 11:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Prau, Gunung yang Selalu Bikin Rindu

Foto 1 dari 5
View Gunung Sindoro dan Sumbing
View Gunung Sindoro dan Sumbing
detikTravel Community -

Gunung Prau berada di Dataran Tinggi Dieng. Cocok bagi pemula, panoramanya indah, dan selalu bikin rindu.

Gunung Prau yang terletak di Dataran tinggi Dieng ini memiliki ketinggian 2565 mdpl. Gunung ini memiiki 6 jalur pendakian yaitu via Pathak Banteng, Kalilembu, Dieng Wetan, Dieng Kulon, Campurejo, Wates. Pada pendakian kali ini saya mendaki via jalur Pathak banteng karena menurut artikel yang saya baca jalur via Pathak banteng ini sangat recommended untuk pemula apalagi jika pendakian dilakukan secara beramai-ramai.

Perjalananku ini dimulai pada tahun 2016, saya akan mendaki bersama teman-teman satu plug praktikum di jurusan saya. Jadi setelah melalui banyak praktikum dan kepenatan yang sungguh luar biasa akibat kesibukan dunia perkampusan.

Kesibukan akan tugas-tugas maka kami satu plug berencana untuk mendaki Gunung Prau. Kami memilih Gunung Prau karena kami mencari Gunung yang tidak terlalu tinggi dan view yang bagus. Satu plug praktikum kami terdiri dari 16 orang.

Perjalanan dimulai dari Jogja melalui jalan Jogja-Semarang. Untuk estimasi waktunya perjalanan dari Jogja sampai ke basecamp memakan waktu kurang lebih 3 jam karena gerombalan kami yang cukup banyak jadi mengharuskan untuk saling tunggu menunggu.

Kami berangkat dari jogja pukul 3 sore dan sampai sana kami sampai jam 7.30 malam, setelah itu kami beristirahat sejenak lalu kami melanjutkan untuk hiking malam hari. Untuk estimasi menanjak via Pathak Banteng ini sebenarnya tidak begitu lama yaitu 2 jam. Tetapi karena kami membawa teman-teman kami perempuan yang belum pernah mendaki jadi kami sampai di camp 3-3,5 jam.

Karena saya tahu bahwa Gunung Prau ini terkenal dengan sebutan Golden Sunrise-nya maka saya pun memutuskan untuk tidur lebih cepat agar keesokan harinya dapat melihat sunrinse, namun apalah daya fisik yang tidak bisa berbohong. Suasana gunung membuat saya nyaman untuk berlindung dibalik hangatnya sleeping bag.

Sekitar jam 8 atau 9 pagi, saya memutuskan untuk beranjak dari sleepingbag dan ingin menghirup udara segar yang tidak saya dapatkan di perkotaan. Bersyukur dan rasanya senang sekali bisa melihat didepan mata saya keindahan Gunung Sindoro dan Sumbing yang dibalut oleh awan, saya merasa memang hal seperti ini yang bisa merefresh kepenatan saya.

Setelah itu kami melanjutkan untuk berfoto ria, lalu berbincang sambil ditemani kopi adapula yang lanjut tidur adapula yang mencari landscape adapula yang mencoba menikmati keintiman dengan suasana di prau.

Saya merasakan senang yang luar biasa di sana. Bisa berbagi kebahagiaan bersama teman-teman sejurusan sekaligus bisa menikmati keindahan Gunung Prau ini. Bagiku alam Indonesia tidak akan pernah habis untuk diceritakan. Kalianlah yang harus datang dan menikmatinya sendiri

Saya juga bisa bersyukur disana karena TUhan masih  memberikan mata untuk melihat, hidung untuk menghirup udara, telinga untuk mendengar, mulut untuk bersyukur dan bertegur sapa dengan pendaki lain dan tentunya kaki yang selalu melangkah hingga tujuan itu tercapai. Indahnya suasana Gunung yang membuat orang ingin untuk kembali.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA