Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 16 Okt 2019 15:11 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tempat Mengenang Bapak Proklamator

Aisa Marisa
d'travelers
Foto 1 dari 5
SELAMAT DATANG DI ISTANA GEBANG ! PATUNG BUNG KARNO AKAN LANGSUNG MENYAMBUT KAMU DI HALAMAN RUMAH
SELAMAT DATANG DI ISTANA GEBANG ! PATUNG BUNG KARNO AKAN LANGSUNG MENYAMBUT KAMU DI HALAMAN RUMAH
detikTravel Community -

Mengenal Bung Karno akan terasa jika datang ke rumah masa mudanya. Di sini kamu akan melihat milik beliau dan merasakan nasionalisme yang diwariskannya.

Untuk mengenal sosok Bung Karno lebih dalam kamu bisa berkunjung ke Istana Gebang yang berada di Kota Blitar, Jawa Timur. Istana Gebang dikenal sebagai rumah masa muda Bung Karno karena di sinilah orang tuanya tinggal setelah Ayahnya dipindah tugaskan dari Mojokerto.

Walaupun saat itu Bung Karno bersekolah di Surabaya dan Bandung, beliau pasti akan pulang ke Blitar setiap bulannya atau saat liburan sekolah.

Rumah tempat kelahiran dan masa kanak-kanaknya sendiri ada di Kota Surabaya dan dijadikan sebagai Bangunan Cagar Budaya oleh pemerintah kota. Kehidupan Bung Karno dari kecil memang selalu berpindah-pindah dikarenakan sang Ayah yang berprofesi sebagai guru sering dinas keluar kota. Jadi jangan heran kalau Bapak Proklamator kita ini memiliki rumah lebih dari satu.

Istana Gebang terbuka untuk umum, beroperasional setiap hari, dan merupakan wisata gratis! Kamu tidak perlu membayar biaya apapun. Hanya dengan mengisi buku tamu kamu sudah bisa menjelajahi isi rumah.

Istana Gebang berada di atas lahan yang sangat luas. Rumah ini termasuk dalam kategori rumah besar dengan isi yang cukup lengkap di dalamnya. Saat memasuki halaman, kamu akan langsung disambut oleh Patung Raksasa Bung Karno yang sedang menghadap bendera merah putih. Di sisi sebelah kiri terdapat Gong Perdamaian Dunia.

Gong ini adalah sumbangan The World Peace Committee menandai kelahiran 'Peradaban Baru Satu Bumi dengan Hati'. Gong yang ada di Istana Gebang ini merupakan replika dari Gong sesungguhnya yang ada di kompleks Makam Bung Karno. Selain di Blitar, gong perdamaian ini juga terdapat di kota lainnya seperti di Maluku, Palu, Kupang, Bali, Jepara, Bandung dan Banda Aceh.

Sedangkan di sisi sebelah kanan, terdapat Balai Kesenian yang dibangun pada tahun 1951. Balai ini digunakan untuk pagelaran seni wayang kulit menyambut kedatangan Bung Karno. Untuk sehari-harinya, balai ini digunakan untuk latihan karawitan, tari, pendalangan dan kegiatan  kesenian lainnya.

Waktu saya datang berkunjung, balai ini sedang digunakan untuk latihan menari. Hadirnya Balai Kesenian ini menjadi salah satu cara sederhana untuk melestarikan kebudayaan seni.

Karena halamannya yang cukup luas, Istana Gebang seringkali menjadi tempat untuk acara non wisata. Biasanya lahan yang luas ini dimanfaatkan oleh beberapa instansi atau komunitas untuk mengadakan acara umum seperti yoga, senam, nonton bareng dan sebagainya. Ini adalah salah satu bentuk kerjasama kedua belah pihak yang saling menguntungkan.

Pihak penyelenggara bisa menggunakan halaman dan memberikan kompensasi seikhlasnya berupa uang untuk kebutuhan  pemeliharaan bangunan. Sisi lainnya pihak pariwisata kota terbantu dengan kedatangan massa dari acara yang diselenggarakan pihak penyelenggara untuk mengenalkan wisata sejarah ini. Kolaborasi unik yang masih tetap berjalan hingga saat ini.

Setelah puas mengeksplorasi bagian luar rumah, saya masuk ke dalam. Kamu akan langsung menemui ruang tamu yang cukup luas dengan dinding penuh foto-foto serta penghargaan-penghargaan Bung Karno. Di sebelah kanan ruang tamu terdapat 2 kamar yang diperuntukkan untuk tamu pria dan wanita.

Memasuki bagian lorong terdapat kamar tidur Bung Karno masa  muda. Kamar ini ditempati Bung Karno saat pulang setiap bulan dan saat liburan sekolahnya hingga setelah menjadi Presiden sebelum Ibunya wafat (setelah Ibundanya wafat, beliau menempati kamar kedua orang tuanya).

Memasuki bagian tengah, terdapat ruang keluarga yang sangat luas. Di sini banyak terpasang foto keluarga termasuk anak-anak Bung Karno. Foto yang terlihat tidak asing bagi saya tentu foto Ibu Megawati dan Guruh Soekarno Putra. Pada sisi sebelah kanan ruang keluarga terdapat 2 kamar, yaitu kamar Kakak Bung Karno (Ibu Sukarmini) dan tentunya kamar kedua orang tuanya. Inilah kamar yang menjadi spot foto utama para wisatawan dimana perabotan didalamnya masih lengkap.

Di sisi sebelah kiri ruang keluarga terdapat semacam galeri kecil berisi foto perjuangan Bung Karno bersama rekan, tulisan-tulisan aksara jawa, dan lemari yang berisi benda-benda peninggalan Bung Karno.

Yang menarik perhatian saya adalah uang kertas seribu rupiah dengan gambar Bung Karno sendiri. Besar kemungkinan itu adalah pecahan uang tertinggi pada masa itu. Kalau sekarang kita bisa menemukan wajah Bung Karno di pecahan seratus ribu, pecahan uang tertinggi masa kini!

Saat itu saya berkunjung di hari minggu siang. Cuacanya cukup panas di luar namun hawanya tidak terasa di dalam rumah padahal tidak ada air conditioner. Salah satu alasannya adalah karena bangunan rumah yang berbentuk balai dengan tiang pancang tinggi membuat sirkulasi  udara cukup baik.

Kamu pasti pernah mendengar tentang bangunan masa kolonial yang dibuat tinggi disesuaikan dengan postur para penjajah yang juga tinggi. Rumah ini adalah salah satunya karena rumah ini dibeli oleh Ayah Bung Karno dari seorang warga Belanda.  

Jika kamu ingin puas berkeliling dan berswafoto tanpa distraksi padatnya pengunjung, ada baiknya hindari kunjungan di akhir pekan. Disini kamu bisa meminta tour guide mendampingi kamu untuk menjelaskan setiap bagian rumah. Tapi kalau kamu nyaman berkeliling sendiri, semua informasi sudah tersedia dengan jelas di setiap bagiannya.

Melewati ruang keluarga, pada bagian belakang kamu akan menemui ruang makan keluarga, dapur, kamar penyimpanan alat-alat dapur, kamar pembantu, kamar mandi, sumur tua dan juga garasi.

Ada yang unik dari sumur tua rumah ini. Sejarahnya, sumur tua ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan air guna pembangunan rumah di sekitarnya, yang selanjutnya menjadi sarana penyediaan air keluarga.

Hingga saat ini keadaan sumur masih terawat baik dengan kualitas air  yang jernih, bersih dan memenuhi syarat kesehatan. Sumur ini tidak pernah mengalami kekeringan meski berlangsung kemarau panjang serta diambil setiap hari dalam jumlah yang cukup besar.

Sempatkan mampir ke bagian garasi karena disini terdapat mobil Mercedes tipe 190 G3 tahun 1961 milik Bung Karno. Mobil ini digunakan selama kunjungan beliau di Blitar dan sekitarnya, yang selanjutnya ditetapkan berada di Blitar.

Gimana, sudah kebayang isi rumah Sang Proklamator ? Akan lebih seru kalau kamu datang langsung dan melakukan wisata sejarah ini sendiri. Sensasinya tentu berbeda jika dibandingan dengan membaca artikel saya ini. Kalau kamu punya kesempatan ke Blitar, pastikan mampir ke Istana Gebang dan juga Makam Bung Karno untuk makin mengenal beliau. Jangan heran kalau setelahnya kamu makin kagum dan mendapat energi serta semangat cinta kepada bangsa.

 
BERITA TERKAIT
BACA JUGA