Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Feb 2020 17:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menggapai Langit Afrika Lewat Mount Kenya

Kristina Budiati
d'travelers
Foto 4 dari 5
Penulis bersama Guide Leader profesional Peter Warui setelah tiba di kamp terakhir di Lake Ellis (perjalanan turun 21 km dari Poin Lenana).
Penulis bersama Guide Leader profesional Peter Warui setelah tiba di kamp terakhir di Lake Ellis (perjalanan turun 21 km dari Poin Lenana).
detikTravel Community - Mendaki Mount Kenya bukan sekadar olah fisik. Tapi, sekaligus menjadi cara untuk benar-benar menghargai keberadaan gunung tertinggi kedua di Afrika itu.

Mount Kenya sudah membetot perhatian saya sejak lama. Hingga akhirnya rencana untuk mendaki gunung itu dimatangkan. Saya bertekad untuk mencapai puncaknya dan kembali turun dalam pertjalanan mulai 26 hingga 30 Desember 2019.

Di Afrika, ketinggian Mount Kenya cuma kalah Gunung Kilimanjaro, salah satu dari seven summit di dunia, yang ada di Tanzania. Gunung ini adalah sebuah model sempurna dari gunung berapi khatulistiwa dan merupakan taman nasional tertinggi di dunia.

Puncak gunung tertingginya kerap diselimuti es. Yakni, Batian (5.199 meter), Nelion (5.188 meter) dan Point Lenana (4.985 meter).

Mount Kenya yang berada di antara Kabupaten Meru, Embu, Laikipia, Kirinyaga, Nyeri, dan Tharaka Nithi berada sekitar 16,5 kilometer selatan garis khatulistiwa, sekitar 150 kilometer utara-timur laut ibukota Nairobi dan masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.

***

Saya pun mengontak agen perjalanan Gracepatt Eco Tours Kenya yang berlokasi di Nairobi. Sama seperti pendaki lain, saya harus memasuki taman nasional bersama pemandu yang berkualitas dan bersertifikat. Pemandu dan porter harus memiliki kartu identitas yang dikeluarkan oleh manajemen taman nasional. Botol air plastik sekali pakai sama sekali tidak diperbolehkan masuk ke taman nasional.

Aturan lain menyatakan pemandu dan porter tidak diizinkan untuk membawa barang bawaan yang melebihi 25 kg. Penimbangan bagasi akan dilakukan di gerbang masuk.

Saya memilih untuk mendaki melalui gerbang Sirimon dan menuju puncak Poin Lelana, kemudian turun melalui Chogoria, yang disebut-sebut sebagai rute terindah. Kami, saya dan tiga pendaki dewasa lain dan remaja 12 tahun, memilih rute ini karena lokasinya berada di sisi kering gunung dan menawarkan beberapa perjalanan hutan terbaik yang tidak bisa didapat di gunung tropis mana pun.

***

1. Nairobi-Gerbang Sirimon-Judmaier Camp

Kami memulai perjalanan pada 26 Desember, dari Nairobi ke Gerbang Sirimon dan ke Judmaier Camp (Old Moses Camp). Jarak tempuh jalur ini 3 hinngga 4 jam, jaraknya sekitar 9 km.

Kami meninggalkan Nairobi sekitar pukul 07.30 menuju kota Nanyuki. Perjalanan Nairobi ke Nanyuki menempuh waktu kurang lebih empat jam berkendara. Di kota Nanyuki kami bertemu dengan pemandu kami Peter Warui dan timnya yang terdiri dari seorang asisten pemandu, juru masak, dan lima orang porter yang telah siap membantu kegiatan pendakian.

Dari Nanyuki kami melanjutkan perjalanan kurang lebih 30 menit berkendara menuju Gate Sirimon (2.440 meter) untuk makan siang dan memulai pendakian melalui jalan beraspal dan jalan tanah selama kurang lebih 3,5 jam menuju kamp pertama kami Old Moses Camp untuk makan malam dan bermalam di dalam tenda.

Saat kami tiba camp itu sudah sore. Hawa dingin mulai terasa di ketinggian 3.300 mdpl.

2. Old Moses Camp ke Likii Camp

Di hari kedua, kami memulai pendakian setelah sarapan. Satu jam dari Old Moses Camp, kami melintasi Sungai Ontulili menuju Likii Camp setelah perjalanana empat jam sepanjang 7,5 km.

Di sini, kami bermalam dan memulai aklimatisasi (menyesuaikan diri pada ketinggian). Hujan deras mengguyur sesaat setelah kami tiba di sana di ketinggian 3.999 meter, dingin kian terasa.

3. Likii Camp-Shipton Camp

Di hari ketiga, kami menuju kamp terakhir sebelum summit attack, yaitu ke Shipton Camp. Kami beruntung, cuaca saat perjalanan cukup cerah walau kabut nyaris selalu menyelimuti perjalanan.

Setelah perjalanan 7,5 km dalam tempo lima jam ke Shipton Camp (4200 meter), kami memutuskan untuk segera beristirahat. Sebab, kami harus memulaipendakian paling lambat pukul 03.00. kami akan menuju puncak.

4. Shipton Camp-Point Lenana-Lake Ellis


Kami akan menempuh perjalanan terpanjang dalam pendakian Mount Kenya hari ini. Kami akan menuju puncak sekaligus kembali turun ke Lake Ellis.

Pukul 03.00 kami memulai langkah ke puncak. Kami mulai menjejak medan batu dan es sebelum tiba di Poin Lenana yang menjadi puncak Mount Kenya pada ketinggian 4.895 mdpl. Kami mencapainya pada pukul 06:30.

Capek sepanjang perjalanan pun terbayar. Kami puaskan mata memandang ke seluruh penjuru.

Tapi, waktu juga yang membatasi. Kami harus turun ke camp terakhir kami di Lake Ellis yang berjarakv 19 km.

5. Lake Ellis-Gerbang Chogoria


Hari terakhir perjalanan Mount Kenya pun tiba. Setelah selesai makan pagi dan berkemas, kami pun berjalan turun 7 km dari Lake Ellis menuju Gerbang Chogoria. Dari sana kami makan siang dan mendapatkan kendaraan kembali ke Nairobi.

***

BERITA TERKAIT
BACA JUGA