Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Jun 2020 10:14 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wanita di Kampung Ini Lehernya Panjang-panjang

Lena Ellitan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Sebuah papan dan jalanan sunyi menuju Kawasan Suku Karen tinggal.
Sebuah papan dan jalanan sunyi menuju Kawasan Suku Karen tinggal.
detikTravel Community -

Di Thailand, ada satu kampung yang unik. Penduduk wanita di kampung ini lehernya panjang-panjang. Inilah Kampung Karen yang terkenal itu.

Banyak informasi yang kita dapatkan ketika membaca panduan penting untuk perjalanan ke Chiang Mai. Selain kota ini menawarkan pemandangan yang indah, wisata sejarah, wisata budaya, restoran, kafe, dan akomodasi terbaik dan banyak hal lain yang diulas.

Chiang Mai memiliki salah satu daya tarik budaya dan suku yang dilindungi yaitu di Desa Long Neck Karen. Di desa ini diam suku Karen.

Suku Karen, yang secara tidak resmi disebut suku Leher Panjang, datang ke Thailand dari Burma, ketika melarikan diri dari perang dan kekerasan di negara mereka. Mereka terkenal di dunia untuk wanita mereka, yang mengenakan cincin emas di leher mereka. Dari saat mereka berusia 5 hingga 21 tahun.

Setiap tahun satu cincin ditambahkan ke koleksi mereka. Pada akhirnya, leher mereka menjadi sangat panjang sehingga para wanita ini sering disebut "leher panjang". Menurut orang Karen, semakin lama leher wanita itu semakin cantik.

Menurut sejarahnya mengapa suku ini diam di wilayah tersebut adalah karena suku Karen  memang tidak diizinkan meninggalkan desanya. Situasi mereka membaik secara perlahan, tetapi mereka masih wajib di desa-desa mereka.

Desa yang saya kunjungi terletak di dekat Chiang Rai, sekitar 3 jam dari Chiang Mai. Saya sendiri mampir ke tempat ini dalam perjalanan menuju Chiang Mai sepulang dari Mae Sai (Kota perbatasan Thailand dan Burma).

Saya sendiri hanya masuk ke wilayah desa, melihat barang-barang cendera mata, bertemu dengan pedagang-pedagang di pasar lokal suku ini. Untuk masuk dan melihat langsung para wanita suku tersebut wisatawan dikenakan biaya sebesar 300 Baht.

 

Lihat Foto: Bertemu Suku 'Leher Panjang' di Chiang Rai

 

 

Sepanjang jalan saya memikirkannya dan berusaha untuk tetap positif. Adakah suku Karen ini benar-benar bahagia dalam hidup mereka. Saya tidak yakin mereka dapat bebas leluasa seperti kita, sekolah, bekerja, berwisata atau do what we want to do.

Di sisi lain menurut sumber informasi di sejarah di Thailand, suku ini menemukan tempat berlindung di Thailand, mereka bisa hidup dan merasa aman berkat pariwisata dan uang yang mereka peroleh dari pengunjung.

Sebelum melanjutkan perjalanan saya pergi ke pasar kecil, di mana wanita dari suku Akha dan Lahu menjual kerajinan tangan mereka. Saya terpesona oleh pakaian berwarna-warni dan penampilan perempuan yang eksotis.

Sesekali seseorang mengambil kamera dan memotret seorang wanita. Saya merasa sungkan memotret mereka namun saya berupaya mengabadikan suasana di paras ini dengan beberapa foto. Semoga suku Karen menemukan kedamaian dan kebahagiaan dengan cara mereka.

 

----

Traveler Punya pengalaman Traveling di berbagai tempat menarik? Kirim Artikelmu di Link Ini

BERITA TERKAIT
BACA JUGA