Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Jul 2020 10:21 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Begitu Megah Istana Kepresidenan Negeri Komunis China

Foto 5 dari 5
tempat tinggal Dr Sun Yat Sen
tempat tinggal Dr Sun Yat Sen
detikTravel Community -

Sebelum Beijing, ibukota pemerintahan China ada di kota Nanjing. Di sini traveler bisa melihat bangunan istana kepresidenan yang megah, sekarang jadi museum.

Istana Kepresidenan atau dalam bahasa mandarin dilafalkan 'zongtongfu' merupakan kantor presiden di era pemerintahan Republik Tiongkok. Istana Kepresidenan ini berada di Jalan Changjiang no 292, Distrik Xuanwu, kota Nanjing.

Tempat seluas 90.000 meter persegi ini merupakan museum sejarah modern terbesar di Tiongkok, sekaligus sebagai ikon kota Nanjing. Bangunan yang telah berusia 600 tahun lebih ini, sudah ada sejak masa dinasti Ming.

Pada masa itu, bangunan ini difungsikan sebagai tempat tinggal bangsawan. Lalu pada masa dinasti Qing, dinasti terakhir di Tiongkok, ketika kaisar Qianlong mengunjungi Jiangnan, bangunan ini difungsikan sebagai istana sementara kaisar Qianlong.

Pada masa pemberontakan Taiping, bangunan ini sempat direbut dari kekuasaan dinasti Qing dan dijadikan 'markas' pemberontak Taiping.

Pada 10 Oktober 1911 terjadi revolusi Xinhai, Dr Sun Yat Sen berhasil menumbangkan dinasti Qing dan mendirikan Republik Tiongkok.

Di tempat inilah Dr Sun Yat Sen dilantik sebagai presiden sementara  Republik Tiongkok. Setelah pergolakan panjang dan kondisi yang lebih kondusif, pada tahun 1927 pemerintah Republik Tiongkok meresmikan Nanjing sebagai ibu kota serta menjadikan tempat ini sebagai Istana Kepresidenan Republik Tiongkok.

Setelah Tentara Pembebasan Rakyat yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok berhasil menduduki Nanjing dan merebut tempat ini, presiden Republik Tiongkok yang saat itu dijabat Chiang Kai-shek memindahkan ibu kota Republik Tiongkok ke Taipei, Taiwan dan meneruskan pemerintahan Republik Tiongkok di sana sampai sekarang.

Dengan keberhasilan merebut istana kepresidenan Nanjing, pada 1 Oktober 1949 di Beijing, pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Mao Zedong, mendeklarasikan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, serta menandai berakhirnya pemerintahan Republik Tiongkok di Daratan Tiongkok.

Pasca berakhirnya pemerintahan Republik Tiongkok di Nanjing, bangunan ini difungsikan sebagai tempat menyimpan barang barang peninggalan pemberontakan Taiping, Dr Sun Yat Sen serta arsip arsip penting masa pemerintahan Republik Tiongkok. Setelah direnovasi, pada sekitar tahun 2002, bangunan ini dialihfungsikan sebagai museum.

Istana Kepresidenan yang telah dijadikan museum ini terbagi dalam tiga area, yaitu area tengah, area barat, dan area timur.  Kantor presiden dan para pembantunya ada di area tengah. Di Bagian barat, ada kantor Dr Sun Yat Sen, serta Taman Xiyuan. Di area Timur ada taman timur serta kantor departemen eksekutif.

Di area tengah yang merupakan kantor kepresidenan, kita dapat melihat ruang yang dulunya dijadikan ruang kerja presiden Republik Tiongkok. Di ruang rapat terpampang foto Dr Sun Yat Sen yang diantara dua bendera berlatar belakang merah dengan dikiri atas terdapat warna biru dan matahari putih yang merupakan bendera Republik Tiongkok.

Di beberapa area terdapat diora yang mempermudah pengunjung untuk lebih mudah merasakan dan merasakan atmosfer kantor kepresidenan ini. Area tempat tinggal Dr Sun Yat Sen juga masih terjaga dengan sangat baik. Jika lelah kita bisa menikmati taman yang ada di area Timur, beristirahat sambil menikmati indahnya kolam yang ada di tengah taman.

Jika kalian sedang jalan jalan ke Nanjing, sempatkan mengunjungi tempat ini yang buka dari 08.00 sampai 17.00. Selain bagus untuk berfoto foto, juga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah Tiongkok.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA