Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Nov 2019 11:29 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bermain dengan Bintang Laut di Pulau Pari

Masiatun Abdulhadi
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pantai Perawan menawan, menunggu disentuh wisatawan
Pantai Perawan menawan, menunggu disentuh wisatawan
detikTravel Community - Memanfaatkan momen akhir pekan lalu, kami memilih jalan-jalan ke Pulau Pari di Kepulauan Seribu, Jakarta, yang konon katanya lebih sepi daripada tetangganya yakni Pulau Tidung.

So ternyata memang benar lebih sepi. Hal itu sudah bisa kami rasakan saat kapal kayu kami merapat di dermaga Pulau Pari. Di dermaga hanya terdapat satu kapal saja selain kapal kami yang merapat.

Begitu kaki menginjak daratan sudah banyak bapak atau ibu ibu yang menawarkan penginapan kepada kami. Setelah mendapat penginapan yang cocok, kami pun mulai menjelajah.

Pantai Perawan yang kami tuju memiliki pantai landai berpasir putih. Di tengah laut ada pulau pasir dan di atasnya dibangun gazebo yang bisa digunakan untuk santai. Ada juga ayunan di air yang Instagramable.

Pantai Perawan cocok untuk keluarga yang membawa anak kecil karena pantainya landai, tidak dalam, dan yang terpenting tak ada ombak. Jadi anak-anak relatif aman bermain air.

Di sekeliling bibir pantai ada warung warung yang menyediakan makan dan minum. Disewakan juga tenda tenda untuk bermalam di dekat pantai. Oya, untuk masuk ke Pantai Perawan kita diharuskan membayar Rp 10 ribu yang dimasukkan ke dalam kotak. Karena di Pulau Pari sarana dan prasarana dikelola penduduk setempat, ya, hal ini terbilang masih wajar.

Di sini pengunjung bisa menyewa perahu sekalian guide untuk menjelajah hutan bakau dan snorkeling. Area tempat snorkeling tidaklah dalam, ada terumbu karang yang cantik dan ikan warna-warni yang dapat dilihat dari atas perahu.

Setelah puas main di Pantai Perawan, kemudian kami menuju Pantai Bintang. Dinamakan pantai Bintang karena memang banyak bintang laut yang bisa kita pegang dan ajak bermain. Di pantai ini kita harus bayar Rp 5 ribu untuk masuk.

Malam hari kami memutuskan membuat api unggun di tepi pantai Perawan. Untuk makan kami mengandalkan yang ada di warung. Disamping tidak repot, hitung-hitung juga memberikan rezeki kepada penduduk setempat.

Begitulah refreshing kami kali ini, semoga menginspirasi.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA