Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Des 2019 11:17 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melancong ke Belitung, Ini Itinerari Lengkapnya

Idris Hasibuan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pulau Batu Berlayar
Pulau Batu Berlayar
detikTravel Community - Belitung bisa jadi pilihan destinasi liburan akhir tahun traveler. Bingung mau ngapain di Belitung? Simak cerita dan itinerari berikut ini

Kamu sudah pasti tahu dengan Flim Laskar Pelangi? Atau kamu juga sudah menontonnya? Mungkin kisah perjuangan Arau dan Lintang membuatmu terunyah bagaimana pentingnya pendidikan. Karena memang dengan pendidikan pula lah salah satu cara mengubah nasibmu. Flim yang di adopsi dari Novel Andrea Hirata dengan judul yang sama memang sangat booming dan ditonton jutaan pasang mata.

Nah, apakah kamu pernah berfikir untuk menginjakkan kaki ke Belitung, tempat syuting flim Laskar Pelangi ini memang menawarkan panorama yang ciamik, mulai dari pantai-pantai yang khas dengan bebatuannya sampai dengan adat-istiadatnya. Nah, kali ini saya berkesampatan untuk menginjakkan kaki di Negri Laskar Pelangi ini bersama Bro Pam Pam (Indra) dari adorabelbackpaker

Hanya 40 Menit Dari Jakarta, Belitung Memang Sungguh Menawan

Sebelum sholat subuh, langkah kaki pun segera bergegas untuk menuju Terminal Bus Kampung Rambutan, kemudian dilanjutkan menaiki bus menuju bandara. Perjalanan sekitar 1 jam, baru lah sampai di Bandara Sokerna Hatta. Tak lama kemudian ajan kumandang subuh pun memanggil orang-orang yang beriman untuk melaksanakan kewajiban seorang hamba kepada Ilahi.

Setelah selesai sholat subuh, saya bergegas untuk menuju ruang tunggu untuk bertemu Bro Pam Pam, lalu kenalan dan bercerita panjang lebar. Hanya sekadar untuk mengakrabkan, obrolan panjang lebar mulai dari yang penting sampai obrolan sampah juga dibahas. Iya, karena memang traveling dengan orang yang baru itu harus begitu, supaya perjalanan lancar dan tak canggung.

Sampai di Bandara Tanjung Pandan, Langsung Eksplore Belitung

Oh iya, seperti biasanya setiap penerbangan kemanapun Saya sering bangat menggunakan aplikasi tiket.com untuk memesan tiket pesawat dan  hotel. Penerbangan dari Jakarta ke Belitung juga saya menggunakan city link yang dipesan dari tiket.com. Karena selalu mendapatkan makanan gratis yang sangat lezat. Dan jika beruntung, kadang juga ada pembagian voucher dari tiket.com

Tak terasa pesawat yang kami tumpangi ternyata sudah mendarat dengan selamat di Bandara Tanjung Pandan, udara sejuk khas juga sangat terasa disini karena memang masih pagi. Setelah itu kami lansgung menuju private trip yang kami gunakan. Dan mengobrol sejenak lalu langsung menuju destinasi wisata yang ada di Belitung. Di hari pertama ini, kami lebih banyak mengekplore wisata selain pantai, karena memang ternyata Belitung juga menyimpan segudang destinasi yang epik.

Perjuangan Sepuluh Bocah di SD Muhammadiyah Belitung

Dua ruang kelas saling berdempetan, dinding papan bercat lusuh. Sebagian atap seng nampak bolong-bolong. Ruang kelas beralas tanah dengan interior berupa lemari, kursi dan meja belajar seadanya. Bahkan bangku kayu siswa terlihat rusak. Sejumlah foto pahlawan nasional ditempel di dinding kelas. Begitulah gambaran suasana SD Laskar Pelangi yang walaupun reyot, tapi menjadi tujuan wisata para turis.

Diluar ruangan kelas, nampak sang pusaka merah putih berkibar dengan hembusan angin dan pasir putih menjadi tempat berpijaknya. Jika melangkah lagi ke depan akan ada sebuah gerbang pintu masuk sekolah serta tulisan replika SD Muhammadiyah Gantong.

Perpaduan Rumah Keong dan Landscape Danau Kirana

Setelah puas dengan SD Muhammadiyah Gantong, kami pun melanjutkan perjalanan sekitar 3 menit menuju Rumah Keong. Rumah Keong ini terbuat dari Rotan sehingga membuatnya semakin unik. Jika kamu berjalan sedikit dari Rumah Keong kamu akan menemukan sebuah danau bekas galian tambang.

Air yang jernih dengan dermaga yang sangat instagramble. Sambil menikmati semilir angin belitung di atas dermaga dan tiga buah perahu warna-warni menjadikannya semakin ciamik.

Vihara Dewi Kwan Im, Sejuk Pun Sangat Terasa

Puas dengan Danau Kirana, kami pun langusung mengisi perut yang sudah mulai keroncongan di sebuah restoran. Menu khas seafood serta makan di atas danau sungguh menggugah selera makan, apalagi tenaga yang sudah sudah mulai habis harus di charges lagi demi melanjutkan perjalanan. Kami pun makan dengan santai dan melahap semua makanan yang tersedia menghabiskan waktu sekitar 90 menit lebih.

Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Vihara Dewi Kwan Im. Roda mobil yang kami tumpangi melaju begitu kencang sambil sesekali di iringi dengan guyonan. Hingga akhirnya gerbang Vihara Dwi Kwan Im dengan gagah dengan corak merah kuning khas cina menyambut kami denga senyuman. Kemudian kami pun mulai eksplore selangkah demi selangkan anak tangga yang ada.

Rumah ibadah ini merupakan yang tertua di Belitung dan untuk memasuki area vihara kami harus menaiki tangga yang jumlahnya 86 anak tangga. Ada beberapa tempat sembahyang di tempat ini. Kita dapat melihatnya satu persatu sambil menaiki tangga yang ada di sekitarnya. Dan yang pasti patung Dewi Kwan Im lah yang menjadi daya tarik utamanya.

Menutup Hari di Pantai Burung Mandi

Tak terasa hari mulai beranjak sore, akhirnya kami pun memutuskan untuk menutup liburan hari ini ke Pantai Burung Mandi. Pantai termasuk menjadi favorit wisatawan karena keindahan pantainya. Hamparan pasir putih di bibir pantai dibalut dengan lautan biru yang sangat tenang.

Keindahan pantai ini semakin lengkap karena pepohonan yang rindang di bibir pantai sangat cocok untuk bersantai sambil menyeruput es kelapa muda. Selain itu, perahu nelayan berbaris dengan gagah untuk menunjang perekonomian sang nelayan. Ah, sungguh tak terasa kantuk pun mulai menyapa dengan hembusan semilir angin. Dan akhirnya hari semakin sore, kami pun memutuskan untuk segera istrirahat ke Hotel yang sudah kami pesan melalui aplikasi Tiket.com.

Setelah semalaman berkutak dengan editing artikel dari beberapa kontributor di Bapermulu.com dan akhirnya mata lelah dan tidur dengan pulas. Maklum saja Hotel yang kami pilih merupakan salah satu hotel berbintang sehingga tidur pun pulas, tentu saja dengan menggunakan voucher saya dari tiket.com. Hingga akhirnya pagi mulai menyapa, setelah shalat, mandi dan langsung sarapan. Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Kelayang.

Dari hotel tempat kami menginap sekitar 40 menit untuk menuju Pantai Tanjung Kelayang. Obrolan khas anak muda selalu menjadi perekat kami dalam perjalananan ini, hingga akhirnya tak terasa kami sudah sampai di area parkir. Kemudian kami harus mencoba beberapa alat keamana untuk hopping island, mulai dari baju pelampung sampai alat-alat snorkling.

Dan lalu kami melangkahkan kaki selangkah demi selangkah, hingga akhirnya bibir pantai dengan pasir putih dan barisan kapal yang sudah siap mengajak para pelancong untuk memanjakan mata dan bermain air di Pulau-pulau Belitung ini. Lalu kami pun memulai perjalanan hopping island ini dengan bahagia.

Pulau Batu Garuda dan Air Laut yang Jernih


Setelah kami menaiki kapal yang sudah kami sewa, akhirnya perlahan tapi pasti kapal kami pun menuju destinasi yang paling dekat terlebih dahulu yaitu Pulau Batu Garuda. Untuk menuju Pulau Batu Garuda ini diperlukan waktu sekitar 10 menit. Selama perjalanan, kami bisa mengayunkan kaki ke air laut sambil kapal berjalan terus.

Setelah mendekati Pulau Batu Garuda, kami tidak bisa singgah kesana karena memang tidak diperbolehkan dengan berbagai alasan. Seperti yang dituturkan oleh tour guide kami yaitu keselamatan dan terumbu karangnya. Hanya karang di sekitar Pulau Batu Garuda ini yang masih asri dan segar-segar. Bersandarnya kapal berpotensi merusak karang yang letaknya di perairan yang cukup dangkal. Jadi kami hanya mengabadikan momen dari jarak tertentu ditemani angin sepoy-sepoy.

Melanjutkan Perjalanan Menuju Pulau Batu Berlayar

Setelah puas mengabadikan keindahan batu yang berbentuk Burung Garuda, kami melanjutkan Pulau Batu Berlayar. Untuk menuju pulau ini cukup memakan waktu karena harus mengeliligi pulau lainnya. Namun, tenang saja setelah sampai di pulau ini kamu akan langsung disuguhkan dengan pasir yang halus berbaur dengan lautan ombak kecil.

Sebuah tulisan Pantai Batu Berlayar terpampang kecil di depan bebatuan granit, lalu setelah melewatinya kami pun melanjutkan langkah kaki melompat dari batu yang satu ke yang lainnya. Dari atas batu, kami melihat dengan jelas berbagai jenis ikan berenang dijernihnya air laut. Selain itu, perairan dangkal di sekitar Pulau Batu Berlayar ini memungkinkan kita untuk berendam. Tak jarang ketika berendam, beberapa ikan laut yang berukuran kecil akan melewati kita tanpa ragu.

Pulau Lengkuas, Salah Satu Ikon Belitung


Puas dengan Pantai Batu Berlayar, kami pun melangsungkan perjalanan menuju Pulau Lengkuas. Masih seperti biasa, ditengah perjalanan menuju pulau lengkuas kami selalu bersanda gurau dengan crew kapal dan sesekali mata sayup-sayup untuk tidur ditengah teriknya matahari. Tak terasa kami pun sampai di Pulau Lengkuas, hamparan pasir putih langusng menyambut langkah kaki.

Kami pun berkeliling di sekitar untuk mencari spot yang menarik dan tentu saja tak lupa mengulik sejarah dari Pulau Lengkuas ini. Pulau Lengkuas. Nggak cuma indah, pulau kecil ini ternyata merupakan saksi sejarah kemerdekaan Indonesia lho! Selain bermain di pantai yang eksotis karena dikelilingi bongkahan batu granit.

Nah, di sini juga kami menyuruput es kelapa muda di tengah panasnya sang mentari. Oh iya, tapi di sini kamu tidak boleh duduk sembarangan di kursi yang tersedia karena ada berebapa memang yang berbayar. Meski kamu sudah jajan tetap harus bayar, rasanya aneh bukan? Tapi memang itulah salah satu keunikan pulau ini.

Makan Siang di Pulau Kepayang

Setelah dari Pulau Lengkuas, sebenarnya kami snorkling dulu sebentar di Pulau Babi, setelah capek dan lelah langsung menuju Pulau Kepayang untuk sekadar beristirahat dan mengisi tenaga yang sudah terkuras dengan makanan khas Belitung dan tentu saja kopinya juga. Memasuki Pulau Kepayang tak disangka, kami bertemu dengan salah satu Atlet Nasional Kano yang sudah menjuarai berbagai lomba. Karena kami tidak begitu tertarik tentang dunia atlet dan selebirtias kami hanya sekadar menyapa saja tanpa meminta foto juga. (teman traveling kali ini soalnya selebgram juga, haha).

Memasuki restoran di yang ada di Pulau ini, kami langsung mencari tempat duduk untuk makan dan memilih meja paling dekat dengan pasir, supaya viewnya langsung lautan luas. Nah, uniknya disini adalah, kami harus mengambil minuman sendiri langsung berupa kopi atau teh yang sudah disediakan dalam bentuk perahu di restoran ini. Tapi sayangnya, untuk segi pelayanan termasuk kurang karena saya melihat sendiri seorang pelanggan yang meminta sendok tambahan namun tidak dikasih. Mungkin karena itu tanggungjawab dari tour guidenya. Tapi gak ada salahnya kan membantu dan toh tak merugikan juga?

Pulau Kelayang, Bebatuan dan Hutan Rimba

Setelah puas dengan makan siang dan istirahat yang cukup lama, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kelayang. Sebenarnya Pulau Kalayang ini merupakan tetangga dekat Pulau Batu Garuda dan mereka sudah lama banget duduk namun mereka tak bisa menyatu karena dipisahkan oleh lautan luas.

Memasuki pulau ini kami kaget karena ternyata ada monyet yang lucu menyambut kedatangan kami. Kami pun mulai menelusuri seleangkah demi selangkah hingga akhirnya sampai keistimewaan dari pulau ini. Sebuah bebatuan yang sangat tinggi dan besar serta ada kubangan air yang bisa dijadikan kolam renang abadi. Sungguh indahnya berenang di dalam perut batu ini, airnya hijau bening bak permadani.

Hopping Island di Pantai Tanjung Tinggi

Setelah puas dengan menjelajahi pulau-pulau tersebut. Dengan segala lelah yang masih membuat badan rasanya malas untuk sekadar beranjak, namun kami masih harus menikmati sunsed di Pantai Tanjung Tinggi. Karena disinilah lokasi terbaik untuk menikmati sunset yang menawan.

Setelah sampai di pantai ini, kami langsung disambut dengan prasasti yang bertuliskan 'Lokasi Syuting Film 'The Film Site of Laskar Pelangi'. Prasasti ini menjadi bukti nyata bahwa pantai ini memang menjadi salah satu lokasi syuting Bu Musilamah ini. Kami berjalan mengelilingi Pantai ini dari berbagai arah dan menunggu sang mentari menunjukkan warnanya nan memukau.

Namun sayangnya setelah beberapa jam menunggu, kami hanya bisa menikamati keindahan alamnya saja tanpa ada sunsed karena takdir belum berpihak kepada kami. Tapi meski demikian, kami tetap bahagia karena asyik mengobrol dan sesekali mengatawain orang-orang yang lewat dan bersikap sok ramah.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kami pun akhirnya pulang menju hotel untuk istirahat dan eksplore Belitung di hari yang ketiga yaitu wisata sejarah dan tentu saja oleh-oleh.

Nah, untuk hari ketiga pun tak kalah menarik. Tapi wisatanya hanya dalam kota dan kami pun mneutup liburan ke Danao Kaolin dan tentu saja ke pusat oleh-oleh. Bagiamana? Kamu tertarik liburan ke Belitung, untuk tiket dan hotel tenang saja. Semua bisa lewat satu genggaman via tiket.com.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA