Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Apr 2020 19:21 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menuju Masjid Soekarno di Saint Petersburg

riswihani
d'travelers
Foto 1 dari 5
Situasi di Gorkovskaya
Situasi di Gorkovskaya
detikTravel Community -

Saint Petersburg di Rusia memiliki masjid dengan nama yang sama dengan kota itu. Masjid itu juga dikenal dengan nama Masjid Soekarno.

Awal Oktober 2019, saya pergi ke Russia dan kota pertama yang saya singgahi adalah Saint Petersburg. Salah satu tujuan utama yang sangat saya ingin kunjungi di kota ini adalah Petersburg Mosque atau yang juga di kenal sebagai Masjid Soekarno.

Masjid ini terletak di pusat kota, dekat dengan Sungai Neva dan Benteng Peter & Paul yang juga merupakan Icon Russia. Tidak sulit untuk menemukannya.

Sebelum pergi ke Rusia saya pernah mencari info seputar bangunan masjid tersebut. Dari artikel dan informasi yang saya dapatkan bahwa masjid ini di dominasi dengan warna biru. Mulai dari kubahnya, hingga ke sebagian warna pada exterior bangunan masjid juga berwarna biru. Bahkan, dikarenakan dominasi warnanya sebagian orang menyebutnya dengan Blue Mosque.

Julukan nama Masjid Soekarno itu dikarenakan ada sejarah pada masa lalu sekitar tahun 1956. Saat itu, Soekarno sebagai presiden negara Indonesia mempunyai mempenngaruhi paham komunis di Rusia.

Ya, Rusia merupakan negara komunis yang tidak memperbolehkan ada tempat beribadah. Saat Soekarno datang ke Saint Petersburg, beliau melihat ada sebuah bangunan berkubah biru yang memiliki menara tinggi. Presiden Soekarno meminta tentara Rusia untuk mengantarkannya ke bangunan tersebut.

Setelah itu, Soekarno meminta kepada pemerintah Rusia untuk bisa memfungsikan bangunan tersebut sebagai masjid. Sejak itu, masjid tersebut identik sebagai Masjid Soekarno.

Saya datang ke masjid tersebut dengan transportasi Metro Train turun di Gor'kovskaya Station. Dari Metro Station tersebut hanya berjalan sekitar 600 meter, saya sudah tiba di Bangunan Masjid berkubah biru itu.

Sepanjang jalan saya menemukan banyak pohon-pohon berguguran dengan daun menguning pemandangan khas Autumn. Rumput yang masih hijau  membentang di sepanjang taman dijatuhi daun-daun kuning dan coklat, membuatku tak ingin berlama-lama untuk segera foto sekeliling taman.

Kakiku terus melangkah menyeberangi jalan dan akhirnya tiba di bangunan Masjid, kondisi nya agak kurang terawat. Banyak juga turis yang datang ke tempat ini untuk berfoto dan mengenal sejarah masa lalu bangunan ini.

Setelah saya melihat sudut-sudut yang menarik, saya masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan salat zuhur dan ashar.

Masya Allah, saya sangat bahagia bisa datang ke tempat ini. Semoga suatu saat Allah mengijinkan saya datang kembali ke tempat ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA