Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Okt 2019 15:25 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata ke Italia Jangan Lupa ke Venesia

Arpawi Harun
d'travelers
Foto 1 dari 5
Jembatan Rialto merupakan jembatan yang paling banyak dikunjungi di Venesia
Jembatan Rialto merupakan jembatan yang paling banyak dikunjungi di Venesia
detikTravel Community -

Venesia, salah satu kota cantik dan eksotis di Italia. Jalanan sempitnya yang khas, jembatan dan bangunan kuno yang indah buat siapapun ingin mengunjunginya

Kalau kita berbicara tentang kota-kota tercantik di dunia rasanya tidak sah kalau tidak mengikutsertakan nama Venesia di dalamnya. Tidak ada banyak tempat yang bisa dibandingkan dengan kota yang satu ini, traveler bisa meng-eksplore jalan-jalan sempitnya yang khas, kanal-kanal dengan jembatan-jembatan mungilnya serta bangunan-bangunan kunonya yang indah.

Venesia yang terletak di bagian timur laut negara Italia ini dikenal dengan julukan kota terapung, kota jembatan atau kota kanal, karena kota ini memiliki 177 kanal yang terhubung oleh 417 jembatan termasuk 72 jembatan pribadi.

Kota yang juga dijuluki kota air ini dibangun di atas pilar-pilar kayu di tanah berlumpur pada 117 pulau kecil yang terletak di sebuah laguna yang dulunya dangkal. Namun, karena beratnya beban yang harus dipikul oleh pilar-pilar kayu yang umurnya telah mencapai ratusan bahkan sampai seribu tahun tersebut, kota Venesia juga sekarang mendapat julukan "The Sinking City" atau kota yang sedang tenggelam. Level air lautnya semakin lama semakin tinggi dan akhir-akhir ini kota ini juga sering dilanda banjir.

Selain terkenal dengan Carnival of Venice, di mana para peserta mengenakan kostum bertopeng setiap bulan Februari, kota Venesia juga sangat identik dengan gondola, sejenis perahu dayung tradisional yang berfungsi sebagai alat transportasi.

Untuk memenuhi permintaan wisatawan yang kian tahun kian meningkat, telah tersedia sekitar 350 gondola. Saya sendiri belum pernah naik gondola karena harga sewanya lumayan mahal. Untuk tour selama 30 menit, kita harus membayar 31 euro atau sekitar 450,000 rupiah per orang dan biasanya satu gondola hanya bisa mengangkut maksimum 6 penumpang saja.

Kalau ingin menghemat uang, sebaiknya naik Water Bus Vaporetto, kapal penumpang umum. Kalian bisa membeli pass dengan harga yang lebih menarik, 20 euro untuk 24 jam, 30 euro untuk 48 jam, 40 euro untuk 72 jam atau seandainya kalian ingin tinggal lebih lama, kalian hanya "perlu" membayar pas seharga 60 euro atau sekitar 870 ribu rupiah untuk satu minggu. Jadi, jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan gondola. Tentu saja, jika traveler ingin memiliki pengalaman naik gondola, tidak ada salahnya mencoba.

Selama berada di Kota Venesia, ada beberapa obyek wisata yang tidak boleh dilewati. Ada Piazza San Marco atau Saint Mark's Square di mana terdapat bangunan bersejarah yang indah seperti Saint Mark Basilica, Doges Palace serta San Marco Campanile. Jangan lupa juga mengunjungi Canale Grande atau Grand Canal, Jembatan Rialto dan jembatan Bridge of Sighs yang terkenal dengan arsitektur uniknya, serta Gallerie dell'Accademia.

Selain menikmati keindahan Kota Venesia, Traveler juga bisa bepergian dengan vaporetto ke pulau Murano yang terkenal sebagai pusat kerajinan dari bahan kaca (Murano glass telah memiliki reputasi sampai manca negara) termasuk lampu-lampunya yang khas atau ke pulau Burano, kota nelayan yang sangat instagrammable dengan bangunan-bangunan yang dicat berwarna-warni.

Saya merasa sangat beruntung karena telah memiliki kesempatan untuk berkunjung tiga kali ke kota yang dibangun di atas laguna ini. No, bukan karena tajir melintir melainkan karena saya pernah tinggal di salah satu negara Schengen dan saya punya teman yang tinggal di Kota Venesia, jadi bisa jalan-jalan hemat tanpa harus mengeluarkan dana ekstra untuk bayar penginapan dan restoran.

Selain itu, teman saya yang berasal dari daerah ini sangat mengenal seluk beluk kota mulai dari restoran kecil yang murah meriah (untuk standar Eropa) dan enak sampai hal-hal yang harus dihindari selama berada di kota ini. Akomodasi yang berada di dalam kota lumayan mahal harganya.

Untuk menghindari bengkaknya biaya, traveler bisa mencari penginapan melalui air b&b atau tinggal di di luar Venesia. Terutama di kota terdekat seperti Kota Mestre yang hanya memakan waktu 15 menitan untuk sampai di terminal kereta api Santa Lucia di Kota Venesia.

Seperti saya, traveler sebaiknya menghindari makan siang atau makan malam di restoran-restoran yang berada di tempat-tempat populer karena selain harga yang mahal, rasanya juga sering tidak enak. Belum lagi perlakuan pelayan-pelayan restoran yang cukup agresif dalam mencari pelanggan. Cobalah masuk ke restoran-restoran yang berada sedikit jauh (biasanya di gang-gang yang lebih kecil) dengan pelanggan-pelanggan lokal.

Salah satu restoran favorit saya adalah Il Paradiso Perduto, sebuah restoran yang menawarkan makanan khas Italia lengkap dengan menu sea food dengan harga yang lebih 'masuk akal'. Restoran ini banyak dikunjungi penduduk lokal dan terdapat di Fondamenta Cannaregio di jantung Kota Venesia. Bagi penggemar kopi, salah satu coffee shop yang wajib dikunjungi adalah Torrefazione Cannaregio yang juga terletak di daerah yang sama.

Traveler pernah dengar nama kue tiramisu kan? Nah, tiramisu itu banyak ditemukan di toko-toko kue atau di cafe-cafe di kota ini karena tiramisu juga berasal dari daerah ini. I Tre Mercanti dan Pasticceria Tonolo merupakan toko-toko kue di kota Venesia yang paling terkenal dengan tiramisu nya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, harga masuk ke toilet publik lumayan mahal di Venesia. Malah ada yang mematok harga 3 euro (sekitar 45 ribu rupiah) hanya untuk buang air kecil. Jadi sebaiknya make sure kalian menggunakan toilet di penginapan atau hotel kalian sebelum keluar jalan-jalan.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA