Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Jan 2020 11:19 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melihat Kehidupan Muslim di Thailand

Foto 1 dari 5
Pedagang Muslim sedang memberikan sa-ke, sejenis biji kluwih kepada pembeli
Pedagang Muslim sedang memberikan sa-ke, sejenis biji kluwih kepada pembeli
detikTravel Community - Thailand punya kota muslim yang jarang diketahui wisatawan. Inilah Kota Hat Yai di yang ramah untuk wisata muslim.

Kota Hat Yai merupakan salah kota dengan penganut islam yang cukup banyak di Thailand.

Terletak di Provinsi Songkhla, Hat Yai ternyata mempunyai sejarah panjang dengan Melayu Islam.

Kota tersebut pernah menjadi wilayah Kesultanan Pattani, sebuah kesultanan Islam yang berkembang pada abad ke-16.

Wilayah Kesultanan Pattani sendiri, meliputi daerah Narathiwat, Yala dan Songkhla. yang keempatnya sekarang berada di wilayah Thailand selatan.

Di Hat Yai, banyak ditemui perempuan yang berhijab, mereka menggunakannya setiap hari untuk melakukan berbagai aktivitas.

Selain hijab, di Hat Yai juga banyak sekali dijumpai makanan halal, kamu bisa menemukannya di sepanjang jalananan Nippathuttit sampai Ly Garden.

Biasanya, mereka menjajakan aneka makanan seperti kerang goreng, cumi bakar, tom yam, pad thai, sosis, ayam madu, dan lainnya.

Aneka lauk itu dipadukan dengan beras merah kadang ketan hitam, yang menjadi ciri khas makanan disana.

Karena kebanyakan makanan yang disajikan adalah seafood, pedagang muslim di sana menjual aneka juice buah untuk mengurangi kolesterol. Inilah alasan mengapa penjual buah dengan pedagang seafood itu berdekatan.

Selain itu, yang paling unik di sana adalah mereka menjual Sa-ke. Bukan nama arak, tapi sejenis biji kluwih yang dibakar dengan lumuran pasir panas.

Mereka menjualnya dengan harga antara 80-200 bath per kilogram, tergantung kualitas dari biji Sa-ke nya.

Saya sempat mencoba, rasanya enak dan gurih. Seperti kentang, namun teksturnya lebih kenyal.

Para pedagang muslim disana, berdampingan dengan pedagang penganut agama Budha. Mereka biasanya juga menjual berbagai karangan bunga yang indah.

Bagi kamu yang penasaran dengan kehidupan muslim di sana, kamu bisa datang ke pasar Ly Garden ketika pagi, atau Asian Night Market ketika malam.

Dijamin, kamu akan mendapatkan oase pemandangan, dimana kamu bisa melihat pedagang Muslim, China, dan Budha saling berdampingan untuk menyapa para penjual dengan ramah.

Tertarik kesana? Segera agendakan, dan angkat ranselmu untuk berlibur ke sana.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA