Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Jun 2020 10:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Museum Musik Indonesia Tempat Nostalgia di Kota Malang

Ratna Winarti
d'travelers
Foto 1 dari 5
Koleksi Piringan Hitam di Museum Musik Indonesia
Koleksi Piringan Hitam di Museum Musik Indonesia
detikTravel Community -

Cara menikmati musik sudah berevolusi. Jejaknya, tersimpan rapi di Museum Musik Indonesia di Malang, seperti apa?

Jika d'Traveler sedang berlibur atau sekedar ingin mampir di Kota Malang dan ingin bernostalgia? Mengenang kembali memori masa lalu sambil bisa mendengarkan lagu-lagu hits di era tahunnya atau kalian ingin menikmati sentuhan lagu-lagu favorit di masa lalu? Maka, d'Traveler wajib untuk membaca artikel ini hingga selesai.

Karena, di sinilah d'Traveler bisa menikmati lagu-lagu dari berbagai zaman, di Museum Musik Indonesia. Museum ini menjadi satu-satunya yang berada di Malang.

Museum yang terletak di Jalan Nusakambangan No.19, Kasin, Klojen, Kota Malang ini merupakan yang pertama kali dibangun di Indonesia. Dibangun pada tahun 2009, museum ini didirikan oleh sekumpulan warga Malang dari Komunitas Pecinta Katjoetangan dengan membuka tempat baru sebagai bibit awal dari berdirinya museum Musik Indonesia pada saat ini. Sebelumnya, museum ini bernama GMB (Galeri Malang Bernyanyi), namun telah diganti nama hingga sekarang.

Museum Musik Indonesia ini memiliki banyak koleksi yang bukan hanya kaset saja,namun seluruh yang mencakup tentang musik. Musuem yang terdiri dari beberapa ruangan yang digunakan untuk menyimpan koleksi museum.

Baca juga: Mengenal Makam Kehormatan Belanda di Menteng Pulo

Museumnya tepat berada di lantai 2 Gedung Kesenian Gajayana. Ketika pertama kali masuk kalian akan berada di sebuah ruangan seperti panggung konser musik yang terdapat kursi penonton dan panggung yang cukup luas. Jika kalian beruntung maka akan dapat menikmati pertunjukan musik di museum tersebut.

Selanjutnya, masuk keruangan dengan beragam koleksi kaset, CD, bahkan sampai piringn hitam yang bukan hanya datang dari dalam negeri saja. Koleksinya mencapai hingga 25.000 dengan berbagai genre dari tahun 80-an hingga 2000-an.

Tidak segan pula para penyanyi aslinya yang membawa hasil rekamannya ke museum ini. Di ruangan ini pula terdapat majalah dan juga hasil karya tulisan seperti skripsi yang dipajang dan bisa kalian baca-baca dengan gratis.

Masuk keruangan selanjutnya kalian akan menemui berbagai alat musik daerah yang terpajang dengan sangat rapi disana. Koleksi ini di dapatkan dari event APEKSI 2017 yang berlangsung di Malang. Event itu telah menyumbangkan alat musik seperti sasando dari NTT, angklung dari Jawa Barat, dan alat musik yang lainnya.

Tidak sampai di situ, d'Traveler juga bisa memainkan alat musik yg ada namun hanya alat musik tertentu saja. Di sana pula terdapat ada beberapa baju ataupun aksesoris dari penyanyi terkenal di Indonesia yang terpajang.

Museum Musik Indonesia ini juga menyediakan tempat bagi d'Traveler pendengar musik era lama yang ingin mendengarkan ulang lagu lama yang rekamannya dipajang di rak-rak. Kalian juga bisa mendengarkannya melalui streaming lokal melalui aplikasi yang tersedia hanya di museum ini saja.

Nah, untuk bisa masuk ke museum musik Indonesia kalian hanya perlu merogoh kantong sebesar Rp 5.000 rupiah untuk sekali masuk. Malah, gratis untuk anak-anak. Murah meriah bukan?

Menikmati alunan musik di museum musik Indonesia akan mengesankan lagi jika ditemani dengan keluarga dan orang-orang terdekat. Tidak lupa juga sebagai ilmu untuk menambah wawasan kita, meskipun zaman sudah modern dengan karya-karya yang modern pula namun, karya-karya lama tetaplah memiliki ruang sendiri bagi penikmatnya.

----

Traveler Punya pengalaman Traveling di berbagai tempat menarik? Kirim Artikelmu di Link Ini

BERITA TERKAIT
BACA JUGA