Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Apr 2020 12:29 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ingin Main Lagi ke Sukabumi

Jreston
d'travelers
Foto 1 dari 5
Curug Sawer dengan bebatuan yang besar, salah satu spot yang fotogenik.
Curug Sawer dengan bebatuan yang besar, salah satu spot yang fotogenik.
detikTravel Community -

Sukabumi memang punya alam yang menarik. Sekali bermain ke sana, ingin lagi berkunjung selanjutnya. Bikin rindu.

Rasa penasaran akhirnya terbayar juga setelah kami mencoba berjalan di Suspension Bridge, menikmati indahnya Curug Sawer dan keheningan Danau Situ Gunung. Kegagalan menjelajah Goa Buni Ayu bisa di gantikan oleh semilir angin di Taman Rekreasi Selabintana dan hamparan Pohon Pinus di Wisata Bukit Baros. Tak lupa kami juga mencicipi makanan khas Sukabumi.

Liburan yang direncanakan sebelum akhir tahun akhirnya terjadi juga. Dokter-dokter yang sedang libur dari tugasnya di Papua, Palu dan NTT ingin sekali explore wisata Sukabumi. Saya sendiri baru sekali belibur ke Sukabumi yaitu menginap di Tanakita Camping Ground. Saya masih penasaran ada apalagi disana.

Sampai di Sukabumi kami langsung menuju hotel untuk menitipkan barang karena memang belum waktunya untuk check in. Setelah semua beres, kami langsung menuju tujuan pertama yaitu Taman Nasional Situ Gunung. Kami ingin sekali mencoba Suspension Bridge Situ Gunung yang sedang ramai di bicarakan.

Sampai di kawasan Situ Gunung kami langsung melihat peta untuk menentukan tempat yang akan dikunjungi dan kami memilih Suspension Bridge, Curug Sawer serta Danau situ gunung.

Perjalanan menuju Suspension Bridge cukup unik karena disediakan semacam welcome drink seperti minuman teh atau kopi disertai dengan pisang dan singkong rebus. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil menikmati musik yang diadakan di sebuah Amphitheater.

Kami melanjutkan perjalanan sampai di Suspension Bridge, terlihat sudah banyak pengunjung mengantri. Setelah dipasang sabuk pengaman, kami perlahan berjalan menaiki Suspension Bridge. Awalnya terasa takut karena jembatan bergoyang.

Bahkan beberapa pengunjung kembali tidak melanjutkan sampai ke ujung. Perasaan takut itu perlahan hilang setelah melihat pemandangan pepohonan hijau yang menyejukkan dari ketinggian 161 meter. Bahkan kami sempat berfoto untuk mengabadikan keseruan berjalan diatas ketinggian 161 meter.

Selesai dengan Suspension Bridge, kami melanjutkan menuju Curug Sawer. Derasnya air terjun yang jatuh membuat pelangi dibagian bawah curugnya. Udara yang dingin serta cipratan air terjun sangat menyegarkan bagi pengunjung. Setelah berhasil mengambil beberapa foto, kami beristirahat sejenak sambil menikmati sosis bakar lalu melanjutkan menuju Danau.

Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore ketika kami sudah mendekati Danau. Langit yang semakin mendung nampaknya membuat Danau tidak seramai dua tempat sebelumnya yang kami kunjungi. Benar saja, baru mengambil beberapa foto, tetesan air sudah mengenai badan kami dan akhirnya kami memutuskan untuk kembali menuju hotel.

Malam harinya kami menuju Jalan Ahmad Yani. Menikmati hangatnya sekoteng Singapore bersama dengan pisang goreng pandan dan tahu genjrot serta tak lupa membeli kue Bandros Atta yang sangat terkenal disana. Malam berlalu dengan perut yang penuh oleh makanan yang memuaskan lidah kami.

Hari kedua kami sempat bingung menghabiskan waktu kemana setelah rencana ke Goa Buni Ayu terpaksa dibatalkan karena cuaca yang tidak mendukung. Padahal kami sudah memesan tiketnya. Akhirnya sebelum makan siang kami memutuskan untuk pergi ke Taman Rekreasi Selabintana.

Hamparan rumput hijau yang luas disertai pohon-pohon tinggi yang tumbuh subur belum lagi udara yang sejuk, cocok untuk liburan keluarga. Cukup membawa tikar atau bisa juga menyewa, dijamin semilir angin akan membuat betah berlama disini. Jangan lupa untuk melihat tanaman-tanaman hias yang dijual sebelum pintu masuk ketika pulang.

Perjalanan kami lanjutkan dengan mengunjungi Wisata Bukit Baros setelah sebelumnya kami menikmati makan siang di bakmi Cacaw. Sampai di Bukit Baros sekitar pukul 14.00 dan cuaca terlihat mendung. Sepanjang jalan menuju area parkir, hamparan pohon pinus seperti menyambut kami, belum lagi terlihat spot-spot foto didalamnya. Itu membuat teman-teman saya begitu antusias.

Banyak yang bisa dinikmati di wisata Bukit Baros. Ada batu-batu yang diwarnai di pinggiran sungai, ada kolam renang, ada spot-spot fotogenik di bukit Pinus dan tidak ketinggalan Pabrik Keju. Sayangnya kami tidak masuk ke dalam Pabrik Keju. Rintik hujan membuat kami harus menyudahi bermain di wisata Bukit Baros. Beruntung semuanya sudah puas mengambil foto. Sebelum pulang kami sempat membeli yoghurt dan keju yang diproduksi oleh pabrik keju baros.

Malam terakhir di Sukabumi kami habiskan dengan mencoba beberapa makanan. Kami menikmati bubur ayam Odeon yang terkenal, lalu kami lanjutkan ke Kedai Serabi Durian yang berada di Jalan Sudirman. Belum terasa kenyang, kami juga membeli piscok Cakra yang punya slogan coklatnya meledak di dalam mulut. Setelah puas menikmati makanan, kamipun memutuskan kembali ke hotel karena masih harus packing, bersiap untuk pulang ke Jakarta.

Keesokan paginya sebelum pergi ke stasiun kami menyempatkan untuk membeli mochi, untuk cemilan di kereta dan oleh-oleh pastinya. Sepertinya dua malam di Sukabumi belum cukup apalagi kami belum mencoba explore Goa Buni Ayu. Lain kali saya akan kembali menjelajah Sukabumi.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA