Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Feb 2020 13:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Benteng Pendem Ambarawa Keren Banget Buat Berfoto

Jetrani Reza Dias
d'travelers
Foto 1 dari 5
Bagian dalam Benteng Fort Willem I
Bagian dalam Benteng Fort Willem I
detikTravel Community -

Ambarawa, Jawa Tengah memiliki jejak sejarah berupa Benteng Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa. Keren juga untuk berfoto.

Benteng Pendem itu berada di Lodoyong, Ambarawa, Jawa Tengah. Daerah itu ada di antara Yogyakarta dan Semarang.

Kendati sering melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Semarang atau sebaliknya, tapi saya abai dengan benteng itu. Barulah saya menyadari ada sebuah benteng yang terlihat dari tepi jalan. Benteng itulah adalah Benteng Fort Willem I atau lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem Ambarawa,

Ternyata bukan hanya saya yang tak menyadari keberadaan benteng ini. Beberapa penumpang di kendaraan umum yang saya pilih juga tak mengetahui ada benteng tersebut.

Konon, Benteng Pendem dibangun pada tahun 1834 dan selesai 1845. Lokasinya tak jauh dari Museum Kereta Api atau di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa dan berada di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambarawa.

Pada tahun 1840-an ketika VOC berkuasa di Jawa, Ambarawa bisa dikatakan titik sumbu strategis antara Semarang dan Surakarta. Pada awal abad 18, VOC membangun benteng benteng di sepanjang jalur Semarang Oenarang (sekarang Ungaran) Salatiga Surakarta (Solo).

Untuk menuju ke benteng itu, dari jalan utama, traveler tinggal mencari jalan kecil beraspal dan mengikuti jalan. Tak ada petunjuk berarti sehingga aku mengandalkan aplikasi peta di handphone dan bertanya ke warga sekitar.

Jalannya beraspal mulus yang bisa dilalui mobil. Nantinya pengunjung harus memarkirkan mobilnya di tepi sawah atau rumah warga kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak selama 5 menit. Jika kalian naik sepeda motor, kalian bisa parkir tepat di samping retribusi yang dikelola warga.

Baca juga: Benteng Pendem Ambarawa Yang Indah dan Penuh Misteri



Tiket masuk ke Benteng Pendem ini hanya Rp 5 ribu rupiah per orang. Kita bisa berfoto dengan latar belakang reruntuhan benteng yang masih nampak kokoh meski sebagian sudah mulai runtuh disana-sini. Meski terdiri dari 2 lantai, kita tidak diperbolehkan naik ke lantai 2 ya.

Bangunan di lantai 2 nampaknya digunakan untuk tempat tinggal, terlihat dari banyaknya jemuran pakaian dan juga barang-barang rumah tangga yang ada di sejumlah sudut. Sedikit disayangkan karena bangunan ini jadi nampak kumuh.

Sejumlah coretan dari tangan-tangan jahil pun membuatku merasa miris sekaligus gemas. Banyak tulisan dengan spidol di tembok maupun tangga yang sebenarnya tak perlu ditinggalkan para wisatawan.

Baca juga: Benteng Instagramable Peninggalan Belanda di Ambarawa



Berjalan sedikit ke belakang, ada mushola dan juga sumur yang bisa digunakan untuk berwudhu. Warga sekitar juga terbiasa berlalu lalang melalui benteng ini karena banyak sepeda motor warga yang keluar masuk. Sepertinya ada jalan tembus di bagian belakang meski aku tak tahu kemana arahnya.

Setiap sudut di Benteng Pendem pun menarik dijadikan sebagai obyek foto. Reruntuhan bangunan, tembok 'jadul' yang sudah berlumut, hingga lorong benteng yang eksotis, sangat menarik sehingga banyak anak muda yang datang kesini untuk berfoto guna dipostingdi media sosial mereka.

Bagi kalian yang ingin datang ke Benteng Pendem, pastikan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian benteng ini dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak melakukan aksi vandalisme ya.



Tags: Benteng Pendem

BERITA TERKAIT
BACA JUGA