Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Jul 2020 15:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melihat Kuil Tertua di Semenanjung Macau

Lena Ellitan
d'travelers
Foto 1 dari 4
Salah satu tempat pemujaan di Kuil A Ma
Salah satu tempat pemujaan di Kuil A Ma
detikTravel Community -

Kuil A-Ma, yang terletak di sebelah tenggara Semenanjung Makau, adalah kuil tertua di sini. Mari kita lihat seperti apa penampakannya.

Sekitar empat ratus tahun yang lalu Portugis mendarat di tanjung laut dekat sebuah kuil. Mereka bertanya kepada penduduk setempat nama tanah itu, tetapi penduduk setempat salah paham, mengira bahwa Portugis menanyakan nama kuil itu. Jadi mereka menjawab 'Ma Ge'.

Belakangan, Portugis menerjemahkan nama itu ke 'Makau' dan menggunakannya untuk merujuk ke tanah itu. Kuil A-Ma adalah salah satu dari tiga aula Buddha terkenal di Makau.

Kuil A-Ma dibangun pada tahun 1488 dari Dinasti Ming (1368-1644) untuk memperingati Mazu, dewi laut suci yang memberkati para nelayan. Dikatakan bahwa sang dewi bernama Lin Mo.

Dia dilahirkan di Kota Putian, Provinsi Fujian, dan lebih cerdas daripada anak-anak lain di usianya. Dia bisa meramalkan nasib baik atau buruk. Setelah kematiannya, dia sering membantu pedagang dan nelayan menangkal bencana serta mengubah bahaya menjadi keselamatan. Sekarang, ada sejumlah cerita rakyat tentang dewi agung yang diriwayatkan di tanah pesisir.

Kuil A-Ma adalah tujuan yang menawarkan keheningan dan pemandangan spektakuler. Kuil ini terdiri dari enam bagian utama, yang semuanya membentuk serangkaian harta arsitektur Cina klasik, dan ini semua dijaga oleh Patung Singa.

Ketika kita memasuki dan melintasi gateway, kita akan mencapai Hongren Hall dengan jalur berliku. Patung Mazu disembah di sini, dan diyakini bahwa aula itu memiliki sejarah terpanjang di kompleks kuil itu. Selanjutnya, adalah bagian aula Avalokitesvara yang dibangun menggunakan batu bata dan batu dengan gaya sederhana.

Dibandingkan dengan aula lainnya, Zhengjiao Chanlin (aula Buddhis) dirancang dengan selera tinggi baik dalam hal ukuran maupun gaya arsitektur.

Tidak hanya berisi kompleks arsitektur kuno, Kuil A-Ma juga memiliki kekayaan budaya Cina yang kaya. Jika kita paham bahasa, kita dapat menikmati berbagai puisi dan prasasti yang diukir di atas batu di sepanjang tebing.

Selanjutnya, setiap tahun, pada hari-hari ulang tahun Mazu dan Tahun Baru Cina, banyak umat pria dan wanita berkumpul di sini. Mereka membakar banyak dupa untuk memberi penghormatan dan berdoa untuk keberuntungan.

Jika singgah di Macau maka bangunan bersejarah ini layak untuk masuk dalam daftar situs bersejarah yang wajib kita kunjungi.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA