Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 30 Sep 2019 15:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cantiknya Gunung Lawu yang Terkenal Angker

Catherine Putri
d'travelers
Foto 1 dari 5
Edelweis putih. (Kredit: Adam)
Edelweis putih. (Kredit: Adam)
detikTravel Community -

Gunung Lawu yang berbau mistis, ternyata menyimpan keindahan yang memanjakan mata. Mulai dari bunga Edelweis, hingga keindahan matahari terbenam di atas awan.

Berlokasi di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.265 mdpl memang terkenal dengan aroma mistisnya. Entah sudah berapa banyak cerita yang ditulis mengenai latar belakang gunung ini dan mitos-mitos yang dimilikinya.

Sudah menjadi rahasia umum juga, bahwa gunung ini masih dijadikan sebagai tempat persembahan atau pesugihan bagi orang-orang yang menginginkan kekayaan dan kesuksesan secara instan.

Menurut mitos yang beredar, pendaki juga dilarang menggunakan baju berwarna hijau. Hal ini terkait Ratu Kidul si penguasa Pantai Selatan yang konon menyukai warna hijau. Sehingga, pendaki yang mengenakan baju hijau mungkin akan diculik olehnya. Selain itu, ada larangan untuk membawa rombongan yang berjumlah ganjil.

Aroma mistis juga kian diperkuat oleh adanya Pasar Setan. Meskipun tak terlihat secara kasat mata seperti pasar, namun seringkali pendaki yang sedang melewati titik ini mendengar suara ricuh seperti suara keramaian di pasar.

Pasar Setan ini dipercaya berada di jalur Candi Cetho, lereng Gunung Lawu, sebuah lahan yang ditumbuhi ilalang. Nah menurut kepercayaan, jika pendaki mendengar suara ricuh tersebut, pendaki harus segera membuang barang apapun yang ada di situ, seperti saat melakukan transaksi jual beli di pasar. Meskipun cerita ini belum dapat dibuktikan kebenerannya, namun mendengarnya saja sudah cukup membuatmu merinding bukan?

Namun, selama pendaki memiliki tujuan baik dan positif seperti untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, mencari ketenangan dan menikmati keindahan alam, maka niscaya hasilnya pun akan baik. Nyatanya, tidak semua pendaki mengalami hal mistis tersebut. Banyak pendaki yang pulang dan menganggap semua cerita mistis itu hanya angin lalu.

Lagipula, Gunung Lawu yang misterius dan dingin ini memiliki segudang keindahan untuk dinikmati.

Padang Edelweis merupakan salah satu kecantikan yang dimiliki Gunung ini. Hamparan bunga Edelweis ini akan terlihat dengan jelas jika pendaki melewati jalur pendakian Candi Cetho, sebelum Pos Bulak Peperangan hingga Pasar Dieng atau di sepanjang jalan menjelang Puncak Hargo Dumilah. Berbeda dengan gunung lain, ada beberapa warna bunga Edelweis di Gunung Lawu yaitu warna merah muda, kuning dan putih (setidaknya tiga warna ini yang ditemukan penulis saat mendaki Gunung Lawu).

Pendaki dapat menikmati keindahan panorama Telaga Kuning, jika sudah berhasil mencapai Puncak Hargo Dumilah. Caranya dengan berjalan ke arah tebing di arah barat dan menolehkan pandangan ke kiri.

Setelah itu akan terlihat kubangan air yang tidak terlalu dalam yang dikenal dengan kawah Telaga Kuning. Selain Telaga Kuning, masih ada dua telaga lagi yang cukup populer bagi pendaki yaitu Kawah Telaga Lembung Selayur dan Kawah Candradimuka atau 'Condrodimuko' dalam Bahasa Jawa.

Saat sampai di pos 4 di sore hari, pendaki dapat memanjakan mata dengan pemandangan lautan awan dan matahari terbenam. Sesaat sebelum matahari terbenam, warna langit pun akan nampak seperti gulali, yaitu merah muda keunguan.

Rasanya, seperti melihat sisi lain dari dunia yang penuh dengan keributan, kemacetan, masalah dan kesulitan. Keindahan ini membuat kita bersyukur dan sadar bahwa masih ada keindahan lain di dunia yang perlu kita jaga dan syukuri. Salah satu momen terbaik di Gunung Lawu, pendaki diberikan kesempatan untuk melihat tidak hanya keindahan matahari terbit tapi juga matahari terbenam.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA