Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Feb 2020 14:06 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Kuliner Ikan Bakar Nias yang Menggoyang Lidah

Tommy Bernadus
d'travelers
Foto 1 dari 5
Tempat makan berada di bibir pantai
Tempat makan berada di bibir pantai
detikTravel Community - Tak lengkap liburan ke Nias tanpa berwisata kuliner di sana. Ada ikan bakar lezat yang siap menggoyang lidah traveler.

Sejak Kamis 12 September 2019 lalu, saya merasa sangat beruntung. Mengapa sangat beruntung? Karena saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Kepulauan Nias yang masih berada di wilayah Sumatera Utara.

Kalau dahulu hanya ada satu kabupaten yaitu Kabupaten Nias, di wilayah ini sudah ada empat kabupaten dan satu kotamadya. Buah dari pemekaran. Kini ada nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Nias dan Kota Gunung Sitoli.

Saya berkesempatan untuk berkunjung ke Kabupaten Nias Selatan di Kecamatan Teluk Dalam yang menjadi pusat Kabupaten Nias Selatan. Saya hadir di acara Sail Nias 2019.

Setelah acara puncak Sail Nias 2019 pada 14 September, saya dan teman rombongan Hari Minggu 15 September kembali ke Gunung Sitoli. Alasannya adalah Kami dengan penerbangan melalui Gunung Sitoli. Bandara Binaka.

Perjalanan dari Teluk Dalam ke Gunung Sitoli, melalui perjalanan darat. Butuh waktu tiga jam. Dalam perjalanan ke Gunung Sitoli ini, karena sudah hampir siang, akhirnya kami 'dibelokkan' oleh pengemudi mobil sewaan kami. Pak Witman namanya.

Dia membelokkan kami ke sebuah tempat makan yang berada di kawasan Laoworwaru. Ketika belok dan masuk ke areal rumah makan, akhirnya saya sadar. Rumah makan ini berada di bibir pantai. Bersebelahan dengan pantai memang.

Masuk ke dalam restoran, suara deburan ombak dan hembusan angin menyambut. Wah, kalau makan nanti, sekalian menikmati suasana pantai. Pantai di sini cenderung berbatu, jadi ya tidak bisa berenang.

Kami pun memesan makanan. Oh iya, nama restoran ini adalah Bamboo House. Saya sedikit bingung karena rumah makan ini tidak terbuat dari Bambu, tapi namanya Bamboo House. Tapi ya sudahlah.

Kami pun memesan ikan bakar. Ikan yang ingin kami santap, bisa dipilih. Ikan masih segar. Kami memilih ikan kerapu dan kuwe.

Sembari menunggu, kami meminum kelapa muda, tanpa es. Jadi memang masih enak dan terasa kesegaran air kelapanya. Saya juga berkeliling restoran untuk mengambil foto karena sangat suka dengan suasananya.

Di sebelah restoran, ada kursi betoon, menghadap laut. Bisa duduk-duduk sembari melihat laut yang masih bersih dan air yang tidak kotor. Ah indahnya. Sesaat kemudian, makanan sudah tersaji.

Saya sedikit kaget. Karena ikan yang dibakar masih utuh. Biasanya ikan yang dibakar, dibelah. Tapi ini masih berbentuk ikan. Sambal yang disajikan juga berbeda. Meski sambal kecap, tapi cita rasanya sangat berbeda.

Ada udang goreng tepung juga yang dipesan rupanya oleh teman saya. Ketika menyantap udang goreng tepung, kok beda ya rasanya udangnya. Sangat gurih tepungnya. Mungkin dicampur dengan telur.

Sembari makan, suara deburan ombak menemani kami. Ah enak benar, makan sembari menikmati suasana laut. Makan ikan bakar dengan sambal khas, membuat saya lahap.

Usai makan, saya dan teman harus ke Bandara karena ada yang kembali lebih dahulu, dan saya akan menginap semalam di gunung sitoli. Tunggu cerita saya selanjutnya ya. Kalau lagi ke Nias, tak ada salahnya mampir ke sini.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA