Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 03 Mei 2020 16:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tokyo Imperial Palace, Saksi Bisu Pergantian Tahta Kaisar Jepang

Foto 1 dari 5
Tokyo Imperial Palace
Tokyo Imperial Palace
detikTravel Community -

Masih segar dalam ingatan megah, sakral dan panjangnya prosesi Pelantikan (Sokui no rei) Kaisar Naruhito yang menggantikan ayahnya Kaisar Akihito pada Oktober 2019. Pelantikan ini dilaksanakan di kediaman kaisar Jepang yaitu Tokyo Imperial Palace atau Istana Kekaisaran Jepang di Tokyo.

Pada November 2019 lalu, beberapa minggu setelah pelantikan kaisar tersebut, kami sekeluarga beruntung berkesempatan mengunjungi Istana Kekaisaran Jepang di Tokyo yang luas dan megah ini.

Untuk menuju Istana Kekaisaran Jepang di Tokyo, kami menggunakan kereta api dari hotel tempat kami menginap di daerah Asakusa. Perjalanan sekitar 35 menit menuju istana tersebut, diawali dengan menggunakan Oedo Line tujuan Ryogoku atau Daimon lalu berhenti di Stasiun Monzen Nakacho.

Setelah itu berganti ke Kereta Tozai Line tujuan Nakano lalu berhenti di Stasiun Takebashi. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 5-10 menit menuju gerbang Istana Hirakawa-mon Gate lalu berjalan-jalan sebentar di East Garden of Imperial Palace.

Namun untuk para traveler kami menyarankan untuk menggunakan bus tujuan Stasiun Tokyo atau jalur kereta yang menuju Stasiun Tokyo karena lebih mudah dijangkau untuk ke gerbang Kikyo-mon Gate. Selain itu traveler juga dapat bergabung dalam tur gratis ke area dalam istana.

Untuk memasuki kompleks dalam istana ini pengunjung tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis, namun bagi pengunjung yang berminat untuk mengikuti tur gratis selama di area dalam istana perlu mendaftar dengan dua cara.

Pertama melalui website Tokyo Imperial Palace ataupun langsung datang on the spot sebelum waktu pelaksanaan tur. Namun jumlahnya dibatasai dan merupakan sisa dari kuota harian di samping yang sudah mendaftar secara daring. Setiap hari kecuali hari libur dan hari besar di Jepang terdapat dua jadwal pelaksanaan tur yang pertama adalah pukul 10.00 dan yang kedua adalah pukul 13.30.

Tur ke dalam kompleks istana memakan waktu sekitar 75 menit. Diawali dengan mengantre di depan Taman Kokyogaien di depan Kikyo-mon Gate, kami sarankan untuk datang lebih awal dan membawa makanan dan minuman ringan serta pelindung kepala seperti topi ataupun payung untuk melindungi diri dari terik matahari ataupun dehidrasi karena antrean sangat panjang dan cukup lama.

Setelah diperbolehkan masuk dan diperiksa dengan sangat teliti melalui metal detector serta pemeriksaan fisik, oleh karena itu jangan sampai membawa barang-barang yang membahayakan seperti gunting, gunting kuku, jarum, dan lain sebagainya karena tidak segan tidak diperkenankan masuk. Setelah diperiksa kami diarahakan ke auditorium yang cukup besar. Di sini kami diberikan informasi umum tentang istana dan rute tur ini.

Penjelasan yang disampaikan penyelenggara pun sangat apik disertai dengan setidaknya 5 bahasa pengantar dan 5 penerjemah yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Perancis dan Bahasa Thai. Setelah penjelasan tersebut kami dibagi menjadi 5 kelompok sesuai dengan bahasa pengantar yang dipilih. Kami tentunya memilih dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris.

Rute kunjungan diawali dengan berkunjung ke gedung bekas Sumitsuin (The Former Privy Council), lalu melewati Fujimi Yagura (Mt. Fuji-view keep), dilanjutkan ke Hasuikebori (Lotus Moat), Fujimitamon Defence-house, Kunaicho Chosha (The Imperial Household Agency Building), Kyuden Totei Plaza, Kyuden (Imperial Palace), Jembatan Nijubashi, Fushimi-yagura Keep, dan berlanjut sampai Yamashita-dori Street.

Selama tur peserta diperkenankan untuk memfoto sesukanya dengan latar khas istana yang dipenuhi dengan arsitektur khas kastil-kastil Jepang serta tembok-tembok batu yang tinggi serta parit-parit besar disekeliling istana. Namun, perlu diingat karena rute cukup panjang dan waktu yang terbatas penting untuk menyiasati ketika mengambil foto, misalnya meminta orang lain untuk berfoto ataupun bergantian secara simultan untuk saling mengambil foto jika bersama keluarga dan teman.

Setelah lelah mengikuti tur kami pulang menuju hotel melalui Stasiun Tokyo yang hanya berjarak 15 menit berjalan kaki smabil mengabadikan pepohonan yang menguning khas musim gugur melalui lensa foto kami.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA