Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Feb 2020 09:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Nikmati Nostalgia Hidup di Desa nan Syahdu di Pasar Tradisional Slumpring

lisvi padlilah
d'travelers
Foto 1 dari 5
Mantappp: Kue mata roda, cenil, dan beragam jajanan berbahan dasar singkong khas Jawa Tengah bisa ditemukan di Pasar Slumpring
Mantappp: Kue mata roda, cenil, dan beragam jajanan berbahan dasar singkong khas Jawa Tengah bisa ditemukan di Pasar Slumpring
detikTravel Community - Desa selalu punya cara untuk membuat hati terkesan dan terkenang. Kalau tidak dengan suasanaya, ya kulinernya. Nah, di Pasar Tradisional Slumpring yang berlokasi di Desa Cempaka, Kecamatan Bumi Jawa, Slawi, Jawa Tengah, Anda bisa mendapatkan keduanya: suasana syahdu nan alami, sajian khas desa yang khas.

Pasar Slumpring sendiri sudah dua tahun berjalan. Tapi belakangan semakin ramai dikunjungi wisatawan. Ada beberapa keunikan dari wisata ramah lingkungan yang juga dikenal dengan Kampong Bamboo itu. Dikenal dengan Kampong Bambu karena lokasi pasar berada di kebun bambu desa Cempaka. Ada banyak hal menarik untuk diulik dari wisata Slumpring. Berikut rinciannya:

1. Alat Transaksi Pakai Irat

Memiliki konsep seperti beberapa foodcourt di mal-mal kota besar atau tempat wisata lain, di Pasar Tradisional Slumpring, alat pembeliannya tidak menggunakan mata uang pecahan rupiah, melainkan ditukar dengan alat transaksi bernama irat. Satu irat setara Rp 2.500 dan kalau Anda tidak sampai menghabiskan seluruh irat yang sudah Anda tukar, boleh kok ditukar balik, tetapi nilainya turun jadi Rp 2000 saja.

Tempat penukaran berada di sebelah kiri dari gapura area pasar. Ada sebuah gubuk yang ditulis dalam bahasa Ngapak Tempat Ngijoli Duit atau berarti Tempat Penukaran Uang. Anda akan bertemu dengan prtugas penukaran yang mengenakan tanda pengenal dari bambu yang dikalungkan bertuliskan Tukang Ngijoli Duit.

2. Jajanan tradisional

Bagi pecinta jajanan tradisional, Pasar Slumpring adalah surga. Mulai dari kue berbahan tepung beras seperti kue serabi, cucur, hingga pancong dan putu. Untuk jajanan berbahan ketan ada klepon, cenil, maupun ketan pencok. Sedangkan kue berbahan singkong ada mata roda yang warna warni dengan tengah isi pisang dilengkapi taburan kelapa, kocar-kacir yang manis disiram air gula merah yang kental, atau gethuk.

Rata-rata harga jajanan adalah 1-4 irat atau sekitar Rp 2.500 sampai Rp 10.000 saja. Oh, jangan lupakan tahu aci, mendoan dan gorengan dage dengan cabe rawit yang joss dan bikin gobyos ya mumpung ada di kampung orang Ngapak. Karena, selain ora Ngapak ora kepenak, ora ana mendoan rasane ana sing kurang (tidak enak kalau tidak ngomong Ngapak, tidak ada mendoan juga rasanya seperti ada yang hilang) kaya kuwe!

3. Makanan lokal

Sementara makanan berat yang bisa dinikmati adalah soto jawa. Tapi yang wajib adalah kolah-kaleh, yakni makanan seperti lotek yaitu terdiri dari berbagai macam sayur yang sudah direbus mulai daun singkong, kol, selada air, daun muda labu siam, kacang panjang, dan dilengkapi kupat. Semua bahan itu dikolah-kaleh (diaduk-aduk) di atas cowet (cobek) dengan bumbu kacang tanah plus gula jawa, terasi sedikit biar sedap, cabe rawit bagi yang doyan pedas.

Selai kolah-kaleh, ada sega ponggol. Bisa disamakan dengan nasi campur, ada nasi dan lauk. Bedanya tidak pakai mie atau tempe oreg melainkan dengan urab sayur dan ikan asin, harganya cuma 3 irat, tambah jengkol 4 irat, kalau pakai ayam 7 irat. Nasinya bisa milih nasi beras atau nasi jagung. Ada juga nasi (apa tuh yang pake dage temen dan cemongkak). Harganya 7 irat saja.

Kalau haus, ada beberapa yang bisa dipesan diantaranya dawet, teh wasgitel asli Tegal, es campur, dan sari jeruk.

4. Live music

Nah, Anda bisa menikmati sajian kuliner tersebut di atas di area tengah pasar yang sudah digelarkan tikar atau alas untuk duduk. Bisa juga di dudukan bambu yang mengelilingi pasar. Sambil makan, ada iringan live music untuk menemani santai piknik wisatawan. Anda juga dipersilakan jika ingin request hingga nyumbang lagu alias naik panggung buat nyanyi.

Untuk dapat menikmati suasana asri Pasar Tradisional Slumpring, Anda harus datang hari Minggu, karena memang buka hanya Minggu mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00WIB. Biaya masuk area atau retribusi hanya Rp 2000 saja plus parkir kendaraan roda dua Rp 3000 sedang roda empat Rp 5000.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA