Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 28 Jan 2020 16:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Aceh Memang Indah, Lihat Saja Subulussalam

Foto 1 dari 5
Rafting di Kedabuhan Lae Kombih
Rafting di Kedabuhan Lae Kombih
detikTravel Community - Liburan ke Aceh kamu bisa datang ke Subulussalam. Ragam destinasi wisata di sini yang bisa dikunjungi.

Potensi wisata yang ada di Kota Subulussalam di dominasi oleh Ekowisata, yaitu wisata yang terkait dengan air berupa air terjun dan sungai.

Kota Subulussalam adalah sebuah kota di provinsi Aceh, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil. Kota Subulussalam terdiri dari 5 kecamatan yaitu, Kecamatan Longkib, Penanggalan, Rundeng, Simpang Kiri, dan Kecamatan Sultan Daulat.

Berbicara potensi wisata yang ada di Kota Subulussalam masyarakat pada umumnya baru tau tentang keberadaan potensi wisata yang ada, hal ini dikarenakan kurangnya promosi maupun ekpos wisata yang ada di Kota Subulussalam. Namun beberapa waktu ini geliat Wisata Kota Subulussalam sudah mulai nampak, hal ini dibuktikannya mulai banyak postingan tentang keberagaman Wisata Kota Subulussalam terutama dimedia sosial, baik itu facebook, instagram, youtube, maupun media sosial lainnya.

Keberadaan wisata ini juga menjadi pemersatu beberapa elemen masyarakat pecinta wisata, pegiat lingkungan dan seni budaya serta lainnya dalam suatu wadah Komunitas Wisata Kota Subulussalam. Dengan adanya komunitas ini geliat promosi dan postingan Wisata Kota Subulussalam semakin ramai dan kegiatan-kegiatan berkenaan dengan Wisata Kota Subulussalam makin sering diadakan.

Diharapkan kedepannya untuk pengembangan Wisata Kota Subulussalam ini adanya partisipasi dari Pemerintah Kota Subulussalam yang secara nyata dan penuh sehingga usaha untuk mengenalkan potensi Wisata Kota Subulussalam makin maksimal dan terwujud, sehingga diharapkan kedepannya penduduk subulussalam bisa menikmati pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan dari potensi wisata ini.

Potensi Wisata Kota Subulussalam terdari dari berbagai keanekaragaman, seperti Wisata Religi, Ekowisata, Budaya, Seni, Mountain Bike (MTB), Hiking, Trail (Extrem/Gastrex), kuliner, kerajinan dan lainnya. Dalam artikel ini kami Komunitas Wisata Kota Subulussalam akan mencoba menguraikan beberapa hal tersebut yang dikumpulkan dari beberapa sumber.

1.Rafting Kedabuhan Lae Kombih


Ekowisata ini adalah perpaduan antara menikmati air terjun dan juga mencoba olah raga air yang extreme yaitu arung jeram (rafting). Lokasi ekowisata ini diawali di hulu berada di Kampong Jontor dan hilir ke Kampong Sekelang Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam.

Ekowisata ini menyuguhkan panorama tiga air terjun yaitu Air terjun Kedabuhan, Air Terjun Kedabuhan Kecil, dan Air terjun Bidadari yang membuat kita terkagum-kagum. Penorama yang begitu indah dan masih sangat asri, Air terjun Kedabuhan dengan debit air yang begitu besar dan dikelilingi oleh pemandangan indahnya bebatuan yang terbentuk ukiran alami.

Setelah puas kita menikmati sejuknya air dan panorama air terjun selanjutnya kita akan dipacu adrenalin dengan olah raga arung jeram (rafting) menyusuri jeramnya arus sungai Lai Kombih dengan menggunakan perahu karet.

Untuk menuju destinasi ekowisata ini kita melalui transportasi darat sekitar ± 17 Km dari Kantor Walikota Subulussalam menuju checkpoint start rafting di Kampong Jontor dengan menuruni tangga yang lumayan banyak dan curam dari pinggir jalan nasional menuju pinggir sungai.

2. Ekowisata Lae Soraya

Destinasi Ekowisata Lae Soraya ini berada di sepanjang aliran sungai terbesar yang melintasi Kota Subulussalam yaitu Lae Soraya/Lae Alas/Sungai Singkil tepatnya di Kampong Pasir Belo Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam.

Destinasi ini menyuguhkan keberagaman ekowisata, dimulai kita disuguhkan perjalanan dengan perahu tradisional (robin) menyusuri sungai yang lebar (100m), dilanjutkan dengan enam destinasi air terjun yang begitu indah dan masih sangat asri, yaitu Air terjun Lae Soraya, Ruam, Ranto Panjang, Batu Biti, Simanuk-manuk Betina, dan Air terjun Simanuk-manuk Jantan.

Untuk menuju destinasi ekowisata ini kita melalui transportasi darat sekitar ± 32 Km dari Kantor Walikota Subulussalam dan dilanjutkan dengan transportasi sungai (perahu tradisional/robin) sekitar ± 1-2 jam perjalanan ke destinasi Air terjun Lae Soraya yang pertama, dan lanjut ke air terjun lainnya.

Disarankan untuk menikmati destinasi ekowisata ini kita untuk berkemah semalam di lokasi ekowisata untuk bisa maksimal menikmati alam yang begitu asri dan alami tanpa gangguan suara tat tit tut suara Hp. Dan yang lebih mengagumkan apabila kita beruntung dapat melihat secara langsung satwa langka orangutan yang memang mendiami di wilayah seputaran air terjun.

3. Air Terjun Silangit-langit

Ekowisata selanjutnya adalah Air Terjun Silangit-langit, masyarakat sering juga menyebutnya Air Terjun Lelangit berada di Kampong Singgersing Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam. Air terjun ini menyuguhkan penorama yang begitu indah dan masih sangat asri, air terjun yang bertingkat-tingkat dengan air yang sangat jernih dan dikelilingi oleh hutan tropis yang begitu sejuk dan alami.

Untuk menuju destinasi ekowisata ini kita melalui transportasi darat sekitar ± 23 Km dari Kantor Walikota Subulussalam menuju Kampong Singgersing dan dilanjutkan dengan transportasi sungai (perahu tradisional/robin) sekitar ± 1-2 jam melalui sungai singgersing ke tempat lokasi Air terjun.

4. Wisata Religi Makam Syekh Hamzah Fansuri

Situs Wisata Religi Makam Syekh Hamzah Fansyuri adalah situs cagar budaya yang merupakan salah satu tempat wisata di Kota Subulussalam Provinsi Aceh. Terletak di Kampong Oboh Kecamatan Rundeng berjarak sekitar ± 27 Km dari Kantor Walikota Subulussalam bisa dicapai dengan transportasi darat ke lokasi.

Syekh Hamzah Fansyuri merupakan ulama dan pujangga besar Aceh abad 17 yang dimakamkan di Kota Subulussalam yang dikenal bangsa Indonesia dan dunia, bahkan ketokohan Syekh Hamzah Fansyuri sudah diakui secara nasional. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 13 Agustus 2013, menganugerahkan Bintang Budaya Parama Dharma. Penganugerahan tertinggi untuk bidang budaya itu seolah menjadi pembuktian bahwa Syekh Hamzah memang Pujangga Melayu Terbesar Abad 17.

Syeh Hamzah Fansuri adalah ulama besar di aceh, yang telah membawa nama tanah aceh sebagai tanah Serambi Mekah, penuh dengan keagamaan yaitu Islam. Mengenai riwayat hidup syeh Hamzah Fansuri para sejarawan berbeda pendapat karena tidak satu orang pun yang tahu mengenai silsilah keturunnnya dan tanggal beliau lahir.

Akan tetapi berdasarkan bukti yang ada, diperkirakan Hamzah Fansuri hidup pada abad ke-16 saat aceh di bawah pemerintah Sulthan Alaiddin Riayat Syah Sayyidil Mukammil (997-1011 H/ 1589-1604 M). Makam Syekh Hamzah Fansuri ini ramai dikunjung para peziarah setiap harinnya baik dari dalam kota subulussalam maupun luar kota lainnya.

Tak sedikit masyarakat yang berdatang yaitu menepati janjinya atau membayar nazar yang telah diajanjikan akan berziarah. Apa bila dia telah mencapai apa yang ingin diperoleh sebelumnya dan sebagian dari masyarakat juga membuat syukuran sekitar makam.

Demikian beberapa destinasi potensi wisata di Kota Subulussalam, lain kali kami akan menguraikannya beberapa destinasi lagi.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA